Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2017

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Kunjungan diplomatik Raja Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia, Rabu (1/3) menjadi perbincangan utama media dan netizen di dunia maya. Perbincangan heboh itu bahkan terjadi sebelum Raja Salman menginjakkan kakinya di Indonesia karena sejumlah hal yang tidak biasa dalam sebuah kunjungan diplomatik.

(Baca:Rombongan Kunjungan Raja Saudi, 1.500 Orang, 10 Menteri, dan 25 Pangeran)

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia

Namun, Indonesia menyambut baik kunjungan Raja Saudi untuk pertama kalinya setelah terakhir 47 tahun silam. Raja Salman pun memberikan kesan tersendiri terhadap sambutan Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia yang dinilainya hangat dan ramah.

Saya sangat senang sekali saat ini berada di Indonesia. Senang sekali dengan rakyat Indonesia, dan saat ini saya sedang bersama yang mulia Presiden Indonesia, ujar Raja Salman dalam kesempatan makan bersama Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pernyataan Raja Salman itu direkam Presiden Jokowi dalam video vlog pribadinya saat makan bersama. Dalam video yang diunggah juga di Fanpage Presiden Joko Widodo, Raja Salman menuturkan bahwa rakyat Indonesia baginya adalah saudara.

Dan bagi kami, rakyat Indonesia merupakan saudara kami dan juga rakyat yang sangat mulia, ujar mantan Gubernur Riyadh ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sebelumnya, Jokowi memberikan keterangan dalam vlognya bahwa dirinya sedang bersantap siang dengan Raja Salman dengan mengarahkan kamera videonya ke arah sang Raja yang terlihat sedang menikmati makanan berkuah.

Kunjungan Sri Raja Salman ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan saya ke Arab Saudi tahun 2015 yang lalu, ujar Jokowi.

Saat itu, imbuh Jokowi, dirinya menyampaikan agar Raja Salman bisa berkunjung ke Indonesia. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan bersejarah setelah 47 tahun Raja Saudi Arabia datang ke Indonesia.

Mantan Wali Kota Solo ini berharap, kunjungan ini bisa meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Saudi Arabia.

Hubungan yang saling menguntungakan, tegas Jokowi.

Dalam kunjungan ini, pemerintah Indoensia dan Arab Saudi menandatangani sejumlah kerja sama strategis di beberapa bidang. Selanjutnya, Raja Salman diagendakan memberikan sambutan di DPR RI dan berkunjung ke Masjid Istiqlal.

Dalam rentang kunjungan yang berlangsung pada 1-9 Maret 2017 ini, Raja Salman dan ribuan delegasi lain juga akan berlibur ke Bali. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75808/kesan-raja-salman-terhadap-rakyat-indonesia

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 13 Juni 2016

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Bahtsul masail atau pengkajian masalah-masalah Islam terus digiatkan PWNU Lampung. Hal ini dilakukan untuk mendinamisir pemikiran ulama dan intelektualisme warga NU. Demikian diungkapkan Ketua PWNU Lampung, KH.Khairudin Tahmid kepada Pesantren Al-Amien Purwokerto, Kamis (21/7) menanggapi peran ulama dan pesantren di tengah-tengah perkembangan zaman.

"Bahtsul masail baik yang dilakukan di pesantren maupun di lingkungan NU sangat penting dilakukan, untuk mendinamisir pemikiran ulama, karena dari situlah intelektualisme atau keulamaan NU berkembang," ungkapnya.

Dijelaskan Khairudin, antara NU dan tradisi pesantren dipertemukan dalam aktivitas Bahsul masail. Makanya, lanjut lulusan pesantren di Jombang ini, tidak aneh kalau dalam momentum perhelatan muktamar yang menjadi fokus perhatian adalah keputusan bahtsul masail NU. "Hingga kini tradisi itu tetap dipertahankan dalam setiap acara ke-NU-an, mulai dari lavel tertinggi yakni muktamar sampai istighasah di ranting-ranting NU, bahtsul masail selalu mendapat tempat," paparnya.

karena itulah, PWNU Lampung pasca muktamar ke-31 di Boyolali, terus menerus menggiatkan forum bahtsul masail sampai ke tingkat ranting NU. "Sekarang ini setiap minggu anak cabang dan ranting menyelengarakan acara tersebut, yang kemudian diangkat ke bahtsul masail level wilayah yang diselenggarakaan tiga bulan sekali. Ini berarti ranting, anak cabang dan cabang juga menyelenggarakan hal serupa. Belum lagi kalangan pesantren sendiri secara rutin juga menyelenggarakan kegiatan ilmiah tersebut," kata lulusan IAIN Raden Intan Lampung ini.

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)


Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama

Mengenai tema, dia mengatakan PWNU tidak menentukan tema, karena mencoba mengangkat persoalan yang terjadi di masyarakat paling bawah, yaitu ranting, sehingga yang diangkat adalah aspirasi mereka. "Walaupun kebanyakan dirumuskan oleh ulama dan pengurus tingkat desa, tetapi persoalan yang diangkat juga tidak kalah mendasar. Misalnya soal hukum mendapatkan hadiah Kuis SMS, perawatan jenazah dengan penguburan massal, soal tradisi kirim doa, termasuk isu kontemporer tentang munculnya kegiatan sembahyang jumat dengan imam wanita," paparnya menyudahi pembicaraan.(cih)

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3303/bahtsul-masail-mendinamisir-peran-ulama

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 06 November 2014

Al-Quran Hadiah Terindah Harlah Muslimat NU

Semarang, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Untuk menghormati arwah para syuhada NU, ibu-ibu Muslimat NU mengkhatamkan 30 Juz Al-Quran. Pembacaan dilakukan oleh 30 orang Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kota Semarang. Kegiatan tersebut merupakan peringatan hari lahir ke-71 Muslimat NU yang jatuh pada 29 Maret.

Alhamdulillah para pengurus dengan semangat mengkhatamkan Al-Quran sebagai hadiah terindah di harlah ke-71 Muslimat NU, ujar Sekretaris PC Muslimat NU Kota Semarang Hj Ulya Lilis Khadijah sebagaimana rilis yang disampaikan pada Pesantren Al-Amien Purwokerto, Kamis (30/3).

Al-Quran Hadiah Terindah Harlah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Hadiah Terindah Harlah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Al-Quran Hadiah Terindah Harlah Muslimat NU

Hajjah Ulya menjelaskan, puncak acara Harlah dipusatkan di convention hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Dalam kesempatan tersebut, selain khataman Quran juga Pelantikan Laskar Anti-Narkoba PC MNU Kota Semarang, dan bakti sosial pelayanan akseptor KB. Dalam sehari dapat melayani akseptor Implan dan IUD sebanyak 71 orang dan MOP 2 orang yang operasinya akan dilakukan menyusul pada 2 April, terangnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Ketua PC Muslimat NU Kota Semarang Hj Muslimatin Djatmiko mengajak kepada anggota Muslimat untuk menjadi teladan di lingkungannya masing-masing. Teladan tersebut bisa dibuktikan dengan berbagai aktivitas yang berkualitas yang tentunya sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunah Rasulullah. Termasuk ketika bersinggungan dengan pemerintah harus dengan ikhlas membantunya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kita harus satukan langkah membangun negeri dalam wadah NKRI dan mempertahankan Ahlusunnah wal Jamaah, ucap Hj Muslimatin.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Harlah ke-71 Muslimat NU Kota Semarang diselingi hiburan anak-anak PAUD dan TK. Juga penampilan drama yang dimainkan ibu-ibu Muslimat Anak Cabang Semarang Timur dan fashion show ibu-ibu Muslimat Cabang Kota Semarang.

Sebagai wujud rasa syukur, dilakukan pemotongan tumpeng oleh tokoh-tokoh penting di Kota Semarang yakni Wakil Wali Kota Ir Hj Hevearita G Rahayu, Ketua I PW Muslimat NU Jateng Hj Zuhar Mahsum, Ketua PCNU Kota Semarang Drs KH Anasom , Ketum PC Muslimat NU Kota Semarang Hj Muslimatin Djatmiko, Ketua Dewan Pengurus Pengelola (DPP) MAJT yang diwakili KH Muhyidin.

Perayaan berjalan sangat meriah, terbukti perkiraan dihadiri 700 orang dengan penyediaan konsumsi 1000 paket ternyata yang datang 1500 orang. Untung saja, petugas konsumsi sigap untuk pesan air mineral, roti dan nasi bungkus. Sangat menggembirakan, akhirnya aula MAJT penuh baik sisi kanan, kiri dan belakang ditambah tikar, bahkan ada yang duduk beralaskan kardus bekas air mineral, tambah Hj Ulya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76569/al-quran-hadiah-terindah-harlah-muslimat-nu-

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 27 Maret 2014

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah

Jepara, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Komunitas Mata Air Kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (13-15/02) menggelar kegiatan leadership camp. Pelatihan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, keorganisasian dan kepedulian kader terhadap masalah-masalah lingkungan. Kegiatan yang merupakan salah satu program tahunan Mata Air Jepara itu dilaksanakan di sekitar destinasi wisata Guamanik, Donorojo, Jepara.

Ika Widya, selaku panitia leadership camp mengatakan bahwa tahun ini merupakan kali kedua kegiatan tersebut dilaksanakan. Setiap tahunnya kita melaksanakan seperti ini, agar kader Mata Air dapat seimbang antara akademik di kampus dan peran mengembangkan daerah, katanya.

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)


Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah

Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan berbagai acara, diantaranya materi kepemimpinan, keaswajaan, apresiasi budaya, hingga outbound.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kita memilih tempat diujung Jepara ini agar anggota Mata Air tahu bahwa di daerah kita ada tempat sebagus ini, jelasnya.

Adib Khoiruzzaman, pembina Mata Air Kabupaten Jepara dalam nasehatnya menegaskan bahwa semua kader Mata Air Jepara harus memegang nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di manapun berada.

Saat ini ancaman terhadap faham radikal begitu besar, kampus menjadi salah satu gerbang masuknya paham radikal, sehingga kalian semua harus memegang teguh prinsip aswaja di manapun berada, tegasnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Ia menghimbau kepada seluruh anggota Mata Air Jepara untuk aktif berorganisasi, baik di kampus maupun di daerah.

Semakin orang berkumpul dengan banyak orang, maka akan semakin banyak pelajaran hidup yang didapatkan, maka berorganisasi adalah salah satu kunci sukses seorang, pungkasnya. (Mazid Maulana/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65785/sembari-pembinaan-anggota-mata-air-jepara-kenalkan-destinasi-wisata-daerah

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 08 Agustus 2013

Pojok Gus Dur Tingkatkan Daftar Dokumentasi

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Sejak diluncurkan secara resmi oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, 11 Agustus 2011, Pojok Gus Dur hingga sekarang terus mengembangkan jumlah dokumentasi berupa tulisan, buku, video, foto, rekaman yang berkenaan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Di samping sebagai tempat diskusi berbagai persoalan, Pojok Gus Dur juga ditujukan sebagai pusat rujukan bagi para peneliti atau masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dalam Presiden ke-4 RI ini. Melaluinya diharapkan proses desiminasi dan pengembangan pemikiran dan perjuangan Gus Dur dapat berjalan.

Pojok Gus Dur Tingkatkan Daftar Dokumentasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pojok Gus Dur Tingkatkan Daftar Dokumentasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Pojok Gus Dur Tingkatkan Daftar Dokumentasi

Sekarang mulai terkumpul beberapa bendel kliping berita dan wacana Gus Dur di media, kata Athaillah, salah satu pustakawan Little Museum yang terletak di lantai 1 Gedung PBNU, Jakarta Pusat ini, Rabu (25/7).

Kliping tersebut, di antaranya, meliputi kegiatan Gus Dur selama menjabat presiden, keterlibatannya dalam NU, serta gerakannya saat bersinggungan dengan kekuasaan Soeharto.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pojok Gus Dur adalah bekas kantor Gus Dur sejak menjadi Ketua Umum PBNU tiga kali berturut-turut (1984-1999) hingga wafat. Atas dasar penghargaan dan pemanfaatan ruangan, PBNU merestui menjadikannya perpustakaan, ruang diskusi, serta pusat dokumenasi di bawah pengelolaan Yayasan Bani Abdurrahman Wahid.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Alissa Wahid, putri sulung Gus Dur yang sekaligus Sekretaris Yayasan Bani Abdurrahman Wahid, menyatakan, Pojok Gus Dur adalah salah satu upaya mendorong lahirnya pemikir-pemikir kritis dan bijaksana, yang bisa membawa perspektif Gus Dur dalam membela rakyat untuk tujuan mulia, yaitu bangsa.

Pojok itu adalah sudut di mana beliau berkarya memberikan banyak manfaat, tidak hanya untuk NU tapi bangsa Indonesia, tandasnya.

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38949/pojok-gus-dur-tingkatkan-daftar-dokumentasi

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 12 Januari 2012

Gus Mus Difitnah soal Dewan Revolusi Nasional

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Di zaman media sosial memudahkan segalanya, tapi kecanggihan teknologi ini ternyata juga sering disalahgunakan dengan hal-hal yang tidak benar. Di antaranya yang sering terjadi adalah pencatutan nama atau fitnah. Kali ini menimpa ulama kharismatik KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Pengasuah Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Remabng itu mendapat fitnah tentang adanya Naskah Pengantar Deklarasi Dewan Revolusi Nasional (DRN) 2016 dengan mencatut nama beliau yang diunggah di akun facebook atas nama Bambang Tri.

Gus Mus Difitnah soal Dewan Revolusi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Difitnah soal Dewan Revolusi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Mus Difitnah soal Dewan Revolusi Nasional

Ternyata hal itu tidak benar dan merupakan fitnah. Gus Mus yang telah dicatut namanya dan dijadikan objek fitnahan tersebut membantahnya dalam akun facebooknya. Gus Mus menjawab:

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Lha kok ya ada yang tega-teganya bikin beginian dan ada yang percaya lagi. Salahku apa, kok orang-orang termasuk yang gak kenal aku menyangkut-pautkan aku dalam kepentingan mereka, tutur Gus Mus dalam akun facebooknya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Hal senada juga diutarakan oleh putri beliau, Ienas Tsuroiya, yang prihatin atas fitnah yang menimpa beliau. Apalagi, keluarga masih dalam keadaan berduka selepas wafatnya Bu Nyai Fatma.

"Nggak habis pikir saya, kok ada orang yang setega ini. Tolonglah, Abah saya masih dalam suasana duka. Kenapa diperlakukan seperti ini, keluh Ienas di laman facebook pribadinya.

Gus Mus pantas marah, karena ini bukan sekali dua kali beliau difitnah. Apalagi, hal ini ditengarai mengarah kepada salah satu pasangan calon yang kalah dalam pilpres tahun 2014 lalu.

YA ALLAH, Ampunilah mereka, ALLAHUMMAHDIHIM," ucap Gus Mus. (Sindikasi Media/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69883/gus-mus-difitnah-soal-dewan-revolusi-nasional

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selasa, 01 Juni 2010

Yang Terjadi Setelah Wahabi Membunuh Setengah Juta Muslim

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Kalau mau diruntut, akar ideologi Wahabi itu Ibn Taymiyyah. Dari Ibnu Taymiyyah, mengalir ke murid-muridnya generasi awal, yaitu: Ibnu Qayyim al-Jawziyyah.

Yang Terjadi Setelah Wahabi Membunuh Setengah Juta Muslim
Yang Terjadi Setelah Wahabi Membunuh Setengah Juta Muslim


Selang generasi kemudian, muncul Muhammad ibn Abdul Wahhab. Orang ini, menurut Hamid Alghar, bukan ulama besar, tapi ideolog yang bersekutu dengan penguasa suku Dariyah, namanya Ibn Saud. Dari aliansi ini, kelak terbentuk Saudi Arabia.

Pada fase-fase konsolidasi awal, sekitar 1920-an, aliansi ideolog dan kepala suku kasar ini telah membunuh hampir setengah juta muslim yang tidak sealiran. Selang generasi kemudian, muncul ideolog-ideolog lain seperti Taqyuddin Nabhani (pendiri Hizbut Tahrir di Palestina) dan muridnya Nashiruddin al-Albani.

Albani ini bekas tukang servis jam, namun terus nulis kitab tentang silsilah hadis sahih dan dhaif. Kitab ini jadi pegangan Wahabi untuk menilai kriteria hadis yang bisa dipakai menurut madzhab mereka sendiri. Banyak hadist yang selama ini dipakai NU, didhaifkan atau dimaudhu'kan oleh Albani.

Jadi, kalau kita temukan buku, pamflet, majalah, narasi, dan tayangan yang mengutip hadist lalu dberikan keterangan "disahihkan atau di-dhaifkan oleh Albani", itu ciri-ciri aliran wahabi. Kalau di kalangan NU dikenal kutub sittah (Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, Nasa'i, dan Ibn Majah), mereka mengangkat imam hadis, namanya Mbah Albani. Hadist-hadits yang dinyatakan sahih atau hasan oleh keenam perawi hebat itu belum cukup sebelum ditashih oleh Mbah Albani yang wahabi itu.

Pada generasi mutakhir, kerajaan Arab Saudi mengangkat 'polisi fatwa' untuk mengawasi ajaran Islam, antara lain Bin Baz dan kemudian digantikan Utsaimin. Hati-hati kalau beli kitab. Lihat cetakannya. Sekarang ini banyak kitab-kitab yang jadi rujukan kalangan NU yang diberi anotasi (ditahqiq atau diberi syarah) oleh Wahabi.

Riyadhus Salihin karya Imam Nawawi misalnya, disyarah oleh Utsaimin. Bagian-bagian yang tidak cocok, ia 'disortir'. Kalaupun dipertahankan, ya diberi catatan-catatan jelek. Itulah cara-cara wahabi untuk mendikite umat mengikuti mereka. Pintar sekali orang-irang wahabi mempengaruhi orang untuk ikut ajaran mereka. Yang tidak sesuai mereka, akan dituduh murtad, sesat dan bid'ah. Orang awam agama akan berpikir, daripada dianggap sesat lebih baik mereka nurut saja.

Ada yang menyebut, wahabisme adalah bentukan Inggris. Sebenarnya, wahabisme pada awalnya bukan bentukan Inggris. Ia lahir tahun 1700-an (Muhammad ibn Abdul Wahab lahir tahun 1703). Dalam perjalanan, Inggris mendekati Asia Barat Daya yang kaya minyak. Ketika itu, Inggris perlu resources utk menghadapi kekuatan lain, yaitu Perancis, Jerman, Rusia, dan Turki.

Pada 1865, seorang kolonel Inggris menemui Raja di Istana Saud di Riyadh menawarkan uang dan bantuan. Deal yang lebih jelas diteken pada tahun 1915. Ada operator luar biasa, namanya John Philby, yang memerankan upaya hebat Inggris dalam rangka mengontrol Saudi.



Philby ini bahkan berpura-pura menjadi mu'allaf, berganti nama menjadi Abdullah. Philby menggerakkan para petarung wahabisme yang direkrut dari orang-orang Badui yang kemudian diberi nama al-Ikhwan, untuk membantu Inggris menguasai Teluk Persia.

Salah satu maha karyanya berpuncak pada keruntuhan Khilafah Turki Usmani pada 1924. Maunya Inggris, kekhilafahan Islam harus pindah pusat ke Saudi, yang sudah dalam cengkeraman Inggris. Dengan menguasai Saudi dan memindahkan kekhilafahan Islam ke jazirah Arab, Inggris berharap dapat menguasai seluruh dunia Islam yang rata-rata kaya SDA.

Dari 1920-an hingga awal 1940-an, Asia Barat Daya praktis berada dalam cengkeraman skenario imperialisme Inggris. AS mulai masuk ke jazirah, dibrokeri oleh John 'Abdullah' Philby tadi. Setelah pura-pura menajdi mu'allaf, dia menjadi agen lepasan. Dia menjadi konsultan Socal (Standard Oil of California).

Mengaku dekat dengan keluarga Raja, Philby membantu perusahaan-perusahaan minyak AS (Socal, Texaco, Exxon- Mobil, dan Aramco) dan berhasil mendapatkan konsesi ladang-ladang minyak Saudi pada 1933.

Pada 1945, di sebuah geladak kapal yang berlabuh di Great Bitter Lake, di atas Terusan Suez, Franklin Delano Roosevelt bertemu dengan Raja Abdul Aziz bin Saud. Pertemuan ini menjadi semacam inagurasi dari konsesi minyak yang sudah diteken pada 1933.

Setelah pertemuan tersebut, FDR dengan lantang berkata: "Dengan ini saya menyatakan bahwa pertahanan Saudi Arabia sangat penting bagi pertahanan Amerika Serikat." Sejak saat itulah, AS berhasil menggeser dominasi Inggris. AS mulai terlibat dalam petualangan maut, membina dan menggandeng kelompok Islam militan yang kelak menyebar prahara di dunia Islam.

Dalam bahasa Robert Dreyfuss, AS telah menabuh dan memainkan permainan iblis (devil's game) selama 60 tahun, sebelum akhirnya mereka terhenyak oleh peristiwa 9/11/2001. Osama, yang dulu menikmati proyek-proyek bantuan AS di Arab Saudi, tiba-tiba nekat menyuruh orang menabrak menara kembar WTC dan Pentagon. Sejak saat itulah, AS terus memproduksi dalih untuk mewujudkan skenario benturan.

Gagal Paham Tentang Saudi di Indonesia

Tradisi wahabi adalah penghancuran. Menurut Oalgrave, dalam menaklukkan, mereka memilih membantai dan menghancurkan, ketimbang menyasar barang rampasan. Pada 1802, mereka menyerbu Karbala, menghancurkan kubah di atas makam imam-imam Syiah dan membunuh sebagian besar penduduk kota. Jadi kalau sekarang Wahabi mau basmi Syiah, itu hanya memutar kembali cerita lama, kesumat yang tidak ada habis-habisnya.

Provokasi perpecahan yang ditimbulkan kian meluas. Indonesia sudah darurat wahabi. Semua harus bangkit mencegah dengan cara cerdas dan beradab sebelum NKRI porak-poranda seperti Timur Tengah. [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/yang-terjadi-setelah-wahabi-membunuh-setengah-juta-muslim.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock