Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2017

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Kunjungan diplomatik Raja Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia, Rabu (1/3) menjadi perbincangan utama media dan netizen di dunia maya. Perbincangan heboh itu bahkan terjadi sebelum Raja Salman menginjakkan kakinya di Indonesia karena sejumlah hal yang tidak biasa dalam sebuah kunjungan diplomatik.

(Baca:Rombongan Kunjungan Raja Saudi, 1.500 Orang, 10 Menteri, dan 25 Pangeran)

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia

Namun, Indonesia menyambut baik kunjungan Raja Saudi untuk pertama kalinya setelah terakhir 47 tahun silam. Raja Salman pun memberikan kesan tersendiri terhadap sambutan Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia yang dinilainya hangat dan ramah.

Saya sangat senang sekali saat ini berada di Indonesia. Senang sekali dengan rakyat Indonesia, dan saat ini saya sedang bersama yang mulia Presiden Indonesia, ujar Raja Salman dalam kesempatan makan bersama Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pernyataan Raja Salman itu direkam Presiden Jokowi dalam video vlog pribadinya saat makan bersama. Dalam video yang diunggah juga di Fanpage Presiden Joko Widodo, Raja Salman menuturkan bahwa rakyat Indonesia baginya adalah saudara.

Dan bagi kami, rakyat Indonesia merupakan saudara kami dan juga rakyat yang sangat mulia, ujar mantan Gubernur Riyadh ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sebelumnya, Jokowi memberikan keterangan dalam vlognya bahwa dirinya sedang bersantap siang dengan Raja Salman dengan mengarahkan kamera videonya ke arah sang Raja yang terlihat sedang menikmati makanan berkuah.

Kunjungan Sri Raja Salman ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan saya ke Arab Saudi tahun 2015 yang lalu, ujar Jokowi.

Saat itu, imbuh Jokowi, dirinya menyampaikan agar Raja Salman bisa berkunjung ke Indonesia. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan bersejarah setelah 47 tahun Raja Saudi Arabia datang ke Indonesia.

Mantan Wali Kota Solo ini berharap, kunjungan ini bisa meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Saudi Arabia.

Hubungan yang saling menguntungakan, tegas Jokowi.

Dalam kunjungan ini, pemerintah Indoensia dan Arab Saudi menandatangani sejumlah kerja sama strategis di beberapa bidang. Selanjutnya, Raja Salman diagendakan memberikan sambutan di DPR RI dan berkunjung ke Masjid Istiqlal.

Dalam rentang kunjungan yang berlangsung pada 1-9 Maret 2017 ini, Raja Salman dan ribuan delegasi lain juga akan berlibur ke Bali. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75808/kesan-raja-salman-terhadap-rakyat-indonesia

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selasa, 17 Januari 2017

Keutamaan Hari Arafah

Ketika Allah s.w.t memerintkah Nabi Ibrahim a.s. untuk menyeru kepada manusia untuk mengerjakan haji, maka beliau bergegas berseru : "Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membangun rumah (Ka'bah) maka berhajilah ke sana". Semua manusia telah menjawab seruan itu bahkan calon embrio yang masih berada dalam sperma lelaki dan sel telur perempuan.

Keutamaan Hari Arafah
Keutamaan Hari Arafah


Allah s.w.t. berfirman:

{ وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَميِقٍ } [الحج:27]

Artinya : "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan dating kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka akan dating dari segenap penjuru yang jauh". [QS. Al-Hajj : 27]

Pada hari-hari semacam ini (permulaan Dzul Hijjah) jama'ah haji saling bertemu di rumah Allah dengan mengumandangkan Talbiyah untuk memenuhi seruan Nabi Ibrahim a.s. seraya mengharapkan ridho dari Allah s.w.t. dan membentangkan diri untuk mendapatkan curahan rahmat yang Allah turunkan di hari-hari seperti ini yang pada puncaknya adalah pada hari Arafah.

Hari Arafah merupakan hari pembebasan dari Neraka bagi mereka yang menjaga pendengarannya dari hal yang buruk, bagi mereka yang turut berpuasa di hari tersebut dengan mengharapkan keridhoan dari Tuhannya. Hal ini tak lain karena Allah s.w.t. telah menjamin pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa di hari Arafah.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"من صام يوم عرفة غفر له سنة أمامه وسنة خلفه, ومن صام عاشوراء غفر له سنة". رواه الطبراني في الأوسط

Artinya : "Barang siapa yang berpuasa di hari Arafah, maka dia diampuni (dari dosanya) setahun setelah dan sebelumnya. (Sedangkan) barang siapa yang berpuasa pada hari Asyura', maka ia diampuni (dari dosa) setahun". HR. Thabrani dalam Al-Ausath

Hari Arafah adalah puncak dari harapan para jama'ah haji, sebab pada hari itulah mereka bias memperoleh segala pengharapan. Begituhalnya Tuhan menatap mereka dengan pandangan keridhoan.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"إِنَّ اللَّهَ - تعالى - تطوَّل – أي تفضل - عَلَى أَهْلِ عَرَفَاتٍ يُبَاهِي بهم الْمَلاَئِكَةَ يَقُولُ : يَا مَلاَئِكَتِي ، انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْثًا ، غُبْرًا أَقْبَلُوا يَضْرِبُونَ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ، فأشهدكم أَنِّي قَدْ أَجَبْتُ دَعَاءهُمْ ، وَشَفَعْتُ رَغْبَتَهُمْ ، وَوَهَبْتُ مُسِيئَهُمْ لِمُحْسِنِهِمْ ، وَأَعْطَيْتُ مُحْسِنيهُمْ جَمِيعَ مَا سَأَلُونِي غَيْرَ التَّبِعَاتِ الَّتِي بَيْنَهُمْ ". رواه أبو يعلى

Artinya: "Sesungguhnya Allah s.w.t. memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para Malaikat dan berfirman : "Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan do'a mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka". (HR. Abu Ya'la)

Lebih dari itu, Hari Arafah adalah hari paling agung di mana Allah mengampuni dosa-dosa Kaum Mukminin di segala penjuru dunia mana kala mereka membentangkan diri untuk mendapatkan anugerah Allah yang dicurahkan pada hari tersebut dengan do'a yang sungguh-sungguh.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"إذا كان يوم عرفة لم يبق أحد في قلبه ذرة من إيمان إلا غفر له. فقيل : يا رسول الله المعروف خاصة؟ أي – لمن وقف في عرفة خاصة – أم للناس عامة؟ قال : بل للناس عامة". رواه أبو داود

Artinya : "Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya : Ya Rasulallah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia?, Rasulullah menjawab : Untuk semua manusia". HR. Abu Daud

Pada hari ini (Arafah) adalah hari pembebasan dari Api Neraka dan Allah s.w.t. sangat bermurah hati dan penuh dengan kasih sayang. Diriwayatkan dari Jabir r.a., beliau berkata:

"ما من يوم أفضل عند الله من يوم عرفة ينزل الله تعالى إلى سماء الدنيا فيباهي بأهل الأرض أهل السماء فيقول انظروا إلى عبادي جاؤوني شعثا غبرا ضاجين جاؤوا من كل فج عميق يرجون رحمتي ولم يروا عقابي فلم ير يوما أكثر عتقا من النار من يوم عرفة". رواه البيهقي

"Tidak ada hari yang lebih utama di hadapan Allah melebihi Hari Arafah. (Urusan) Allah s.w.t. turun ke langit dunia, Allah pun membanggakan penduduk bumi kepada penduduk langit seraya berfirman : "Lihatlah kepada hamba-hambaku yang datang kepadaku dengan tubuh lusuh penuh debu menggaduh. Mereka datang dari segala penjuru yang jauh dengan mengharapkan rahmatKu sedangkan mereka tidaklah melihat siksaanku". Maka tidaklah ada hari di mana pembebasan dari Neraka itu melebihi di Hari Arafah". (HR. Baihaqi)

Paling utamanya do'a pada Hari Arafah baik bagi jama'ah haji ataupun yang lainnya adalah :

"لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ"

Rasulullah s.a.w. bersabda :

"خير الدعاء دعاء يوم عرفة, وأفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي : لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ". رواه الإمام مالك

Artinya : "Sebaik-baik do'a adalah do'a pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga Para Nabi sebelumku adalah : Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syai'in Qodiir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya)". HR. Imam Malik

Adapun do'a yang sering dipanjatkan Nabi s.a.w. pada Hari Arafah adalah :

"اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ نَقُوْلُ, وَخَيْراً مِمَّا نَقُوْلُ, اَللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ, وَإِلَيْكَ مَآبِيْ وَلَكَ رَبِّيْ تُرَاثِيْ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَّاتِ الْأَمْرِ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَهِبُّ بِهِ الرِّيْحُ".

Artinya : "Ya Allah segala puji hanyalah milikMu sebagaimana kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari pada apa yang kami ucapkan. Ya Allah, hanyalah untukMu Shalat, hidup dan matiku. Hanyalah kepadaMu tempat kembaliku. Hanyalaha milikmu segala peninggalanku. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari siksa kubur, gangguan dalam hati dan terpecahnya segala urusan. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari keburukan yang tertiup bersama angin".

Di antara kedermawanan Allah s.w.t. dengan segala kemurahan dan anugerah yang Dia limpahkan serta pengampunan atas segala dosa kepada para hambanya serta pembebasan mereka dari Api Neraka di segala penjuru dunia pada Hari Arafah itu membuat Setan merasa sakit yang sangat serta merasakan kerugian yang sangat besar (sebab telah lama ia menjerumuskan manusia, malah diampuni dosa mereka). Rasulullah s.a.w. bersabda:

"ما رؤى الشيطان يوما هو فيه أصغر ولا ادحر ولا أحقر ولا أغيظ منه في يوم عرفة وما ذاك الا لما رأى من تنزل الرحمة وتجاوز الله عن الذنوب العظام". رواه الإمام مالك

Artinya : "Tidak ada hari di mana Setan Nampak lebih kerdil, terusir dan marah melebihi di Hari Arafah. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena dia melihat limpahan rahmat dan pengampunan Allah dari dosa-dosa besar". (HR. Imam Malik). [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Imam Abdullah El-Rashied, mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College, Mukalla, Hadramaut, Yaman.

Catatan:

Artikel ini disarikan dari Khutbah yang disampaikan oleh Dr. Salim Abu Bakar Al-Haddar, Wakil Dekan Fakultas Syariah di Imam Shafie College pada hari Jum'at 7 Dzul Qo'dah 1437 H / 8 September 2016 di Masjid Imam Syafi'I, Mukalla, Hadramaut, Yaman.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/keutamaan-hari-arafah.html

Senin, 02 Mei 2016

Menengok Tradisi Lebaran di Maroko

Tanger, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Ketika berbicara lebaran tentunya setiap tempat memilki tradisi masing-masing, mulai dari menjelang hari raya sampai menyambut malam takbiran hingga berakhirnya shalat hari raya Idul Fitri.

Seperti halnya tradisi lebaran di Indonesia dengan Maroko banyak sekali perbedaannya. Namun ada juga sebagian tradisi yang mirip dengan Indonesia.

Menengok Tradisi Lebaran di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Tradisi Lebaran di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)


Menengok Tradisi Lebaran di Maroko

Tradisi Mudik

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Maroko juga memilki tradisi mudik seperti yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Tradisi mudik bisa menjadi moment pengungkapan kemenangan dan kegembiraan setelah sebulan berpuasa.

Mudik lebaran yang setiap tahun menjadi peristiwa (mobilisasi) rutin luar biasa ini terkadang merepotkan untuk mendapatkan tiket keluar kota, jadi jika ingin pergi keluar kota seminggu sebelumnya harus sudah memesan tiket terlebih dahulu. Biasanya tempat tujuan utama bagi warga Indonesia khususnya pelajar Indonesia di Maroko tatkala lebaran tiba yaitu di kota Rabat. Tepatnya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat.

Berburu Baju Baru

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Lebaran erat sekali hubungannya dengan baju baru. Ini yang menarik. Mulai H-7 toko-toko pakaian dipadati pengunjung. Mereka berdesak-desakan untuk memilih-milih busana yang akan mereka beli demi meramaikan tradisi Baju Baru di Hari Lebaran. Mereka berlomba-lomba untuk memperbarui tampilan mereka saat Lebaran. Tradisi semacam ini yang biasa dijumpai di tanah air ternyata tak jauh berbeda dengan Maroko. Masyarakat Maroko khususnya kaum hawa rela berdesak-desakan di tengah teriknya matahari hingga menjelang maghrib, mereka terlihat begitu antusias untuk membeli baju baru demi untuk merayakan hari lebaran. Hampir di semua pasar-pasar di pusat kota selalu di penuhi para pemburu baju baru.

Biasanya para pria membeli pakaian tradisional Maroko yang disebut Djellaba (jubah panjang di sertai penutup kepala) lengkap dengan sandal tradisional. Untuk kaum wanitanya biasanya membeli Takchita atau Kaftan dan juga sandal tradisonal khas Maroko yang sangat cantik untuk dipakai di hari raya.

Malam Takbiran

Tatkala matahari tenggelam di akhir bulan Ramadhan, gema suara takbir dari corong-corong masjid langsung menyambutnya dengan merdu dan membahana. Suara takbir semakin menggema tatkala iringan sepeda motor dan mobil berarakan di jalan raya sambil mengumandangkan takbir dengan serempak. Tak hanya itu, letusan kembang api juga ikut mewarnai kemeriahan di hari kemenangan ini. Maklumlah, hari ini adalah Hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan umat Islam, setelah satu bulan lamanya mereka menjalankan ibadah Ramadhan. Tapi suasana itu bisa dirasakan di Indonesia lain halnya di Maroko yang terkenal dengan sebutan negeri seribu benteng ini. Susana malam takbiran di Maroko laksana kota mati, tak ada suara takbir menggema dari berbagai sudut kota, baik di masjid atau musholla. Tak ada istilah takbir keliling dan kembang api.

Ketika keluar dari rumah jalanan pun terlihat sepi, lalu lalang kendaraan berjalan normal seperti biasanya. Seolah tidak ada moment besar terjadi pada hari ini, Ternyata Maroko menyebut hari raya Idul Fitri sebagai hari raya ashor (kecil) dan hari raya Idul Adha sebagai hari raya kabir (besar) jadi wajar saja kalau masyarakat Maroko lebih suka untuk merayakan hari raya qurban dari pada hari raya Idul Fitri. Tidak hanya itu, Masyarakat Maroko juga mengganggap sebuah aib jika tidak melaksanakan qurban. Jadi bisa dipastikan ketika hari raya qurban tiba semua masyarakat Maroko sudah mempersiapkan hewan kurban.

Untunglah setiap malam takbiran tiba KBRI Rabat selalu mengundang semua warga Indonesia di Maroko untuk mengumandangkan takbir bersama di ruang serba guna sekaligus pemberian zakat bagi semua warga Indonesia yang hadir. Setidaknya pertemuan tersebut bisa mengobati rasa rindu kepada keluarga tercinta di kampung halaman.

Ketupat

Layaknya baju baru, lebaran juga identik dengan ketupat atau sering disebut kupat. Orang Jawa mengartikan istilah kupat dengan ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Biasanya, ketupat disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng. Ini pun ternyata ada makna filosofisnya. Opor ayam menggunakan santan sebagai salah satu bahannya. Santan, dalam bahasa Jawa disebut santen yang mempunyai berkait dengan pangapunten alias memohon maaf. Karena dekatnya kupat dengan santen ini, ada pantun yang sering dipakai pada kata-kata ucapan Idul Fitri: Mangan kupat nganggo santen/ menawi lepat, nyuwun pangapunten. (Makan ketupat pakai santan/bila ada kesalahan mohon dimaafkan). Tapi lagi-lagi ini hanya bisa dirasakan di tanah air yang memilki banyak makanan khas yang kaya akan cita rasanya.

Sementara Maroko punya sajian istimewa tersendiri buat lebaran yaitu pie ayam. Hidangan ayam yang satu ini rasanya gurih dan sedikit asam. Diberi topping almond yang renyah juga dibumbui dengan air jeruk lemon. Gurih-gurih renyah dan asam! Untuk menandai berakhirnya bulan puasa umumnya dilakukan berbagai persiapan. Seperti membuat halawiyat (manisan) atau kue kering dan menyiapkan hidangan lezat dan mewah. Baik untuk dinikmati bersama keluarga atau diberikan sebagai hantaran. Tradisi ini dilakukan warga Maroko menjelang lebaran, biasanya para wanita sibuk di dapur untuk menyuapkan kue-kue. Namun ada juga yang memilih untuk membeli kue jadi di toko terdekat.

Selanjutnya makanan tersebut dihidangkan diatas atas meja ketika hari lebaran tiba. Sebelum menyantapnya warga Maroko terlebih dahulu menyantap Dajaj Muhamar yaitu ayam panggang yang disajikan dalam piring besar dan dimakan bersama-sama anggota keluarga lainnya. Setelah itu, biasanya seluruh keluarga menikmati teh khas Maroko yang disebut Atai.Teh disajikan dalam teko berdesain cantik dan unik yang disebut Barad.

Didalam penuangan Atai ini memilki aturan tersendiri, biasanya setelah dituangkan ke dalam gelas kemudian dimasukan lagi ke dalam teko dan dituangkan lagi hingga tiga kali. Kata warga Maroko disitulah letak kenikmatan cita rasa Atai yang sesungguhnya. Jadi jika tidak melalui proses tersebut bagi mereka kurang sempurna. Untuk menemani minuman Atai, biasanya ada makanan pendamping yang diberi nama Zamita.

Bagi WNI yang merayakan lebaran di negeri seribu benteng ini jangan berharap bisa menemukan restoran yang menjual makanan khas Nusantara, jangankan menu masakannya, untuk mendapatkan bumbunya saja tidak ada pasar atau tempat khusus yang menjual bumbu masakan khas Indonesia. Satu-satunya cara untuk mendapatkan menu lebaran tersebut dengan mendatangi wisma duta Indonesia KBRI Rabat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri yang tiap tahun diadakan di halaman wisma tersebut.

Kegiatan ini merupakan acara rutinan yang diadakan oleh KBRI Rabat untuk mengumpulkan semua warga Indonesia di Maroko. Selesai sholat Ied, semua bersalam-salaman sekaligus halal bihalal di tempat kediaman Dubes RI di Maroko, sekitar setengah jam kemudian dilanjutkan dengan acara makan-makan di tempat kediaman dinasnya yang asri, luas dan rimbun ini. Disinilah segala jenis makanan nusantara bisa ditemui dan dinikmati, mulai dari opor ayam, ketupat, lontong, soto madura, dan lain-lain.

Lebaran di Wisma Duta Indonesia juga merupakan ajang bertemunya seluruh warga Indonesia dari segala penjuru Maroko. Bertemu dengan orang-orang yang senasib dan seperjuangan, membuat rasa sedih dan nelangsa hilang saat itu meski usai acara tersebut rasa kangen rindu terhadap keluarga di rumah kembali menyelimuti.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46430/menengok-tradisi-lebaran-di-maroko

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 08 April 2016

Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik

Probolinggo, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Pimpinan Cabang Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Kota Kraksaan, Senin (9/5) malam resmi dilantik di halaman Masjid Bin KH Aminuddin area Pondok Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Para pengurus ISHARI ini dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah ISHARI Jawa Timur H. Yusuf Arif Anwar.

Pelantikan yang digelar dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 NU ini dihadiri Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin, Kasdim 0820 Probolinggo Mayor Inf. Winarso, Kapolsek Kraksaan Kompol Faroek Mahmud, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan serta lembaga dan badan otonom PCNU Kota Kraksaan.

Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)


Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik

Dalam sambutannya Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin mengungkapkan para pengurus harus berkhidmat dengan ikhlas hanya semata-mata untuk Allah. Jangan pernah mengharapkan bayaran di NU, karena NU tidak bisa memberikan bayaran.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pengurus MWCNU yang sudah mampu membangun kantor dengan swadaya. Sebab kantor ini merupakan simbol organisasi dan perjuangan para ulama NU. Meskipun tidak ada dukungan biaya, namun kantor ini bisa selesai karena bermodalkan semangat dan berkhidmat untuk masyarakat, katanya.

Menurut Hasan, selama ini PCNU Kota Kraksaan belum mampu memberikan bantuan penuh kepada semua pengurus MWCNU. Walaupun demikian, diharapkan para pengurus NU ini bisa memberikan warna dalam mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dengan berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), berarti masyarakat memiliki benteng yang kuat. Sehingga organisasi di luar NU tidak mampu mengembangkan sayapnya, jelasnya.

Lebih lanjut Hasan menyampaikan rasa bangganya karena pengurus ISHARI Kota Kraksaan banyak diisi oleh generasi muda. Dengan demikian para generasi muda akan memiliki kejadian positif di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Saya bangga karena banyak anak muda yang mau bergabung dengan ISHARI. Sampaikan kepada generasi muda yang lain agar senantiasa tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Para generasi muda harus bisa belajar terhadap sejarah berdirinya NKRI yang tidak bisa dipisahkan dengan NU, pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan beragam hadiah dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang diadakan dalam rangka memeriahkan Harlah ke-93 NU. Baik yang diadakan oleh PCNU Kota Kraksaan sendiri maupun lembaga dan badan otonomnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68078/peringati-harlah-nu-kepengurusan-ishari-kraksaan-dilantik

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 04 April 2016

Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Sejumlah menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menghadiri seminar internasional yang diselenggarakan oleh KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al-Hikam II Beji, Depok, Kamis (30/10).

Mereka adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa dan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Mantan menteri luar neger Hasan Wirajuda yang semenjak awal mendukung pelaksanaan acara International Conference of Islamic Scholar (ICIS) bersama KH Hasyim Muzadi juga terlihat hadir dan menyampaikan materi.

Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok (Sumber Gambar : Nu Online)


Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok

Seminar internasional kali ini membahas tema konflik dan transisi demokrasi di Timur Tengah. Secara khusus pembahasan lebih mengarah kepada persoalan ISIS atau kelompok negara Islam d Irak dan Suriah.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Seminar dihadiri sekitar 400 orang yang terdiri dari ulama dan cendekiawan muslim lintas ormas, termasuk para kiai dan pengurus NU dari berbagai daerah yang akan mengikuti Munas dan Konbes di PBNU 1-2 November mendatang.

KH Hasyim Muzadi mengatakan, selama ini informasi mengenai ISIS tidak utuh dan sepotong-potong. Dengan menghadirkan para pakar nasional serta cendekiawan Muslim dari Mesir, Irak dan Suriah diharapkan para kiai khususnya dan umat Islam dapat memperoleh informasi yang utuh mengenai ISIS.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Karena pendirian yang semacam ISIS ini ada di Indonesia. Harus ada pengertian yang utuh mengenai ISIS. Kalau sudah ngerti maka akan waspada. Lebih dari itu diharapkan kita dapat menjelaskan ISIS kepada masyarakat sembari mengembangkan ajaran Islam yang moderat, katanya kepada wartawan usai pembukaan seminar.

Seminar internasional dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan mantan menteri luar negeri Hasan Wirajuda menyampaikan kata pengantar.

Seminar internasional didukung juga oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Sejumlah pejabat penting dijadwalkan akan berbicara antara lain Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman, dan mantan Kepala BNPT Ansyad Mbai. Sementara itu juga terlihat hadir dalam dalam acara pembukaan Ketua DPP PPP Romahurmuzi yang sempat berbincang dengan KH Hasyim Muzadi di kediamannya. (Dwi Niar/ Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55412/sejumah-menteri-hadiri-kegiatan-kh-hasyim-muzadi-di-depok

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 18 Desember 2015

Kemenag Kalbar Nobatkan MTs Aswaja Juara I Humas Award

Pontianak, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat menobatkan MTs Aswaja sebagai juara terbaik I karena paling aktif mengirim berita untuk website milik Kemenag Kalbar. Sebagai juara I, madrasah tersebut mendapat hadiah Humas Award. Sementara terbaik kedua diraih Madrasah Kubu Raya dan juara ketiga diraih Madrasah Aliyah Negeri Sintang.

Penobatan juara disampaikan pada Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke-71 di aula H. Abdur Rani Mahmud, Komplek IAIN Pontianak, pada 7 Januari lalu.

Kemenag Kalbar Nobatkan MTs Aswaja Juara I Humas Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Kalbar Nobatkan MTs Aswaja Juara I Humas Award (Sumber Gambar : Nu Online)


Kemenag Kalbar Nobatkan MTs Aswaja Juara I Humas Award

Kepala MTs Aswaja Kota Pontianak Sholihin H. Z menerima penghargaan Humas Award yang diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat H. Syahrul Yadi.

Sholihin, Kepala MTs yang pernah meraih juara I Kepala MTs berprestasi tahun 2015 itu, mengaku tidak menyangka madrasah yang dipimpinnya ditetapkan sebagai terbaik I dalam ajang Humas Award.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Tentu ini menjadi pemacu dan pemicu kami untuk berkarya lebih nyata. Selain memberikan kontirbusi untuk website, juara tersebut dengan sendirinya mengangkat nama MTs Aswaja. Mudah-mudahan nantinya akan muncul karya-karya lain khususnya dari intern madrasah kami," katanya melalui siaran pers.

Penyerahan juara tersebut dihadiri pejabat Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat serta undangan terkait. Hadir pula perwakilan IAIN Pontianak Pembantu Rektor I, Pembantu Rektor III dan Dekan FTIK IAIN Pontianak. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74568/-kemenag-kalbar-nobatkan-mts-aswaja-juara-i-humas-award-

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 20 Juli 2015

Ulama Nusantara Dalam Sanad Minhajuth Thalibin dan Kanzur Raghibin

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Khataman dan Ijazah kitab Kanzu ar-Raghibin Syarh Minhaj ath-Thalibin li an-Nawawi karya Imam Jalal ad-Din al-Mahalli untuk santri Sanah Rabi'ah, malam Jumat 28 Rajab 1437 H/ 5 Mei 2016 M di Masjid STAI Imam Syafi'i Cianjur.

Ulama Nusantara Dalam Sanad Minhajuth Thalibin dan Kanzur Raghibin
Ulama Nusantara Dalam Sanad Minhajuth Thalibin dan Kanzur Raghibin


Alhamdulillah ala ni'amihi, kitab yg terdiri dari 4 juz ini telah dibacakan dan diterangkan secara perhuruf dan perkata selama 4 tahun, mulai tahun 2012 hingga 2016, setiap minggunya 5 pelajaran dalam 5 hari (Ahad sampai Kamis), setiap pelajaran menghabiskan waktu 1 jam. Adapun masyayikh yang mengajarkan adalah: Tahun pertama/ juz pertama oleh Syaikh Syadi Arbasy ad-Dimasyqi

Tahun kedua/ juz 2 oleh Syaikh Muhammad Darwisy ad-Dimasyqi

Tahun ketiga/ juz 3 oleh Syaikh Mahir al-Munajjid ad-Dimasyqi

Tahun keempat/ juz terakhir oleh Syaikh Syadi Arbasy ad-Dimasyqi. Silsilah sanad kitab yang diberikan kepada santri Sanah Rabi'ah ini melalui jalur ulama Nusantara yang telah disebutkan oleh Syaikh Yasin al-Fadani dalam kitabnya yang berjudul al-'Iqdu al-Farid min Jawahir al-Asanid. Berikut adalah Sanad untuk kitab Minhaj ath-Thalibin karya Imam an-Nawawi:

Santri Sanah Rabiah di Jami'ah Imam Syafi'i dari

1. Syaikh al-Faqih al-Ushuli Syadi Arbasy ad-Dimasyqi, dari

2. Syaikh al-Allamah al-Faqih al-Ushuli Hasan Hitou, hafizhahumallah, syaikh Hasan dari

3. Syaikh Musnid al-'Ashr YASIN AL-FADANI, dari

4. Syaikh al-Kiyahi BAQIR BIN NUR AL-JOGJAWI, Syaikh ALI BIN ABDULLAH AL-BANJARI, dan al-Faqih syaikh SHADAQAH BIN HAJI ABU BAKAT BIN RASYAD AL-MEDANI AS-SUMATHRI, ketiganya dari

5. Syaikh al-Kiyahi MAHFUZH BIN ABDULLAH AT-TARMASI, dari

6. Syaikh ZAINUDDIN BIN BADAWI AS-SUMBAWI, dari

7. Syaikh ABDUL KARIM AS-SAMBASI, dari

8. Syaikh al-Muammar Kyai NAWAWI BIN UMAR AL-BANTANI, dari

9. Syaikh ARSYAD BIN ABDUS SHOMAD AL-BANJARI, dari

10. Syaikh ABDUS SHOMAD BIN ABDURRAHMAN AL-FALIMBANI,

-----------PINDAH SANAD---------------

Syaikh Yasin al-Fadani juga meriwayatkan dari,

4. Habib al-Muammar ALI BIN ALI AL HABSYI AL MADANI, dan Kyai ABDUL MUHITH BIN YA'QUB SIDOARJO, keduanya dari

5. Al-Faqih kyai UMAR BIN SHOLEH BIN UMAR AS-SAMARANI, dari

6. Ayahnya, yaitu Syaikh SHOLEH BIN UMAR AS-SAMARANI, dari

7. Syaikh ABDUS SHOMAD BIN ABDUR RAMHAN AL-FALIMBANI, dari

8. Al-Muammar AQIB BIN HASANUDDIN BIN JA'FAR AL-FALIMBANI, dari

9. Pamannya, yaitu Syaikh THAYYIB BIN JA'FAR AL-FALIMBANI, dari

10. Ayahnya, yaitu Syaikh JA'FAR BIN MUHAMMAD BIN BADRUDDIN AL-FALIMBANI, dari

11. Imam Syamsuddin Muhammad bin Ala' al-Babili, dari

12. Imam Nurudiin Ali bin Yahya az-Ziyadi, dari

13. Imam Jamaluddin Sayyid Yusuf bin Abdullah al-Armayuni, dari

14. Imam Jalaluddin Abul Fadl Abdurrahman as-Suyuthi, dari

15. Syaikhul Islam, Alamuddin Sholih bin Umar al-Bulqini, dari

16. Ayahnya, yaitu Imam Sirajuddin Umar bin Ruslan al-Bulqini, dari

17. Imam Abul Hajjaj Yusuf bin Abdurrahman az-Zay, dari

18. Sang Muallif, Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi

Dan dibawah ini adalah sanad dengan jalur ulama Nusantara untuk kitab Syarh Imam al-Mahalli atas kitab Minhaj ath-Thalibin yang bernama Kanzu ar-Raghibin:

Santi Sanah Rabiah STAI IMAM SYAFII CIANJUR dari

1. Syaikh al-Faqih al-Ushuli Syadi Arbasy ad-Dimasyqi, dari

2. Syaikh al-Faqih al-Ushuli Muhammad Hasan hitou, dari

3. Musnid al-Ashr Syaikh YASIN AL-FADANI, dari

4. Syaikh ALI BIN UBAIDULLAH AL-BANJARI, dari

5. Syaikh ZAINUDDIN BIN BADAWI AS-SUMBAWI, dari

6. Syaikh al-Muammar NAWAWI BIN UMAR AL-BANTANI, dari

7. Syaikh ARSYAD BIN ABDUS SHOMAD AL-BANJARI AL-MARTAFURI, dari

8. Sayyid Imam Murtadla az-Zabidi (penulis kitab Ithaf Sadat al-Muttaqin Syarah Ihya Ulumiddin), dari

9. Sayyid Ahmad bin Muhammad Syarif Maqbul al-Ahdal, dari

10. Sayyid Ahmad bin Idria al-Hasani, dari

11. Sayyid Muhammad bin Abu Bakar asy-Syilli al-Makki, dari

12. Imam Syamsuddin Muhammad bin Ala' al-Babili, dari

13. Imam Ahmad bin Abu Bakar al-Khazraji al-Anshari yang terkenal dg sebutan Qu'ud al-Imam, dari Imam Yusuf bin Abdullah al-Husaini al-Armayuni, dari

14. Imam Jalaluddin as-Suyuthi, dari

15. Sang Muallif, asy-Syarih al-Muhaqqiq al-Mudaqqiq Imam Jalaluddin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad al-Mahalli Radliyallahu anhum ajmain.

Source: kertas ijazah yang ditulis Syaikh Syadi Arbasy dan kitab al-Iqdu al-Farid karya Syaikh Yasin al-Fadani (hlm.70-71 dan 77)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/ulama-nusantara-dalam-sanad-minhajuth-thalibin-dan-kanzur-raghibin.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock