Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2016

Rasullullah Sangat Mencintai Bangsa Indonesia

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Ketika Syeikh Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani dan rombongan ulama lainnya berziarah ke Makam Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau diberikan kassyaf (penglihatan) oleh Allah bisa bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Di belakang Nabi Muhammad SAW, terlihat banyak sekali orang-orang yang berkerumun.

Rasullullah Sangat Mencintai Bangsa Indonesia
Rasullullah Sangat Mencintai Bangsa Indonesia


Ketika ditanya oleh Syeikh Maliki, "Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?", Rasulullah menjawab, "mereka adalah umatku yang aku sangat cintai." Terlihat, diantara sekumpulan orang yang banyak itu, ada sebagian kelompok yang sangat banyak jumlahnya.

Kemudian Syeikh Maliki bertanya, "Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok sangat banyak itu?". Rasul menjawab, "mereka adalah Bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan aku cintai mereka."

Baca juga: Rasulullah Mengatakan, Tolong Islam Aswaja ini Baca Hijrah ke Indonesia

Syeikh Maliki menangis dan terkejut, lalu keluar dan bertanya kepada Jamaah, "mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia." Shollu 'alan Nabiy Muhammad! Banggalah jadi umat Rasul dari Indonesia. Jangan peduli mereka yang menyebutnya bid'ah atas maulid. [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Keterangan: dikutip dari ceramah Prof. KH Syekh Muhyidin Abdul Qadir al-Manafy

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/rasullullah-sangat-mencintai-bangsa-indonesia.html

Rabu, 16 November 2016

Hijab Milik Siapa, Yahudi atau Kristen?

Postingan ini khusus untuk teman-teman Muslim dan Muslimah di Indonesia yang hobi mengklaim bahwa tradisi hijab itu "eksklusif Islam." Karena "gagal paham" menganggap atau bahkan berkeyakinan bahwa hijab adalah "properti" umat Islam belaka, maka tidak jarang mereka sering "sensi", ngamuk, dan "mayah-mayah" kalau melihat non-Muslim memakai jilbab seraya menuduh mereka telah melecehkan dan menghina Islam. Atau, jika tidak, mereka menganggap kaum non-Muslimah yang "ujug-ujug" (tiba-tiba) berjilbab "sudah mendapat hidayah".

Sudah sering saya bilang bahwa, dalam konteks sejarah, tradisi hijab itu sudah ada jauuuhhhh sebelum Islam lahir di Mekah. Tradisi berhijab ini, misalnya, sudah dipraktekkan oleh masyarakat Assyria kuno ribuan tahun sebelum "bayi Islam" lahir di abad ke-6/7 M. Di kemudian hari, umat Yahudi dan Kristen (yang sama-sama lahir di Timur Tengah) melanjutkan tradisi ini seperti disebutkan dalam berbagai kitab suci mereka.

Hijab Milik Siapa, Yahudi atau Kristen? - Pesantren Al-Amien Purwokerto
Hijab Milik Siapa, Yahudi atau Kristen? - Pesantren Al-Amien Purwokerto


Hijab Milik Siapa, Yahudi atau Kristen?

Belakangan, "si bungsu" Islam juga ikut-ikutan "kakak-kakak" mereka. Dalam sejarahnya, peradaban Byzantium dan Persia-lah yang memperkenalkan tradisi hijab ini ke komunitas Arab. Jika kini kita melihat banyak umat Kristen dan Yahudi yang tidak berhijab itu semata-mata lantaran proses sejarah dimana kedua agama ini sudah lama mengalami "proses pembaratan", sesuatu yang tidak dialami oleh Islam.

Karena tradisi hijab ini juga menjadi bagian dari sejarah, tradisi, dan kebudayaan umat Kristen dan Yahudi, maka tidak mengherankan jika ada sejumlah kelompok agama Kristen dan Yahudi masa kini yang masih memelihara dan mempraktekkan tradisi hijab ini seperti komunitas Kristen/Katolik Ortodoks di berbagai negara, belum termasuk kaum perempuan Arab Kristen di Timur Tengah seperti Lebanon, Suriah, Iraq, Palestina, Mesir, Yordania dan sebagainya. Foto di bawah ini hanyalah sekelumit contoh dari penampilan kaum perempuan Kristen di Irak yang tidak hanya berhijab, tetapi juga sepertinya sambil menenteng Kitab Injil berbahasa Arab.

Begitu pula, komunitas Yahudi juga banyak yang berhijab (bahkan berniqab/ berburqa seperti kaum Muslimah Saudi atau Qatar) seperti kelompok Sekte Burqa Heradi di Israel misalnya. Mereka menyebutnya "frumka" yang diperkenalkan oleh Bruria Keren, seorang tokoh agama Israel yang mengklaim bahwa tradisi hijab itu aslinya dari Yahudi, dan karena itu ia mengkampanyekan perempuan Yahudi untuk berhijab.

Selain komunitas Yahudi Heradi, juga ada sekte Yahudi Lev Tahor di Quebec, Kanada (seperti foto di bawah ini) yang mengajarkan dan mempraktekkan tradisi hijab. Silakan diperhatikan dengan baik dan seksama tata-busana dari "kakak pertama" Yahudi dan "kakak kedua" Kristen ini. Sama persis kan dengan ukhti/ikhwat Muslimah? Nah sekarang, saya tanya: hijab itu properti siapa, hayo? [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/hijab-milik-siapa-yahudi-atau-kristen.html

Senin, 20 Juli 2015

Ulama Nusantara Dalam Sanad Minhajuth Thalibin dan Kanzur Raghibin

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Khataman dan Ijazah kitab Kanzu ar-Raghibin Syarh Minhaj ath-Thalibin li an-Nawawi karya Imam Jalal ad-Din al-Mahalli untuk santri Sanah Rabi'ah, malam Jumat 28 Rajab 1437 H/ 5 Mei 2016 M di Masjid STAI Imam Syafi'i Cianjur.

Ulama Nusantara Dalam Sanad Minhajuth Thalibin dan Kanzur Raghibin
Ulama Nusantara Dalam Sanad Minhajuth Thalibin dan Kanzur Raghibin


Alhamdulillah ala ni'amihi, kitab yg terdiri dari 4 juz ini telah dibacakan dan diterangkan secara perhuruf dan perkata selama 4 tahun, mulai tahun 2012 hingga 2016, setiap minggunya 5 pelajaran dalam 5 hari (Ahad sampai Kamis), setiap pelajaran menghabiskan waktu 1 jam. Adapun masyayikh yang mengajarkan adalah: Tahun pertama/ juz pertama oleh Syaikh Syadi Arbasy ad-Dimasyqi

Tahun kedua/ juz 2 oleh Syaikh Muhammad Darwisy ad-Dimasyqi

Tahun ketiga/ juz 3 oleh Syaikh Mahir al-Munajjid ad-Dimasyqi

Tahun keempat/ juz terakhir oleh Syaikh Syadi Arbasy ad-Dimasyqi. Silsilah sanad kitab yang diberikan kepada santri Sanah Rabi'ah ini melalui jalur ulama Nusantara yang telah disebutkan oleh Syaikh Yasin al-Fadani dalam kitabnya yang berjudul al-'Iqdu al-Farid min Jawahir al-Asanid. Berikut adalah Sanad untuk kitab Minhaj ath-Thalibin karya Imam an-Nawawi:

Santri Sanah Rabiah di Jami'ah Imam Syafi'i dari

1. Syaikh al-Faqih al-Ushuli Syadi Arbasy ad-Dimasyqi, dari

2. Syaikh al-Allamah al-Faqih al-Ushuli Hasan Hitou, hafizhahumallah, syaikh Hasan dari

3. Syaikh Musnid al-'Ashr YASIN AL-FADANI, dari

4. Syaikh al-Kiyahi BAQIR BIN NUR AL-JOGJAWI, Syaikh ALI BIN ABDULLAH AL-BANJARI, dan al-Faqih syaikh SHADAQAH BIN HAJI ABU BAKAT BIN RASYAD AL-MEDANI AS-SUMATHRI, ketiganya dari

5. Syaikh al-Kiyahi MAHFUZH BIN ABDULLAH AT-TARMASI, dari

6. Syaikh ZAINUDDIN BIN BADAWI AS-SUMBAWI, dari

7. Syaikh ABDUL KARIM AS-SAMBASI, dari

8. Syaikh al-Muammar Kyai NAWAWI BIN UMAR AL-BANTANI, dari

9. Syaikh ARSYAD BIN ABDUS SHOMAD AL-BANJARI, dari

10. Syaikh ABDUS SHOMAD BIN ABDURRAHMAN AL-FALIMBANI,

-----------PINDAH SANAD---------------

Syaikh Yasin al-Fadani juga meriwayatkan dari,

4. Habib al-Muammar ALI BIN ALI AL HABSYI AL MADANI, dan Kyai ABDUL MUHITH BIN YA'QUB SIDOARJO, keduanya dari

5. Al-Faqih kyai UMAR BIN SHOLEH BIN UMAR AS-SAMARANI, dari

6. Ayahnya, yaitu Syaikh SHOLEH BIN UMAR AS-SAMARANI, dari

7. Syaikh ABDUS SHOMAD BIN ABDUR RAMHAN AL-FALIMBANI, dari

8. Al-Muammar AQIB BIN HASANUDDIN BIN JA'FAR AL-FALIMBANI, dari

9. Pamannya, yaitu Syaikh THAYYIB BIN JA'FAR AL-FALIMBANI, dari

10. Ayahnya, yaitu Syaikh JA'FAR BIN MUHAMMAD BIN BADRUDDIN AL-FALIMBANI, dari

11. Imam Syamsuddin Muhammad bin Ala' al-Babili, dari

12. Imam Nurudiin Ali bin Yahya az-Ziyadi, dari

13. Imam Jamaluddin Sayyid Yusuf bin Abdullah al-Armayuni, dari

14. Imam Jalaluddin Abul Fadl Abdurrahman as-Suyuthi, dari

15. Syaikhul Islam, Alamuddin Sholih bin Umar al-Bulqini, dari

16. Ayahnya, yaitu Imam Sirajuddin Umar bin Ruslan al-Bulqini, dari

17. Imam Abul Hajjaj Yusuf bin Abdurrahman az-Zay, dari

18. Sang Muallif, Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi

Dan dibawah ini adalah sanad dengan jalur ulama Nusantara untuk kitab Syarh Imam al-Mahalli atas kitab Minhaj ath-Thalibin yang bernama Kanzu ar-Raghibin:

Santi Sanah Rabiah STAI IMAM SYAFII CIANJUR dari

1. Syaikh al-Faqih al-Ushuli Syadi Arbasy ad-Dimasyqi, dari

2. Syaikh al-Faqih al-Ushuli Muhammad Hasan hitou, dari

3. Musnid al-Ashr Syaikh YASIN AL-FADANI, dari

4. Syaikh ALI BIN UBAIDULLAH AL-BANJARI, dari

5. Syaikh ZAINUDDIN BIN BADAWI AS-SUMBAWI, dari

6. Syaikh al-Muammar NAWAWI BIN UMAR AL-BANTANI, dari

7. Syaikh ARSYAD BIN ABDUS SHOMAD AL-BANJARI AL-MARTAFURI, dari

8. Sayyid Imam Murtadla az-Zabidi (penulis kitab Ithaf Sadat al-Muttaqin Syarah Ihya Ulumiddin), dari

9. Sayyid Ahmad bin Muhammad Syarif Maqbul al-Ahdal, dari

10. Sayyid Ahmad bin Idria al-Hasani, dari

11. Sayyid Muhammad bin Abu Bakar asy-Syilli al-Makki, dari

12. Imam Syamsuddin Muhammad bin Ala' al-Babili, dari

13. Imam Ahmad bin Abu Bakar al-Khazraji al-Anshari yang terkenal dg sebutan Qu'ud al-Imam, dari Imam Yusuf bin Abdullah al-Husaini al-Armayuni, dari

14. Imam Jalaluddin as-Suyuthi, dari

15. Sang Muallif, asy-Syarih al-Muhaqqiq al-Mudaqqiq Imam Jalaluddin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad al-Mahalli Radliyallahu anhum ajmain.

Source: kertas ijazah yang ditulis Syaikh Syadi Arbasy dan kitab al-Iqdu al-Farid karya Syaikh Yasin al-Fadani (hlm.70-71 dan 77)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/ulama-nusantara-dalam-sanad-minhajuth-thalibin-dan-kanzur-raghibin.html

Kamis, 02 Juli 2015

Pelajar MTs Maarif Fajaresuk Beristighotsah Hadapi UN 2015

Pringsewu, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Para siswa dan guru MTs Maarif Fajaresuk, larut dalam kekhusyukan istighotsah dan doa bersama di masjid Nurrohmat Kompleks madrasah setempat, Pringsewu, Rabu (29/4). Mereka berharap upacara permohonan kepada Allah ini menguatkan mereka dalam menyelesaikan Ujian Nasional selama 3 hari, Senin-Rabu (4-6/5).

kepala MTs Maarif Pringsewu H Auladi Rosyad menyampaikan rasa bahagianya dapat menghantarkan calon Alumni pertama Madrasah tersebut. "Kami mengharapkan kelulusan angkatan pertama akan diganti dengan semakin banyaknya siswa siswi yang masuk di tahun ajaran baru untuk menuntut ilmu di madrasah kami."

Pelajar MTs Maarif Fajaresuk Beristighotsah Hadapi UN 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar MTs Maarif Fajaresuk Beristighotsah Hadapi UN 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar MTs Maarif Fajaresuk Beristighotsah Hadapi UN 2015

Berbagai macam program telah dilaksanakan dalam rangka ikhtiar menghadapi UN. Salah satunya adalah diselenggarakannya bimbingan belajar untuk membekali para pelajar dalam menjawab soal UN.

Untuk persiapan menjelang UN 2015, Auladi mengimbau siswa-siswi kelas IX untuk dapat melakukan persiapan diri baik moril maupun materil dengan sungguh-sungguh.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dalam istighotsah ini, mereka juga mengerjakan sembahyang Dhuha dan sembahyang Hajat yang diimami Ustadz Tasdik Al-Hafidz. Sementara Pengasuh pesantren Al-Muawanah Pringsewu KH Tamrin Mahera mengajak pelajar dan juga guru untuk terus menuntut ilmu.

Menurutnya, menuntut ilmu tidak mengenal usia dan tempat. Tuntutlah ilmu dari lahir sampai datang kematian," kata Kiai Tamrin mengutip salah satu hadits Rasulullah SAW.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Di akhir taushiyah, Kiai Tamrin mengajak para siswa-siswi MTs Maarif Fajaresuk agar meningkatkan rasa cinta kepada almamater. Dengan demikian, proses pendidikan yang dijalani dapat dilewati dengan sukacita tanpa beban. "Aku siswa-siswi Maarif, Aku bangga sekolah di Maarif," ujar Kiai Tamrin. (M Faizin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59248/pelajar-mts-ma039arif-fajaresuk-beristighotsah-hadapi-un-2015

Sabtu, 20 Juni 2015

Ketentuan Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar yang memiliki 1000 keistimewaan itu menjadi misteri bagi setiap hamba yang mencari dan menanti kehadirannya, hanya sedikit orang yang dapat menemukannya, seakan malam lailatul qadar menjadi rahasia Allah SWT semata, dan hanya hamba-hambaNya tertentu yang dikehendaki untuk menemukannya.

Mengenai ketentuan waktu kapan malam qadar itu terjadi, tidak ada ketetapan secara pasti dalam tanggal-tanggal Ramadhan. Akan tetapi kalau dianalisa dan difahami dari surat al-qadar tersebut akan dikaitkan dengan surat al-Baqarah,

Ketentuan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketentuan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketentuan Malam Lailatul Qadar



Pesantren Al-Amien Purwokerto

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. al-Baqarah, 2: 185)

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Tetapi malam lailatul qadar menjadi kesepakatan ulama, bahwa malam istiwema itu ada dalam satu diantra malam-malam bulan Ramadlon, dan pendapat ulama yang kuat mengatakan; malam lailatul qadar itu terjadi salah satu diantara malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan ramadlon (21, 23, 25, 27, dan 29).





Dari Aisyah r.a, ia menuturkan, sesungguhnya Rasulullah s.a.w, bersabda: carilah malam qadar pada malam-malam ganjil pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari:1878 dan Muslim: 1998)





Carilah lailatul qadar pada sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan . bila salah seorang diantaramu merasakan lemah atau lelah, maka jangan kamu kalah dalam mencarinya pada tujuh malam terakhir (bukan Ramadhan). (Hadits Shahih, riqayat Muslim: 1989)

Dan diantara pendapat-pendapat di atas yang lebih masyhur adalah malam ke-27 bulan ramadlon itulah turunnya lailatul qadar, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad shahih:



:



Dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW, bersaabda: barang siapa mencari malam lailatul qadar, maka seyogyanya mencari pada malam ke-27 bulan ramadhan (Hadits Hasan, riwayat Ahmad:4577).

Ubay bin Kaab r.a, juga meriwayatkan bahwa malam qadar jatuh pada tanggal 27 Ramadhan:



Dari Ubay bin Kaab r.a, ia berkata: malam Qadar adalah malam tanggal 27 (ramadhan). (Hadits Hasan, riwayat Ahmad:20265)Riwayat ini didukung pula oleh hadits Zar bin Hubaisy yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:





Ubay bin Kaab berkata tentang malam Qadar: demi Allah sungguh aku mengetahuinya, syubah r.a, berkata: pengetahuanku yang paling utama adalah tentang suatu malam yang Rasulullah s.a.w, memerintahkan kepada kami untuk menghidupkannya (malam qadar) adalah malam tanggal 27 (Ramadhan). (Hadits Shahih, riwayat Muslim:2000).(Pen. H. Syaifullah Amin / Red. Ulil H)

Dari (Ubudiyah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46216/ketentuan-malam-lailatul-qadar

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 14 Februari 2014

Doa Berbunyi Hancurkan Ahok yang Tersebar Atas Nama Mbah Moen Hoax 100 Persen

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Menjelang Pilkada serantak 15 Februari 2017, Jakarta tetap memanas. Bukan hanya agama dan massa yang dijadikan target manipulasi orang-orang yang berkepentingan. Doa pun dibuat dan dinisbatkan kepada sesepuh NU, KH Maimoen Zubair.

Salah satu bunyi doa politik itu begini, "Ya Allah hancurkanlah musuh-musuh kami dan musuh-musuh orang Islam dari golongan orang kafir, musyrik dan munafik di Indonesia, khususnya Ahok.....Berilah kemenangan kepada kami dan ulama kami untuk mengalahkan Ahok dan sekutu-sekutunya.... ".

Doa Berbunyi Hancurkan Ahok yang Tersebar Atas Nama Mbah Moen Hoax 100 Persen - Pesantren Al-Amien Purwokerto
Doa Berbunyi Hancurkan Ahok yang Tersebar Atas Nama Mbah Moen Hoax 100 Persen - Pesantren Al-Amien Purwokerto


Doa Berbunyi Hancurkan Ahok yang Tersebar Atas Nama Mbah Moen Hoax 100 Persen

Para santri Mbah Moen pun akhirnya melakukan tabayun. Dari redaksinya saja, doa itu tidak mungkin diucapkan oleh Mbah Moen. Jelas hanya penisbatan. Salah satu murid Sarang yang bermukim di akun Facebook Kantongumur menyatakan bahwa perbuatan menisbatkan doa kepada orang lain yang tidak pernah diucapkan adalah dhalim (pebuatan aniaya). Ini statusnya:

------------------------------

Dlolim adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Salah satu contohnya adalah menisbatkan anak kepada orang yang bukan ayah kandungnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Mengatakan suatu hal yang tidak pernah dilakukan juga merupakan hal yang sangat dibenci oleh ALLOH.

يا أيها الذين آمنوا لم تقولون ما لا تفعلون. كبر مقتا عند الله أن تقولوا ما لا تفعلون.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Masuk dalam hal ini adalah suatu doa jelek (Pasot, red jawa) kepada salah satu pasangan calon gubernur di daerah A. Doa itu dinisbatkan kepada salah satu Guru.

Dan ternyata doa itu bukan dan tidak pernah diucapkan oleh Sang Guru. Itu pun perbuatan dlolim.

Suatu ketika saya membacakan doa itu di hadapan Guru Besar saya, beliau hanya dawuh: siapa yang menulis doa itu?. Saya berkata: saya tidak tahu, tetapi melihat susunan akan doa itu, saya sudah yakin itu bukan dari Anda.

Dan memang itu bukan doa Beliau.

Silahkan anda mau berdoa dengan doa apapun, bahkan dengan doa itu, tetapi jangan pernah mengatakan bahwa doa itu milik atau susunan orang yang tidak menyusun doa itu.

Silahkan anda berdoa atau jalur diplomasi untuk merubah dan menghilangkan hal mungkar, kufur ataupun maksiat, bila anda tidak mampu mengingkarinya dengan jalan yang lebih berat, yaitu kekuatan atau kekuasaan.

Namun bila berdoa pun tidak mampu, maka ingkarilah dengan hati, sebagai pertanda adanya iman di dada, walaupun iman yang lemah.

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه وإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان.

Inilah tulisan yang semoga menjadi pencerah dari beberapa inbox dan pesan pribadi kepada anak kecil yang semoga dirahmati ALLOH.

Sarang, Malam Ahad Jam 3 Pagi.

-------------------------------

Doa pelaknatan itu tersebar massif bahkan sampai ke toilet-toilet umum yang ada di Jakarta. Di grup-grup santri pun banyak yang minta keterangan atas doa yang secara kontan pun, tidak mungkin pernah diucapkan oleh KH maimoen Zubair. [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/doa-berbunyi-hancurkan-ahok-yang-tersebar-atas-nama-mbah-moen-hoax-100-persen.html

Sabtu, 11 Januari 2014

Baca Surat Al-Fath Awal Ramadhan Untuk Kelancaran Rizki

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Amalan ini penting namun jarang diketahui banyak orang. Padahal faidahnya banyak sekali. Membaca Surat al-fath pada malam pertama bulan Ramadhan akan mendapatkan kelapangan rizki selama setahun kemudian.

1. Telah disebutkan di dalam kitab Kanzun Najaah Was Surur, karya Syeikh ‘Abdul Hamid bin Muhammad ‘Ali bin ‘Abdul Qaadir al-Quddus al-Makki asy-Syafie tentang keutamaan membaca surat al-Fath pada malam awal Ramadhan.

Baca Surat Al-Fath Awal Ramadhan Untuk Kelancaran Rizki - Pesantren Al-Amien Purwokerto
Baca Surat Al-Fath Awal Ramadhan Untuk Kelancaran Rizki - Pesantren Al-Amien Purwokerto


Baca Surat Al-Fath Awal Ramadhan Untuk Kelancaran Rizki

Faedah Membaca Surah al-Fath Pada Malam Awal Ramadhan. Telah berkata Syaikh Abu Bakar an-Naisaaburi, "Aku telah mendengar Muhammad bin ‘Abdul Malik berkata, aku telah mendengar Yazid bin Harun berkata, aku telah mendengar as-Sam’udi berkata, 'Telah sampai kepadaku bahwa barangsiapa membaca surah al-Fath pada malam awal (malam pertama) Ramadhan di dalam sholat tathawwu’ (solat sunat), dia berada di dalam penjagaan Allah untuk tahun tersebut'.

2. Sulthonul Ulama' Al Habib Salim bin Abdullah Asy Syathiri berkata, "Hendaknya kita melakukan shalat di malam pertama bulan Ramadhan empat rakaat, yang dibaca untuk setiap rakaatnya satu maqra (tempat tanda bacaan) dari surah Al-Fath (Inna fatahna laka fathan mubina…). Diriwayatkan oleh Al- Khatib Asy-Syarbini bahwa barang siapa melakukan hal tersebut di awal malam Ramadhan, ia akan menjalani kehidupannya setahun dalam kebaikan dan berkecukupan. Hendaknya engkau melaku­kan hal itu".

(Catatan) Tentang membaca surat Al Fath di malam pertama bulan Ramadhan ini, penulis menyimpulkan cara pengamalan dari dua sumber di atas. Caranya, dirikanlah sholat sunat apapun di malam pertama Ramadhan, dan bacalah di dalam sholat tersebut (setelah membaca surah al-Fatihah), separuh daripada surat al-Fath dan sempurnakan separuhnya lagi di dalam rakaat kedua. Bisa dilakukan dua roka'at saja, atau empat roka'at.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

3. Tersebut juga di dalam kitab al-Wasaailul asy-Syaafi’ah fi al-Adhkar an-Naafi’ah wa al-Auraad al-Jaami’ah wa ats-Tsimaar al-Yaani’ah wa al-Hujub al-Hariizah al-Maani’ah ‘an an-Nabiy صلى الله عليه وآله وسلم karya al-Imam al-‘Allamah as-Sayyid asy-Syarif al-Muhaddits al-Habib Muhammad bin ‘Ali Khirid al-‘Alawi al-Husaini at-Tarimi (wafat 960هـــ), halaman 474:

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dari Sayyidina Abdullah Ibnu ‘Umar رضي الله عنهما, Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم telah bersabda, "Telah diturunkan kepadaku semalam akan satu surah yang lebih kukasihi daripada segala apa yang terbit matahari atasnya (yakni dunia dan segala isinya), dan dianjurkan agar dibaca pada awal malam bulan Ramadhan. Maka bacalah dan ajarkan kepada anak-anak kalian, insyaaAllah mereka tidak akan ditimpa kesusahan".

4. Berkata Syeikh Hussin Qudri Martapura di dalam karyanya berjudul Senjata Mukmin, pada halaman 92: "Surah al-Fath. (Khasiatnya) barangsiapa membacanya 3 (tiga) kali pada malam permulaan timbul bulan Ramadhan, insyaAllah terpeliharalah ia di dalam setahunan itu dari marabahaya dan diluaskan rezekinya." [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Silakan ketik Qabiltu di kotak komentar di bawah

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/baca-surat-al-fath-awal-ramadhan-untuk-kelancaran-rizki.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock