Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 April 2017

Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada

Yogyakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Wakil Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri mengingatkan kalangan kiai dan pesantren agar memainkan peran sebagai penjaga akhlak bangsa, dan tidak terjebak dalam peran-peran instrumental, seperti turut menjadi tim sukses calon dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menyampaikan hal tersebut pada pembukaan sarasehan Pesantren dan Krisis Akhlak Bangsa yang diselenggarakan Komunitas Majma Buhust An-Nahdliyyah di Magelang, Jawa Tengah, Ahad, (19/10) lalu.

Di tengah merebaknya korupsi oleh para pejabat, peran kiai sebagai penjaga moralitas ditunggu sekaligus layak dipertanyakan secara kritis, apakah menjadi solusi atau justru bagian dari masalah bangsa.

Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada

Menurut Gus Mus, situasi kebangsaan saat ini benar-benar telah krisis. Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan bukan saja melanda kalangan eksekutif dan legislatif namun juga Yudikatif. Penyelewengan penegak hukum merupakan pertanda masyarakat sedang menyongsong masa kehancuran. Berbagai kasus yang mencuat saat ini, bagi Gus Mus, juga mengindikasikan adanya upaya menghabisi orang-orang baik di negeri ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dalam sarasehan tersebut dibahas berbagai persoalan kebangsaan, kepesantrenan, dan ke-NU-an. Forum ini dihadiri sekitar 40 kiai dari DI Yogyakarta dan Karesidenan Kedu, Jawa Tengah. Majma Buhust An-Nahdiyyah adalah forum diskusi yang didirikan KH Mustofa Bisri (Rembang) dan KH Mahfudz Ridwan (Salatiga), yang aktif mengkaji berbagai topik ke-NU-an, kepesantrenan, dan kebangsaan.

Turut hadir KH Abdul Ghofur Maimun dari Sarang, KH Yahya Cholil Tsaquf (Rembang), KH Mahfudz (Maron), dan KH Muadz Thohir (Pati). Hadir pula kiai dari Magelang, yaitu KH Said, KH Aziz, dan Dr Thonthowi. Sedangkan dari Yogyakarta, tampak KH Asyhari Abta, KH Mutashim Billah, Dr Waryono Abdul Ghofur, Dr Sahiron, dan Kiai Jadul Maula.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

KH Muzammil (Bantul), KH Masduqi Mahfudz, KH Dr Tamyiz Mukharrom, KH Abdullah Hasan (Sleman), KH Munir (Kota Gede), Muhammad Mustafied (Mlangi), dan puluhan Kiai muda lainnya juga turut serta dalam kegiatan tersebut. (Dwi Khoirotun Nisa/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47779/gus-mus-ingatkan-para-kiai-tak-terjebak-pilkada

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Minggu, 05 Februari 2017

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Kunjungan diplomatik Raja Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia, Rabu (1/3) menjadi perbincangan utama media dan netizen di dunia maya. Perbincangan heboh itu bahkan terjadi sebelum Raja Salman menginjakkan kakinya di Indonesia karena sejumlah hal yang tidak biasa dalam sebuah kunjungan diplomatik.

(Baca:Rombongan Kunjungan Raja Saudi, 1.500 Orang, 10 Menteri, dan 25 Pangeran)

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia

Namun, Indonesia menyambut baik kunjungan Raja Saudi untuk pertama kalinya setelah terakhir 47 tahun silam. Raja Salman pun memberikan kesan tersendiri terhadap sambutan Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia yang dinilainya hangat dan ramah.

Saya sangat senang sekali saat ini berada di Indonesia. Senang sekali dengan rakyat Indonesia, dan saat ini saya sedang bersama yang mulia Presiden Indonesia, ujar Raja Salman dalam kesempatan makan bersama Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pernyataan Raja Salman itu direkam Presiden Jokowi dalam video vlog pribadinya saat makan bersama. Dalam video yang diunggah juga di Fanpage Presiden Joko Widodo, Raja Salman menuturkan bahwa rakyat Indonesia baginya adalah saudara.

Dan bagi kami, rakyat Indonesia merupakan saudara kami dan juga rakyat yang sangat mulia, ujar mantan Gubernur Riyadh ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sebelumnya, Jokowi memberikan keterangan dalam vlognya bahwa dirinya sedang bersantap siang dengan Raja Salman dengan mengarahkan kamera videonya ke arah sang Raja yang terlihat sedang menikmati makanan berkuah.

Kunjungan Sri Raja Salman ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan saya ke Arab Saudi tahun 2015 yang lalu, ujar Jokowi.

Saat itu, imbuh Jokowi, dirinya menyampaikan agar Raja Salman bisa berkunjung ke Indonesia. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan bersejarah setelah 47 tahun Raja Saudi Arabia datang ke Indonesia.

Mantan Wali Kota Solo ini berharap, kunjungan ini bisa meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Saudi Arabia.

Hubungan yang saling menguntungakan, tegas Jokowi.

Dalam kunjungan ini, pemerintah Indoensia dan Arab Saudi menandatangani sejumlah kerja sama strategis di beberapa bidang. Selanjutnya, Raja Salman diagendakan memberikan sambutan di DPR RI dan berkunjung ke Masjid Istiqlal.

Dalam rentang kunjungan yang berlangsung pada 1-9 Maret 2017 ini, Raja Salman dan ribuan delegasi lain juga akan berlibur ke Bali. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75808/kesan-raja-salman-terhadap-rakyat-indonesia

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 02 Januari 2017

Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman

Yogyakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Maraknya tindakan intoleransi dan kekerasan antarumat beragama yang berkembang saat ini membuat Forum Pengasuh Pesantren Muda (FP2M) Jawa Timur mengadakan kunjungan dan Dialog Lintas Iman dengan tema Bersama dalam Keberagaman untuk Membangun Bangsa ke Komunitas Gusdurian Yogyakarta.

Acara tersebut bertempat di Forest Kitchen & Gelato, Kamis (18/8). Hadir dalam acara tersebut antara lain Pengasuh Muda dari Jawa Timur, Gusdurian Jogja, dan Delegasi lintas Iman, Gus, pendeta, dan Pastur Yogyakarta.

Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)


Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman

Tujuan dilaksanakan acara ini yang pertama adalah silaturahim dan menjalin hubungan hati-ke hati antarumat beragama, kata Zahrul Azhar Asad.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Gus Han, sapaan akrabnya menambahkan bahwa komunikasi antarumat beragama yang ada di Indonesia diharapkan menjadi panutan bagi keberagaman dan keberagamaan di seluruh dunia.

Banyak sekali kasus intoleransi antarumat beragama yang terjadi. Bisa jadi yang melakukan malah bukan dari orang yang beragama dan tidak memiliki pengetahuan agama yang dalam. Tetapi memanfaatkan agama untuk kepentingan mereka dan mendapatkan keuntungan, lanjut Gus Han.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Robertus Triwidodo PR, Pastur Gereja Katholik Santrobetus Paulus menjelaskan bahwa di Jogja sendiri yang kita kenal sebagai The City Of Tolerance belakangan ini juga marak laku intoleransi antar umat beragama. Beberapa kasus misalnya penutupan tempat ibadah, pelarangan aktivitas ibadah dan lain sebagainya.

Ini adalah tantangan kita bersama, bagaimana membangun kerukunan di dalam masyarakat di tengah keberagaman ini. Kalau kita kuat dalam membangun kerukunan, seperti rumput kalau akarnya sudah kuat dan rekat meskipun ada provokasi pasti akan kuat juga, tegasnya.

Indrianto Adiatmo selaku pendeta di GKJ Solo Berharap bahwa para pemuda di indonesia memiliki sikap keterbukaan dan toleransi yang sama seperti yang dilakukan oleh Forum Pengasuh Pesantren Muda dan juga Gusdurian.

Satu yang menjadi pedoman agama Islam khususnya NU dan Insyaallah agama lain juga sepakat bahwa mari kita eratkan tali persaudaraan kita dan janganlah kita berpecah belah. Mari kita bersama mengembalikan semangat dan kesadaran untuk menghargai kebhinekaan dan tidak terjebak dalam gerakan-gerakan intoleransi sampai pada perilaku kekerasan, jelas Misbakhul Munir pengasuh Pesantren Pare Kediri. (Muhlisin/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70555/bersama-membangun-bangsa-dalam-keberagaman

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selasa, 27 September 2016

Kiai Said: Pendirian Masjid Istiqlal Digagas KH Wahid Hasyim

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Masjid Istiqlal sebagai masjid nasional kerap menjadi destinasi warga Indonesia bahkan tamu kenegaraan dari luar negeri. Tercatat, Presiden AS 2004-2016 Barack Obama dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud menyempatkan diri menyambangi masjid yang terletak berdampingan dengan Gereja Katedral ini saat mengadakan kunjungan diplomatik.

Di balik kemegahannya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkap sejarah pendirian Masjid Istiqlal. Hal ini ia jelaskan saat memberikan pidato dalam peringatan Harlah ke-71 sekaligus pelantikan Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU periode 2016-2021, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal.

Kiai Said: Pendirian Masjid Istiqlal Digagas KH Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Pendirian Masjid Istiqlal Digagas KH Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Said: Pendirian Masjid Istiqlal Digagas KH Wahid Hasyim

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini menerangkan bahwa pendirian Masjid Istiqlal berkat gagasan putra Hadltraussyekh KH Hasyim Asyari, yaitu KH Abdul Wahid Hasyim pada tahun 1950.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Istiqlal dibangun atas idenya KH Wahid Hasyim tahun 1950. Ia usul kepada Presiden Soekarno, dinamakan Al-Istiqlal, masjid kemerdekaan, ungkap Kiai Said di hadapan sekitar 23.000 anggota Muslimat NU dari sejumlah daerah yang membanjiri Istiqlal.

Atas ide KH Wahid Hasyim saat itu, kata Kiai Said, Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunannya di Bundaran HI, lalu Bung Karno punya usul di tempat sekarang ini. Akhirnya dibuat dan tahun 1978 diresmikan. Pembangunanannya menghabiskan biaya Rp 7 miliar.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Tantangan Muslimat

Usai melantik PP Muslimat NU, Kiai Said menekankan pentingnya perjuangan Muslimat yang harus senantiasa dijaga dengan melakukan berbagai inovasi dan gagasan. Kiai asal Kempek, Cirebon ini menegaskan bahwa khidmah Muslimat bukan hanya dalam keagamaan, tetapi juga harus membangun peradaban.

Tantangan Ibu Khofifah tidak mudah. Bukan hanya berupaya menjaga akidah dan syariat, tetapi tsaqafah dan hadharah, ujar Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Ia menjelaskan, Tsaqafah adalah perjuangan yang mencakup kemajuan intelektual dan ilmu pengetahuan, sedangkan hadharah bermakan menjalankan perkara dunia dengan sebaik-baiknya. Dua-duanya harus dipadukan agar dapat mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

"Jika dua-duanya maju, dinamakan tamaddun, orangnya muttamaddin. Cita-cita kita adalah membangun masyarakat yang maju di bidang tsaqafah dan hadharah," jelas Kiai Said.

Lebih rinci ia menerangkan, Tsaqafah harus cerdas, pandai, dan berpendidikan. Tanpa semua itu, tidak mungkin maju. Ia menegaskan bahwa Nahdliyin harus mencapai target menjadi NU yang intelek sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad dan berperan di segala bidang.

Muslimat NU harus cerdas dan pinter. Selain harus mengedepankan sikap tasamuh (toleran). Mengapa kita dihormati orang lain? Karena warga NU selalu mengedepankan sikap tasamuh, tegasnya. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76515/kiai-said-pendirian-masjid-istiqlal-digagas-kh-wahid-hasyim

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sabtu, 06 Agustus 2016

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pamekasan, Pesantren Al-Amien Purwokerto. NU adalah organisasi yang paling jelas proses kaderisasinya. Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa dan atau pelajar di lingkungan lembaga pendidikan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah terpencil di pelosok desa. Ada istilah Pimpinan Ranting (PR) untuk kepengurusan NU dan perangkat-perangkatnya di tingkat akar rumput.

Kesimpulan demikian terbesit ketika sebanyak 30 orang PR IPNU-IPPNU Desa Pamaroh sudah dibentuk, Ahad (8/4) lalau. Pembentukan yang ditempatkan di balai desa tersebut berjalan secara khidmat, disaksikan oleh puluhan petinggi NU Desa Pamaroh. Para pengurus harian IPNU-IPPNU Kadur sebagai penyelenggara dan ketua PC IPNU Pamekasan Nasiruddin menambah suasana pembentukan kian mengesankan.

Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)


Proses Kaderisasi NU Jelas

Pada kesempatan itu, ketua IPNU Kadur Faisol Ansori menekankan betapa pentingnya menyeriusi proses kaderisasi. Dirinya sangat menaifkan ketika ada seseorang langsung dimasukkan ke dalam kepengurusan organisasi NU tanpa melalui proses kaderisasi yang matang dan panjang.

Kami ke sini dalam rangka silaturahim serta membentuk kader-kader yang mau serius mengabdi dan belajar di NU, tegas Faisol. Dan siapa pun yang tidak serius dalam belajar, dengan berat hati kami sangat tidak mereka kader semacam itu. Berorgansiasi di NU butuh keseriusan dan keuletan dalam belajar.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Berumah tangga saja, lanjut Faisol, masih memerlukan kader. Kehidupan rumah tangga tentu dinilai kurang sempurna tanpa kehadiran seorang kader (keturunan) yang nantinya menjadi penerus perjuangan sang orangtua.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sama halnya di NU. Kalau proses kaderisasi di tubuh IPNU maupun IPPNU sudah melemah, maka tunggulah kehancuran NU beberapa tahun ke depan, katanya dengan nada kalem. Dan jelas kita tidak menginginkan hal itu.

Dari itulah pihaknya sangat berharap agar para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh bisa diajak kerja sama menghidupkan organisasi NU di tingkat desa, khususnya di Desa Pamaroh.

Pernyataan Faisol Ansori yang disampaikan saat sambutan tersebut mendapat dukungan seutuhnya dari para petinggi NU Pamaroh dan kepala desa Pamaroh.

Kami siap mendampingi, membina, dan membantu segala program kerja yang hendak dilaksanakan nanti, ujar ketua PR NU Pamaroh K Abdus Syukur.

Saya juga begitu. Saya akan selalu dukung segala kegiatan yang bernafas ke-NU-an, kata Awan PR NU Pamaroh yang kini menjabat kepala desa, Ustaz Moh Riski Abdullah.

Semangat berorganisasi tersebut disimak secara serius oleh para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh yang merupakan perwakilan dari 4 dusun yang ada di Pamaroh, meliputi Dusun Oray, Madis, Panconan, dan Sumber Waru. Sebelum azan Magrib menggema, pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh sudah selesai.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37390/proses-kaderisasi-nu-jelas

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 09 Juni 2016

Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Quran dan Hadits

Mataram, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengungkapkan, munculnya gerakan-gerakan radikal yang mengatasnamakan Islam adalah akibat kesalahan mereka dalam menafsirkan Al-Quran dan dan Hadits Nabi Muhammad SAW.

Demikian disampaikannya dalam seminar nasional Menangkal Ideologi Radikal dengan Paham Ahlussunnah wal Jamaah Ala Indonesia di Mataram, Rabu (29/4) kemarin. Kegiatan diadakan oleh Lembaga Takmir Masjid PWNU NTB yang dibuka oleh Wakil Gubernur setempat.

Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Quran dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Quran dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)


Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Quran dan Hadits

Menurut KH Malik Madani, sebenarnya kelompok radikal itu ingin mengamalkan Al-Quran dan Al-Hadits secara kaffah, namun mereka salah jalan.

Akibat salah jalanya itu mereka berprilaku seperti orang-orang Khawarij yang mengkafirkan orang-orang yang tidak segolongan. Tidak hanya itu, mereka pun menghalalkan darah orang-orang yang merekakafirkan, tuturnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Karena itu untuk menangkal merebaknya ideologi ini, menurutnya, pemahaman terhadap Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) yang genuine harus didakwahkan di tengah-tengah masyarakat. Aswaja yang asli mengajarkan toleransi, keseimbangan, musyawarah, keadilan dan persamaan derajat.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis dalam kesemapatan itu juga menegaskan bahwa gerakan radikalis teroris yang mengatasnamakan Islam adalah akibat tidak paham dengan istilah negara Islam.

Menurut Cholil, Islam tidak menentukan model negara. Asal dalam negara itu ada kesatuan dan kemaslahatan bagi umat beragama adalah negara Islam. Al-Quran mengatakan bahwa Islam adalah agama wasathi. yaitu menjadikan umat pilihan yang adil, dan pertengahan dari ekstrim kanan dan ekstrim kiri," paparnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai Islam senantiasa humanistik dan tasamuh (toleran). Karena itu, kalau ada gerakan Islam yang anti kemanusiaan dan memaksakan kehendak dengan kekerasan destruktif, jelas itu bukan gerakan Islam. Karena itu jangan diikuti.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB dalam paparannya menyampaikan bahwa pesantren-pesantren yang berbasis budaya lokal telah terbukti mengajarkan Islam rahmatan lil alamin dan telah menjadi penopang berdiri tegaknya NKRI.

Ia juga menegaskan, kemenag telah membuat regulasi agar pesantren tidak mengajarkan radikalisme agama karena itu pesantren yang diberi izin operasional adalah pesantren yang kurikulumnya tidak mengajarkan radikalisme.

Ketua PWNU NTB Tgh. Ahmad Taqiuddin Manshur, menyerukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman-pemahaman provokatif yang mengatasnamakan Islam. Karena itu, ia menghimbau agar masyarakat memahami betul ajaran Aswaja yang diajarkan di Indonesia.

Acara ini ditutup oleh doa yang dibacakan oleh Ulama Kharismatik NTB Tgh. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin. Dalam doanya Tgh. Turmudzi memohon kepada Allah SWT agar umat Islam senantiasa ditunjukan pada pemahaman agama yang benar dan pemahaman agama agama yang dapat mengantarkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. (Red: Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59227/kelompok-radikal-salah-pahami-al-qurrsquoan-dan-hadits

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 03 Juni 2016

Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan

Padang, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Pelaksanaan badal (pengganti) haji boleh dilakukan baik untuk orang yang sudah meninggal dunia maupun yang masih hidup namun tak mampu lagi melaksanakan haji ke Mekkah. Ketidakmampuan tersebut terutama disebabkan faktor usia yang sudah lanjut dan kesehatan yang tidak lagi memungkinkan.

Demikian antara lain terungkap pada acara Bahtsul Masail Diniyyah atau pembahasan masalah keagamaan oleh Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PW LBMNU) Sumatera Barat, Rabu (8/8) di aula PWNU Sumbar jalan Ciliwung No. 10 Padang.

Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan (Sumber Gambar : Nu Online)


Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan

Tampil sebagai narasumber Wakil Ketua PWNU Sumbar DR. Syafruddin, dengan moderator Sekretaris PW LBMNU DR. Firdaus, M.Ag. Hadir Rais Syuriah PW NU Sumbar Prof. DR. Asasriwarni,MH, Ketua Tanfidziyah Ir.H.A.Khusnun Aziz, MM, Ketua LBMNU Sumbar Prof.DR. Makmur Syarif, pengurus PWNU Sumbar lainnya, Muslimat NU, IPPNU dan lembaga di lingkungan PWNU Sumbar.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Menurut Syafruddin, pelaksanaan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima memang tak banyak menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama. Karena ibadah haji memiliki nash yang jelas.

Yang dimaksud sebagai badal haji, adalah pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan seseorang, tidak untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang lain. Apakah dalam kategori menggantikan atau menghadiahkan pahala ibadah haji kepada orang lain selain dirinya, kata Syafruddin yang juga Pembantu Rektor I IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sementara itu, Ketua LBMNU Sumbar Makmur Syarif menambahkan, syarat badal haji haruslah orang yang sudah menunaikan ibadah haji. Soal beda jenis kelamin yang membadalkan haji dengan yang dibadalkan haji tidak masalah. Karena tidak ada dalil yang ditemukan, bahwa laki-laki harus membadalkan haji laki-laki dan perempuan harus pula membadalkan haji perempuan.

Dengan demikian, seorang anak laki-laki boleh saja membadalkan haji ibunya atau anak perempuan membadalkan haji ayahnya, kata Makmur Syarif yang juga Rektor IAIN Imam Bonjol Padang.

Menanggapi pertanyaan siapa urutan yang utama membadalkan haji seorang ibu/ayah, menurut Makmur Syarif, tidak ada dalil yang tegas mengatakan urutannya. Apakah anak tertua, laki-laki, perempuan, atau siapa. Yang jelas, mereka yang membadalkan haji harus terlebih dahulu sudah haji pula.

Bahtsul Masail yang berlangsung jelang berbuka tersebut, dilanjutkan berbuka bersama yang dihadiri kurang lebih 75 orang. Kegiatan bahtsul masail ini rutin dilaksanakan setiap bulan dengan membahas berbagai topik yang berkaitan dengan pemahaman ajaran Islam. Terutama ditinjau dari pemahaman Islam Ahlussunnah Waljamaah sebagai rujukan keyakinan beribadah, tambah Firdaus.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39204/bahtsul-masail-nu-sumbar-badal-haji-dibolehkan

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 27 Mei 2016

Kemenag Targetkan Pengumpulan Zakat 5,2 Triliun

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Kementerian Agama menargetkan pengumpulan zakat pada akhir 2016 mencapai Rp5,2 triliun dengan semakin banyaknya lembaga zakat nasional yang berbenah mengelola dana secara digital untuk memudahkan masyarakat.

"Target 2016 harus sampai Rp5,2 triliun dan harus melebihi dari tahun 2015 yang baru mencapai Rp4,2 triliun. Padahal potensi zakat kita sangat besar bisa Rp217 triliun," kata Direktur Pembinaan Zakat Kemenag Jaja Jaelani usai seminar prapeluncuran NU-Care di Gedung PBNU Jakarta, Rabu.

Kemenag Targetkan Pengumpulan Zakat 5,2 Triliun (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Targetkan Pengumpulan Zakat 5,2 Triliun (Sumber Gambar : Nu Online)


Kemenag Targetkan Pengumpulan Zakat 5,2 Triliun

Jaja mengatakan capaian zakat nasional baru tercapai sekitar satu persen dari potensi zakat yang mencapai Rp217 triliun.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Salah satu alasan rendahnya capaian zakat karena penyerahan zakat yang masih dilakukan secara sendiri-sendiri oleh muzakki (orang yang membayar zakat) atau tidak melalui lembaga zakat nasional.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Adapun hal tersebut juga dipengaruhi oleh rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap suatu lembaga zakat karena kurang terbuka atau tidak dekat dengan masyarakat yang disebabkan kurangnya sosialisasi.

"Sosialisasi sebetulnya luas, bisa memanfaatkan media sosial atau lewat khotib shalat jumat. Jangan dilakukan saat Ramadhan saja," kata Jaja.

Selain itu, transparansi akan pengelolaan dan penyaluran dana zakat juga penting untuk diketahui masyarakat yang bisa disiasati dengan mengunggah ke situs resmi lembaga zakat bersangkutan.

Saat ini Nahdlatul Ulama berbenah mengembangkan digitalisasi pada pengelolaan zakat mereka melalui Lembaga Zakat Amil Zakat, Infak, Sedekah, Nahdatul Ulama (LAZISNU).

LAZISNU yang sudah menjalankan sistem penjemputan zakat dari pintu ke pintu, ini sedang mengembangkan pembayaran zakat multimedia dengan membangun kerja sama operator seluler terbesar, yakni Telkomsel.

"LAZISNU akan menggunakan multimedia dengan menggunakan sistem t-cash pada telkomsel sehingga keinginan untuk membayar zakat kapan pun bisa terlaksana melalui handphone masing-masing," kata Ketua LAZISNU Syamsul Huda. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66031/kemenag-targetkan-pengumpulan-zakat-52-triliun

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 02 Mei 2016

Kenapa Non-Muslim Mendominasi Orang Terkaya di Indonesia?

Jakarta, NU Onilne

Pada tanggal 20 maret 2017, Majalah Forbes kembali merilis daftar nama terbaru orang terkaya Indonesia. Pada daftar tersebut, untuk peringkat 10 besar orang terkaya Indonesia didominasi oleh Non-Muslim, sedangkan orang Islam hanya diwakili oleh Chairul Tanjung yang menempati posisi ke-4.

Kenapa Non-Muslim Mendominasi Orang Terkaya di Indonesia? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Non-Muslim Mendominasi Orang Terkaya di Indonesia? (Sumber Gambar : Nu Online)


Kenapa Non-Muslim Mendominasi Orang Terkaya di Indonesia?

Indonesia yang masyarakatnya didominasi oleh muslim, tapi secara ekonomi tertinggal jauh dengan teman-teman non-muslim. Lalu, apa yang membuat hal tersebut terjadi?

Mengomentari hal tersebut, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Mochammad Maksum Machfoedz saat ditemui di lantai 3, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (29/3) mengatakan, bahwa diantara persoalan dasarnya adalah sosio-kultural.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pada kesempatan tersebut, ia mengambil contoh di Nahdlatul Ulama (NU), yang menurutnya, sejak kecil warga NU tidak dicetak untuk menjadi konglomerat, melainkan untuk menjadi kiai, pegawai atau pejabat.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Menurutnya, hal itu berbeda dengan teman-teman Non-Muslim dan Tionghoa. Kesempatan mereka untuk duduk di pemerintahan, menjadi pegawai negeri, dokter, insinyur tidak tinggi.

Sehingga bidang-bidang tersebut hampir tertutup bagi Non-Muslim. Hal tersebut yang membuat konsentrasi tunggal mereka pada bidang ekonomi, ujar Guru Besar UGM ini.

Mereka, lanjutnya, dari kecil sudah dicetak etosnya jadi usahawan. Akibat dari tradisi dan sosio-kultur seperti itu, tambahnya, kehidupan atau langkah kedepannya berbeda.

Sejak kecil tidak ada pilihan (bagi Non-Muslim) untuk sukses kecuali jadi pengusaha, tegas pria kelahiran Demak, Jawa Tengah ini.

Sementara di NU, konsentrasi ekonominya baru mulai menguat. PBNU sejak kepemimpinan Kiai Said mulai membangun kaderisasi ekonomi. Hal itu ditandai dengan didirikannya Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dan lain-lain.

Berikut 20 orang paling kaya di Indonesia per 20 Maret 2017 versi Forbes:

1. R. Budi Hartono USD 9,4 miliar

2. Michael Hartono USD 8,9 miliar

3. Sri Prakash Lohia USD 5,4 miliar

4. Chairul Tanjung USD 4,6 miliar

5. Tahir USD 2,8 miliar

6. Murdaya Poo USD 2,1 miliar

7. Theodore Rachmat USD 1,9 miliar

8. Mochtar Riady USD 1,9 miliar

9. Prajogo Pangestu - 1,8 miliar

10. Peter Sondakh USD 1,7 miliar

11. Ciputra USD 1,6 miliar

12. Martua Sitorus USD 1,5 miliar

13. Sukanto Tanoto USD 1,5 miliar

14. Eddy Kusnadi Suriaatmadja USD 1,4 miliar

15. Djoko Susanto USD 1,3 miliar

16. Soegiarto Adikoesoema USD 1,2 miliar

17. Husain Djojonegoro USD 1,2 miliar

18. Harjo Sutanto USD 1,2 miliar

19. Hary Tanoesoedibyo USD 1,1 miliar

20. Alexander Tedja 1 miliar

(Husni Sahal/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76576/kenapa-non-muslim-mendominasi-orang-terkaya-di-indonesia

Senin, 04 April 2016

Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Sejumlah menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menghadiri seminar internasional yang diselenggarakan oleh KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al-Hikam II Beji, Depok, Kamis (30/10).

Mereka adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa dan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Mantan menteri luar neger Hasan Wirajuda yang semenjak awal mendukung pelaksanaan acara International Conference of Islamic Scholar (ICIS) bersama KH Hasyim Muzadi juga terlihat hadir dan menyampaikan materi.

Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok (Sumber Gambar : Nu Online)


Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok

Seminar internasional kali ini membahas tema konflik dan transisi demokrasi di Timur Tengah. Secara khusus pembahasan lebih mengarah kepada persoalan ISIS atau kelompok negara Islam d Irak dan Suriah.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Seminar dihadiri sekitar 400 orang yang terdiri dari ulama dan cendekiawan muslim lintas ormas, termasuk para kiai dan pengurus NU dari berbagai daerah yang akan mengikuti Munas dan Konbes di PBNU 1-2 November mendatang.

KH Hasyim Muzadi mengatakan, selama ini informasi mengenai ISIS tidak utuh dan sepotong-potong. Dengan menghadirkan para pakar nasional serta cendekiawan Muslim dari Mesir, Irak dan Suriah diharapkan para kiai khususnya dan umat Islam dapat memperoleh informasi yang utuh mengenai ISIS.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Karena pendirian yang semacam ISIS ini ada di Indonesia. Harus ada pengertian yang utuh mengenai ISIS. Kalau sudah ngerti maka akan waspada. Lebih dari itu diharapkan kita dapat menjelaskan ISIS kepada masyarakat sembari mengembangkan ajaran Islam yang moderat, katanya kepada wartawan usai pembukaan seminar.

Seminar internasional dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan mantan menteri luar negeri Hasan Wirajuda menyampaikan kata pengantar.

Seminar internasional didukung juga oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Sejumlah pejabat penting dijadwalkan akan berbicara antara lain Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman, dan mantan Kepala BNPT Ansyad Mbai. Sementara itu juga terlihat hadir dalam dalam acara pembukaan Ketua DPP PPP Romahurmuzi yang sempat berbincang dengan KH Hasyim Muzadi di kediamannya. (Dwi Niar/ Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55412/sejumah-menteri-hadiri-kegiatan-kh-hasyim-muzadi-di-depok

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Minggu, 13 Desember 2015

Menag: PBM 2006 Acuan Pendirian Rumah Ibadah

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan Nomor 9 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat merupakan dasar dan acuan pengurusan izin pendirian rumah ibadah.

Menag menyampaikan hal itu saat bersilaturahim dengan para tokoh dari majelis-majelis agama di Kantor Bupati Aceh Singkil, Senin (26/10) sehubungan dengan adanya tuntutan dari sejumlah pihak agar PBM tersebut dicabut. Demikian siaran pers yang diterima Pesantren Al-Amien Purwokerto, Selasa.

Menag: PBM 2006 Acuan Pendirian Rumah Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: PBM 2006 Acuan Pendirian Rumah Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)


Menag: PBM 2006 Acuan Pendirian Rumah Ibadah

Menurut Menag, sepanjang tahun 2005 hingga 2006, para tokoh agama telah melakukan belasan kali diskusi untuk mencari titik temu bagi penyelesaian masalah dan sengketa rumah ibadah. Saat itu, masing-masing agama diwakili oleh dua tokohnya. Mewakili Islam: KH Makruf Amin dan KH Zaidan Jauhari (MUI), Protestan: Dr Lodewijk Gultom dan Martin Hutabarat (PGI), Katolik: Dr Maria Farida dan Vera Wenny, SH (KWI), Buddha: Suhadi Sendjaja dan Sudjito (Walubi), serta dari Hindu: I Nengah Dana dan Agusmantik (PHDI). Proses diskusi tersebut difasilitasi oleh Pemerintah melalui Balitbang Diklat Kemenag yang saat itu dipimpin Prof. Atho Mudhar dan Dirjen Kesbangpol Mendagri yang dipimpin Dr. Sudarsono.

Hasilnya, mereka menyepakati sebuah rumusan yang lantas dijadikan Pemerintah sebagai PBM Nomor 8 dan Nomor 9 tahun 2006. Jadi, kata Menag, PBM tahun 2006 itu bukanlah rumusan dari Pemerintah, melainkan rumusan yang datang sebagai hasil dari serial diskusi tokoh agama yang masing-masing diwakili dua orang.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Itulah yang menjadi acuan kita bersama sampai saat ini dalam kita mendirikan rumah ibadah, apa pun agamanya, tandas Menag yang pada kesempatan itu didampingi para pimpinan daerah Propinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Singkil.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Menag memandang bahwa selama belum ada pengganti yang lebih baik, PBM tersebut tidak bisa dicabut. Sebab, kalau dicabut, maka tidak ada acuan yang bisa dijadikan sebagai dasar.

Kementerian Agama saat ini sedang menyiapkan RUU tentang Perlindungan Umat Beragama, salah satunya mengatur terkait rumah ibadah ini. Tapi ini masih masih rancangan dan belum selesai. Selama belum ada penggantinya yang baru yang lebih baik, maka yang ada jangan dihilangkan dulu, ujar Menag.

Keragaman Masyarakat Indonesia

Menag mengajak semua pihak untuk meningkatkan kesadaran bahwa masyarakat Indonesia hakikatnya beragam dan hidup di tengah keragaman. Karena itu, sudah semestinya masyarakat Indonesia saling menghargai dan menghormati perbedaan.

Keragaman adalah sesuatu yang given, sunnatullah, yang memang begitulah Tuhan menghendakinya. "Kalau Tuhan mau, maka mudah saja bagi-Nya untuk menyeragamkan manusia menjadi umat yang satu. Tapi Dia tidak melakukan itu karena dalam keragaman ada hikmah, berkah, dan anugerah sehubungan dengan keterbatasan setiap manusia. Anugerah Tuhan menciptakan keragaman agar yang berbeda-beda ini bisa saling melengkapi dan mengisi, pesannya.

Karenanya, jangan pernah berobsesi untuk menyeragamkan semua kita. Itu bisa dimaknai mengingkari sunnatullah, tambahnya.

Bagi Menag Lukman, yang dituntut dari manusia adalah menebar kebajikan karena agama bertujuan menebarkan kebajikan dan memanusiakan manusia. Dalam menyikapi keragaman, yang dituntut bukanlah menyeragamkan tapi bagaimana menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

"Bukan menuntut pihak lain yang berbeda untuk menghormati dan menghargai saya, tapi saya yang proaktif untuk menghargai dan menghormati pihak-pihak di luar sana yang berbeda, tandasnya.

Senin (26/10), Menag Lukman bertemu para tokoh agama di Aceh Singkil untuk membantu pihak-pihak berkepentingan untuk menyelesaikan masalah pasca terjadi pembakaran gereja padaSelasa (13/10).

Menag berharap semua pihak dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut sehingga hubungan antarumat beragama di Aceh Singkil khususnya dan Indonesia pada umumnya bisa lebih baik lagi. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63115/menag-pbm-2006-acuan-pendirian-rumah-ibadah

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sabtu, 20 Juni 2015

Potensi Tinggi, Aktivis Muda NU Harus Lakukan Perbaikan

Bandung, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Staf Khusus Kementerian Tenaga Kerja RI Dita Indah Sari menilai, saat ini kaum muda Nahdlatul Ulama harus banyak melakukan perbaikan dalam urusan organisasi. Sebab, menurutnya, perbaikan masyarakat melalui jalan organisasi sangat strategis, terlebih ketika berada di dalam lingkaran kekuasaan. Mantan aktivis buruh itu bisa menilai mutu sumber daya manusia dari pengalamannya beberapa tahun bekerja sama dengan kementerian tempatnya bekerja.

"Problem sumber daya manusia dari para aktivis organisasi sosial harus banyak di-upgrade. Ini bukan masalah NU semata, tapi masalah umum. Tetapi saya sebagai orang yang dekat dengan keluarga besar NU merasa penting menyampaikan hal ini karena rasa cinta saya pada teman-teman di NU," katanya saat kunjungannya di Yayasan Pendidikan Islam Nahdlatul Ulama (Yapinu) Jalan Sancang Kota Bandung, Sabtu (24/10).

Potensi Tinggi, Aktivis Muda NU Harus Lakukan Perbaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Tinggi, Aktivis Muda NU Harus Lakukan Perbaikan (Sumber Gambar : Nu Online)


Potensi Tinggi, Aktivis Muda NU Harus Lakukan Perbaikan

Dita yang selama ini dekat dengan para aktivis itu melihat kaum muda NU sangat potensial untuk maju. Menurutnya, mereka punya bekal moral yang baik, tetapi hal itu tidak mencukupi sebagai perbaikan kualitas sumber daya manusia.

"Berorganisasi dengan etos kerja, manajemen dan keseriusan terus belajar merupakan langkah yang harus ditempuh kaum muda NU. Hanya dengan cara itu teman-teman muda NU bisa lebih baik mengabdi kepada masyarakat. Jangan bekerja semata atas dasar kepentingan sempit. Jiwa kerakyatan atau keumatan harus terus dipupuk," sarannya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dalam pandangan Dita, aktivis-aktivis muda di NU, terutama di PMII harus memperbaiki model pembelajarannya.

"Kalau tadi Ketua PMII Kota Bandung (Ahmad Riyadi Red) meminta waktu acara seminar atau diskusi untuk pembelajaran advokasi buruh misalnya, lebih baik dengan cara lain. Karena PMII Kota Bandung ini cukup potensial untuk maju, saya berikan kesempatan aktivis PMII Kota Bandung untuk magang. Nanti akan bisa belajar secara langsung di kantor saya. Tapi jangan banyak-banyak karena itu kantor penuh aktivitas. Nanti cari model dan di tempat lain," terangnya berbaik hati kepada para aktivis PMII.

Dita menambahkan, para aktivis muda terutama aktivis pergerakan mahasiswa harus punya cara pandang baru dalam melihat globalisasi, hubungan negara dengan rakyat. "Jangan malas membaca. Berorganisasi itu harus seimbang antara teori dan praktik," ucapnya. (Satar Sakri/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63136/potensi-tinggi-aktivis-muda-nu-harus-lakukan-perbaikan

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 24 April 2015

Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat

Semarang, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Bagaimana memahami dinamika Islam dan politisasi atas Islam akhir-akhir ini? Islam dan politisasi atas Islam, yang disebut sebagai Islamisme, perlu dimaknai sebagai refleksi dinamika sosial-politik dalam konteks relasi muslim dengan modernitas, dengan tantangan radikalisme, gerakan politik khilafah, dan bahkan terorisme.

Hal tersebut menjadi inti diskusi dan bedah buku Islam dan Islamisme, karya intelektual muslim Bassam Tibi, yang diterbitkan Mizan (2016). Bedah buku yang diselenggarakan oleh BEM FKIT (Fakultas Keguruan dan Ilmu Tarbiyah) UIN Walisongo pada Kamis (29/9) ini, menghadirkan Dr. Haidar Bagir (Pendiri Gerakan Islam Cinta) dan Dr. Tedi Kholiluddin (aktivis PW Nahdlatul Ulama Jawa Tengah & Dosen UIN Walisongo Semarang), yang dimoderatori Dr. Rikza Chamami, M.Pd (Dosen UIN Walisongo).

Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)


Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat

Haidar Bagir mengajak cendekiawan muslim dan para mahasiswa yang menjadi penggerak komunitas, agar bersatu menebarkan Islam yang damai. "Selama ini, orang-orang muslim moderat cenderung diam, ketika ada kelompok kecil muslim yang keras dalam beragama. Akan tetapi, jika dibiarkan mereka akan semakin kuat. Mari kita bersama aktif untuk mengkampanyekan Islam yang menebar rahmat dan cinta kasih," terang Haidar.

Haidar Bagir mencontohkan, bahwa jika dibiarkan, seperti orang baik yang tidak peduli pada kelompok preman, maka kelompok Islam garis keras akan menjadi kuat, sehingga merusak inti ajaran Islam yang sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Haidar juga mengungkap bahwa, fenomena Islam politik, yang disebut Bassam Tibi sebagai Islamisme, harus direspon secara jernih. Islamisme itu mendukung demokrasi, namun hanya sebagai kamuflase, hanya demokrasi kota suara, padahal sebenarnya mereka bergerak untuk menegakkan sistem khilafah, inilah yang harus diwaspadai.

"Jika kelompok Islamiyyun mementingkan gerakan politik sebagai puncak keberislaman, maka saya lebih setuju jika puncak keislaman adalah ihsan, yakni tindakan kebaikan," tegas Haidar. Ia merujuk pada pemikirannya, bahwa muslim Indonesia harus memahami rukun islam, rukun iman dan rukun ihsan.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sementara, Tedi Kholiluddin menegaskan bahwa khilafah bukanlah solusi dari semua tantangan hidup manusia. "Tidak semua hal harus diselesaikan dengan khilafah. Hal-hal yang terkait dengan kehidupan teknis, ya harus diselesaikan dengan cara kemanusiaan," ungkap Tedi. Intinya, gerakan Islam politik sering hanya mengejar ilusi.

Di sisi lain, Tedi berkeyakinan bahwa model Islam Indonesia dapat menjadi rujukan utama Islam moderat bagi komunitas warga dunia. "Bassam Tibi sudah menyampaikan gagasan bagaiman Islam moderat ala Indonesia menjadi alternatif gagasan. Saya kira ini momentum penting, bahwa perubahan berkeislaman itu dari pinggir, yakni dari kawasan Nusantara," ungkap Tedi.

Dalam analisanya, Tedi mengkritik bahwa kelompok Islam politik membangun jalur ganda dalam memperjuangkan gagasannya, yakni dari struktur kekuasaan maupun dari jalur warga. "Kelompok Islamisme bergerak di struktur politik, dan juga merangsek dengan menggarap komunitas warga. Di kota-kota satelit Jakarta, hal ini sudah mulai marak. Misalnya, cluster-cluster pemukiman yang anggotanya hanya dari kelompok mereka," terang Tedi.

Ia berharap bahwa Islam Indonesia menjadi rujukan untuk mengenalkan konsep Islam moderat, yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat muslim dunia yang kehilangan arah. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71601/islam-indonesia-diharapkan-sebagai-rujukan-islam-moderat

Jumat, 17 April 2015

Islam Nusantara 4 Kali Trending Topic

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Ekspedisi Islam Nusantara telah melakukan perjalanan 28 hari dengan menjelajah 16 kabupaten dan kota di empat provinsi pulau Jawa. Ekspedisi tersebut dimulai dan dilepas dari Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat. Kemudian Semarang, Demak, Kudus, Rembang, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Lumajang, Mojokerto, Jombang, Kediri, Nganjuk, Yogyakarta, dan sekarang sedang berada di Tasikmalaya.

Ekspedisi yang akan dilakukan di 40 kabupaten kota selama dua bulan ini beberapa kali disambut dan dirayakan warga dunia maya dan berbuah trending topic.

Islam Nusantara 4 Kali Trending Topic (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara 4 Kali Trending Topic (Sumber Gambar : Nu Online)


Islam Nusantara 4 Kali Trending Topic

Rabu (27/4) ini, kembali menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #SpiritIslamNusantara. Ini kali keempat menjadi ramai menjadi perbincangan.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sebelumnya, pada hari pertama perjalanan, Kamis (31/3) tagar #EkspedisiIslamNusantara menjadi trending topic pertama selama 3 jam di.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pada hari keenam Selasa (5/4), ketika Ekspedisi Islam Nusantara tiba di kota Demak, Jawa Tengah menjadi trending topic pertama dengan tagar #JejakIslamNusantara. Tagar tersebut bertahan 2 jam sekitar pukul 14.30 dengan 1.191.000 twitt.

Pada 13 April, ketika tim Ekspedisi Islam Nusantara memasuki Kota Surabaya, Jawa Timur, tema Islam Nusantara kembali hangat diperbincangkan dan menjadi trending topic dengan tagar #VisiIslamNusantara. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67680/islam-nusantara-4-kali-trending-topic

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 16 Maret 2015

Bangun Keuangan Inklusif, Muslimat NU Gandeng OJK

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. PP Muslimat NU mendatangani nota kesepakatan (MoU) bersama OJK (Otoritas Jasa Keuangan) disela-sela Kongres XVII Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur (26/11). Penandatanganan dilakukan oleh Muliaman D Hadad Ketua Dewan Komisioner OJK dan Hj Khofifah Indar Parawansa Ketum PP Muslimat NU.

Muliaman mengatakan, akses keuangan dijadikan program pengentasan kemiskinan secara aktif. Membuka akses keuangan inklusif, yang belum lancar menjadi lancar. "OJK berusaha mendekatkan masyarakat pada uang, kalau masyarakat sudah dekat dengan uang maka kemiskinan akan teratasi," kata Muliaman, memberikan penjelasan kepada peserta kongres.

Bangun Keuangan Inklusif, Muslimat NU Gandeng OJK (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Keuangan Inklusif, Muslimat NU Gandeng OJK (Sumber Gambar : Nu Online)


Bangun Keuangan Inklusif, Muslimat NU Gandeng OJK

Maka dari itu, pemerintah melalui OJK mengatur regulasi bagaimana layanan keuangan bisa lebih dekat dengan masyarakat. "Semoga dengan adanya MoU ini pengetahuan tentang keuangan ibu-ibu muslimat semakin baik," ujarnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Tahun ini OJK fokus pada masyarakat melek akan keuangan. Ibu-ibu itu bagaimanakan bendahara keluarga yang mempunyai kewenangan menggunakan uang keluarga. Tentunya ibu juga sebagai tiang negara. "Soalnya ibu berperan penting dalam urusan mengelola uang," tegas Muliaman.

Kerja sama ini baru pertama kali dilakukan oleh organisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia. Muslimat memiliki 34 Wilayah, 525 cabang dan ribuan pengurus anak cabang se-Indonesia.

"Ini langkah awal, nanti kita akan melakukan pilot project di beberapa daerah, saya serahkan kepada Muslimat. Tadi ibu Ketum Muslimat mengatakan telah melakukan pembinaan koperasi dan jasa keuangan di Jember dan di Jawa Barat. Kita akan optimalkan di beberapa desa," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73283/bangun-keuangan-inklusif-muslimat-nu-gandeng-ojk

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Rabu, 04 Februari 2015

PMII: Kesenjangan Ekonomi Jadi Pemicu Disintegrasi Bangsa

Palu, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminudin Maruf menuturkan bahwa ancaman terhadap NKRI bukan hanya datang dari pemahaman radikalisme agama, tapi juga dari kesenjangan ekonomi.

"Gap(ksenjangan) pembangunan antarwilayah, bahwa gap pendapatan antarpenduduk yang jauh; yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya, ini juga jauh lebih serius kepada disintegrasi bangsa," katanya pada pembukaan Kongres ke-19 PMII di Palu, Selasa (16/5).

PMII: Kesenjangan Ekonomi Jadi Pemicu Disintegrasi Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Kesenjangan Ekonomi Jadi Pemicu Disintegrasi Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)


PMII: Kesenjangan Ekonomi Jadi Pemicu Disintegrasi Bangsa

Menurut Aminuddin, pemerintah mestinya mendorong pemerataan pembangunan dan pendapatan nasional bukan untuk saling sama rata sama rasa.

"Adil, bukan sama rata sama rasa," katanya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Ia mengutip KH Hasyim Muzadi pada saat menyampaikan taushiyah peringatan Isra Miraj di Istana Negara 2016 yang mengatakan, pemerataan pendapatan bukan untuk sama rata sama rasa.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Pemerataan pendapatan, kita memastikan bahwa pemerintah bekerja untuk seluruh warga bangsa, sama-sama merasakan," ujar Aminuddin.

Ia mengingatkan bahwa, jangan bermimpi menjadi sama, mempunyai hak sama padahal kewajiban yang kita lakukan tidak sama. Begitupun di tubuh PMII, ia berharap agar tidak terjadi saling hujat antarkader PMII dikarenakan ada yang sukses dan ada yang miskin.

"Kita tidak mau menjadi generasi yang gagal. Kita tidak mau menjadi generasi muda yang membebani negara, "katanya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/78015/pmii-kesenjangan-ekonomi-jadi-pemicu-disintegrasi-bangsa

Rabu, 10 Desember 2014

Gus Maksum, Seumur Hidup untuk Pencak Silat!

Sleman, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Penasehat PSNU Pagar Nusa, KH Suharbillah, adalah murid dari pendiri Pagar Nusa, KH Maksum Jauhari (Gus Maksum), sekaligus termasuk salah satu pendiri organisasi tersebut. Saat turut serta mendirikan organisasi Pagar Nusa (tahun 1985), usianya memang masih terbilang muda, sekitar 22 tahun.

Mengenai sosok Gus Maksum, KH Suharbillah memiliki cerita, bahwa di saat PSNU Pagar Nusa akan mengadakan sebuah pertandingan antardaerah, Gus Maksum tidak menyetujui.

Gus Maksum, Seumur Hidup untuk Pencak Silat! (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Maksum, Seumur Hidup untuk Pencak Silat! (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Maksum, Seumur Hidup untuk Pencak Silat!

Saya yang bagian matur beliau. Awalnya beliau bilang tidak setuju, dengan pertimbangan tidak adanya dana, ceritanya kepada Pesantren Al-Amien Purwokerto, saat ditemui usai menghadiri acara pembukaan pelatihan pelatih tingkat nasional PSNU Pagar Nusa, Senin (03/03), di Gedung Youth Centre, Tlogoadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Namun, ketika dikatakan acaranya masih perlu persiapan tiga bulan lagi, Gus Maksum berkata; Tiga bulan lagi nanas saya sudah panen, silahkan uangnya digunakan sebagai dana.

Ia juga menceritakan, bahwa di saat Gus Maksum sedang sakit dan ada wartawan yang ingin menemuinya untuk melihat gerakan, Gus Maksum masih bisa mempraktikkan gerakannya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Beliau adalah sosok yang seumur hidupnya adalah untuk pencak silat, baik saat sehat maupun saat sakit. Bahkan kebun nanasnya pun diberikan untuk Pagar Nusa, tandasnya.

KH Suharbillah, barangkali memang tak banyak yang mengenal nama itu. Usianya sudah tidak dapat dikatakan muda lagi, 66 tahun. Ia pun tak segan bercerita bahwa tidak sedikit orang yang menganggap bahwa ia sudah meninggal.

Lho, wong iku sih urip ta?, (Lho, orang itu masih hidup kah?) ujarnya sambil terkekeh-kekeh menirukan orang-orang yang tidak percaya jika ia masih hidup.

Sosoknya yang berbadan tinggi-besar, disertai kumis dan jenggot yang dibiarkannya memanjang, tentu akan memberikan kesan sedikit seram pada orang yang pertama kali melihatnya. Ia sendiri mengakui itu. Namun siapa sangka, dibalik wajah seram tersebut tersimpan keramahan yang luar biasa.

KH Suharbillah kini berharap agar generasi PSNU Pagar Nusa dapat mengokohkan dan sekaligus mewariskan ilmu pencak silat tidak dengan sepotong-potong, tapi secara utuh.

Artinya, tidak hanya dari aspek bela diri saja yang akan dikuasainya, yang nantinya dapat memunculkan sikap arogan, namun juga aspek lainnya, seperti seni-budaya dan asma (aspek batin). Asma sendiri menurut KH Suhar Billah, adalah untuk mengikat bahwa tidak ada yang melebihi kekuatan Allah, sesuai dengan slogan PSNU Pagar Nusa, laa ghaaliba illa billah.

Kami juga berharap, pada akhirnya nanti para pendekar yang dilahirkan oleh PSNU Pagar Nusa bukanlah menjadi orang yang salah dalam mengamalkan ilmu, melainkan menjadi penolong masyarakat, tambah pria asli Trenggalek, Jawa Timur, tersebut. (Dwi Khoirotun Nisa/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50562/gus-maksum--seumur-hidup-untuk-pencak-silat

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 08 Desember 2014

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Dalam rangka memperingati tahun ketiga kepulangan mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), keluarga Almarhum menggelar acara doa bersama di kediaman Ciganjur, Ahad malam (30/12). Sebelum acara puncak doa bersama, dari pagi keluarga juga menggelar acara khataman Al-Quran yang melibatkan mahasiswa penghafal Al-Quran (huffadh) dari Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta dan santri Pesantren Ciganjur.

Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya turut menhadiri acara tahlil, istighotsah dan doa bersama ini. Para jamaah hadir atas inisiatif sendiri tanpa dikoordinasi oleh panitia.

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)


Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur

Seluruh anak, menantu dan cucu-cucu Gus Dur lengkap turut ambil bagian dalam acara ini. Turut hadir pula dalam acara ini, keluargah besar Wahid Hasyim seperti adik-adik dan keponakan-keponakan Gus Dur, antara lain Aisyah Hamid Baidlowi, Lily Wahid dan lain-lain.

Para tamu undangan yang hadir dalam acara doa bersama ini antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfudh MD, Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar, Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Persatuan Nasional (2000-2001) Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia Bhikku Dhammasubo Mahathera, Pembimbing Frather Xaverian Romo Mateo dan lain-lain.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Acara ini memang sebenarnya dimaksudkan untuk kalangan terbatas saja. Beberapa tamu undangan dan masyarakat sekitar saja. Tapi Alhamdulillah ternyata antusias masyarakat melebihi yang kami perkitakan," tutur Ibu Nyai Hj. Shinta Nuriyah isteri Almarhum Gus Dur kepada Pesantren Al-Amien Purwokerto, usai acara.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sementara itu dalam testimoninya, Mahfudh MD menyatakan, Gus Dur adalah sosok yang terbukti bersih secara hukum. Baik persidangan karena kasus Bulog maupun hibah dana dari sultan Brunei.

"Dalam kedua persidangan hukum kedua kasus tersebut, pengadilan telah menyatakan bahw Gus Dur tidak terlibat. Sementara orang-orang yang terlibat dalam Buloggate telah divonis masing-masing empat tahun," tandas Mahfudh.

Penulis : Syaifullah Amin

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41514/ribuan-jamaah-hadiri-haul-gus-dur-di-ciganjur

Jumat, 10 Oktober 2014

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia

Bandung, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Katib Syuriah PWNU Jawa Barat Prof KH Rachmat Syafei mengatakan perbedaan penentuan Hari Raya Idul Adha sebetulnya bukan hanya terjadi antara NU dan Muhammadiyah saja, bahkan di kalangan NU sendiri juga bisa saja berbeda karena berlainan metode penetapan awal bulan.

Menurut Kiai Rachmat perbedaan pendapat sudah biasa terjadi di kalangan ulama salaf dan di pesantren-pesantren, tinggal bagaimana memahami alasan dan dasar yang dipegang. Jika sudah dipahami, saling menghormati itulah yang harus dikedepankan, terangnya Sabtu pagi (4/10).

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)


Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia

Sikap masyarakat, lanjut dia harus kembali pada pendapat yang diyakini karena persoalan ini adalah masalah ibadah. Supaya tidak tersinggung, Kiai Rachmat mengajak masyarakat supaya saling memahami.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Baginya, toleransi itu sangat penting, yang tidak boleh adalah saling menyalahkan. Ia menjelaskan bahwa toleransi adalah mengajak orang untuk memahami dan bertanya kepada ahlinya. Dianggap penting karena toleransi pengaruhnya sangat besar. Toleransi adalah sesuatu yang menjadi kewajiban bagi seluruh manusia, tegas Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Kiai yang juga menjadi ketua bidang Fatwa MUI Jawa Barat ini berharap kepada masyarakat supaya meningtkatkan kesadaran toleransi dalam beragama. Ujung-ujungnya inti dari agama, kata dia, adalah memberi nasihat, oleh karena itu harus saling menasihati.

Tingkatkan pengetahuan dengan bertanya kepada ahlinya supaya objektivitasnya tinggi, sehingga agama tidak dipengaruhi emosional yang kaku. Agama memang ada sikap emosional tetapi emosional yang tidak berdasarakan syariah, maka akan terjadi pertentangan yang tidak perlu, tambah Kiai Rachmat.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jadi pendekatan utama adalah tidak berdasarkan dalil, tapi bagaimana agama disikapi dengan toleransi dan saling menasehati, pungkas pengasuh pondok Pesantren Al-Wafa, Cibiruhilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Muhammad Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54901/katib-syuriah-pwnu-jabar-toleransi-kewajiban-seluruh-manusia

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 16 Mei 2014

Koruptor Asli, Tubuh Kita Palsu

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. PBNU menggelar refleksi awal tahun 2013. Isinya mengurai kondisi Tanah Air yang masih jauh dari ideal. Baik di bidang budaya, politik, ekonomi, ataupun pendidikan. Bidang-bidang tersebut dikritik untuk perbaikan supaya di tahun-tahun mendatang lebih baik.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan refleksi dengan tema Visi NU 2013. Ia didampingi Wakil Ketua H. Asad Said Ali, Ketua PBNU Maksum Mahfudz, dan Sekretaris Lembaga Perekonomian NU Mustholihin Madjid, Rabu (9/1).

Koruptor Asli, Tubuh Kita Palsu (Sumber Gambar : Nu Online)
Koruptor Asli, Tubuh Kita Palsu (Sumber Gambar : Nu Online)


Koruptor Asli, Tubuh Kita Palsu

Setelah pidato, Kang Said, kembali menambahkan renungan. Ada tambahanrenungan, ujarnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Ia berkata, bangun tidur, kita minum Aqua, 74 persen sahamnya milik Danone Prancis atau minum teh Sariwangi, 100 persen sahamnya milik Unilever Inggris, atau minum susu merk SGM, milik Sari Husada yang 88 persen sahamnya dikuasai Ninoco Belanda.

Lalu, mandi dengan menggunakan sabun Lux, dan menyikat gigi dengan pasta gigi Pepsodent Unilever inggris. Makan pagi dengan beras impor dari Thailand. Gulanya juga impor. Santai sejenak.

Usai makan, rokonya Sampoerna 97 persen milik Philip Morris Amerika. Keluar rumah naik motor, ya buatan Jepang. Setibanya di kantor, nyalain AC buatan Jepang juga.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Menggunakan komputer dan ponsel dengan operator Indosat, XL, Telkomsel; semuanya millik asing, Qatar, Singapura, dan Malaysia. Belanja di Carfefour, punya Prancis. Kalau begitu, ke Alfa deh, 75 millik Carrefour. Bagaimana dengan Giant? Ini punya Dairy Farm.

Malaysia sama dengan Hero. Malam-malam iseng ke Circle K, dari Amerika. Kemudian ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII Bank, Niaga.

Ah, semuanya sudah milik asing walaupun namnya masih Indonesia.

Bangun rumah memakai semen Tiga Roda, Indocement sekarang sudah milik Heidelberg Jerman 61 persen, semen Gresik milik Cemex Meksiko semen Cibinong punyanya Holcim Swiss. Lalu, BB Anda pun buatan Kanada.

Jadi yang paling asli mana? Hanya koruptor di negeri ini yang asli Indonesia, pungkasnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis : ABdullah Alawi

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41699/koruptor-asli-tubuh-kita-palsu

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock