Tampilkan postingan dengan label NetizenNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NetizenNu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 April 2017

Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada

Yogyakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Wakil Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri mengingatkan kalangan kiai dan pesantren agar memainkan peran sebagai penjaga akhlak bangsa, dan tidak terjebak dalam peran-peran instrumental, seperti turut menjadi tim sukses calon dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menyampaikan hal tersebut pada pembukaan sarasehan Pesantren dan Krisis Akhlak Bangsa yang diselenggarakan Komunitas Majma Buhust An-Nahdliyyah di Magelang, Jawa Tengah, Ahad, (19/10) lalu.

Di tengah merebaknya korupsi oleh para pejabat, peran kiai sebagai penjaga moralitas ditunggu sekaligus layak dipertanyakan secara kritis, apakah menjadi solusi atau justru bagian dari masalah bangsa.

Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada

Menurut Gus Mus, situasi kebangsaan saat ini benar-benar telah krisis. Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan bukan saja melanda kalangan eksekutif dan legislatif namun juga Yudikatif. Penyelewengan penegak hukum merupakan pertanda masyarakat sedang menyongsong masa kehancuran. Berbagai kasus yang mencuat saat ini, bagi Gus Mus, juga mengindikasikan adanya upaya menghabisi orang-orang baik di negeri ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dalam sarasehan tersebut dibahas berbagai persoalan kebangsaan, kepesantrenan, dan ke-NU-an. Forum ini dihadiri sekitar 40 kiai dari DI Yogyakarta dan Karesidenan Kedu, Jawa Tengah. Majma Buhust An-Nahdiyyah adalah forum diskusi yang didirikan KH Mustofa Bisri (Rembang) dan KH Mahfudz Ridwan (Salatiga), yang aktif mengkaji berbagai topik ke-NU-an, kepesantrenan, dan kebangsaan.

Turut hadir KH Abdul Ghofur Maimun dari Sarang, KH Yahya Cholil Tsaquf (Rembang), KH Mahfudz (Maron), dan KH Muadz Thohir (Pati). Hadir pula kiai dari Magelang, yaitu KH Said, KH Aziz, dan Dr Thonthowi. Sedangkan dari Yogyakarta, tampak KH Asyhari Abta, KH Mutashim Billah, Dr Waryono Abdul Ghofur, Dr Sahiron, dan Kiai Jadul Maula.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

KH Muzammil (Bantul), KH Masduqi Mahfudz, KH Dr Tamyiz Mukharrom, KH Abdullah Hasan (Sleman), KH Munir (Kota Gede), Muhammad Mustafied (Mlangi), dan puluhan Kiai muda lainnya juga turut serta dalam kegiatan tersebut. (Dwi Khoirotun Nisa/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47779/gus-mus-ingatkan-para-kiai-tak-terjebak-pilkada

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sabtu, 01 April 2017

Muslimat NU Diajak Perhatikan Kelompok Radikal

Semarang, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Muslimat NU diajak memperhatikan lingkungan sekitarnya. Jika ada kelompok atau perorangan yang mengajarkan radikalisme atau berbuat radikal, terlebih berkedok agama, diminta diperhatikan.

Badan Otonom Nahdlatul Ulama ini dinilai punya peran yang strategis dan mampu melakukan hal itu karena memiliki jaringan luas dan akar yang kuat di masyarakat bawah. Karena anggotanya adalah para ibu-ibu, warga Muslimat NU dipandang bisa melakukan pengawasan itu.

Muslimat NU Diajak Perhatikan Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Diajak Perhatikan Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU Diajak Perhatikan Kelompok Radikal

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dalam acara Sosialisasi Putusan MPR RI di Lingkungan PW Muslimat NU Jawa Tengah di Aula I Kampus I IAIN Walisongo Semarang, kemarin.

Acara dihadiri rektor IAIN Walisongo Dr Muhibbin Nur, Sekretaris Umum PWNU Jateng Arja Imroni, sejumlah pimpinan badan otonom NU tingkat Jawa Tengah, dan para pimpinan PC Muslimat NU se-Jawa Tengah.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jika di lingkungan ibu-ibu ada orang yang berperliku aneh dalam beragama. Cenderung radikal dan membuat keresahan, harap diawasi. Diperhatikan. Syukur bisa dicegah. Karena anak-anak itu adalah anak-anak kita, tutur anggota MPR asal Jawa Timur ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah melantik Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah Periode 2010-2015 dan memberi pengantar sambutan dalam Rapat Kerja yang diadakan usai sosialiasi rampung.

Sementara itu DPR RI Zainut Tauhid Sa`adi selaku badal (pengganti) ketua MPR RI menyampaikan, Indonesia dibangun dengan Empat Pilar Wawasan Kebangsaan. Yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Anggota Badan Legislasi DPR dari Fraksi PPP ini menjelaskan, sosialisasi itu adalah hasil kesepakatan MPR RI dengan Muslimat NU yang digelar dengan tujuan meningkatkan wawasan kebangsaan dalam memperkokoh NKRI. Sosialisasi putusan MPR RI dilaksanakan sebagai pelaksanaan amanat Pasal 8 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Diharapkan dari sosialisasi ini, warga NU semakin cinta dan mengerti Undang-Undang Dasar (UUD). Tidak hanya melaksanakannya saja, tetapi juga dapat memahami dan mampu mengkritisinya, kata anggota Komisi VI DPR asal Jepara ini.

Dalam paparannya, ia menerangkan tentang Tugas dan fungsi MPR RI, pembubaran Dewan Pertimbangan Agung (DPA) serta amandemen TAP MPR yang berisi penegasan bahwa Presiden tidak dapat dijatuhkan dengan alasan politik.

Selain itu, perubahan UUD 1945 dilakukan MPR guna penyempurnakan ketentuan fundamental ketatanegaraan Indonesia sebagai pedoman utama mengisi tuntutan reformasi dan memandu arah perjalanan bangsa dan negara masa kini dan masa datang.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Muhammad Ichwan

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/34323/muslimat-nu-diajak-perhatikan-kelompok-radikal

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 02 Januari 2017

Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman

Yogyakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Maraknya tindakan intoleransi dan kekerasan antarumat beragama yang berkembang saat ini membuat Forum Pengasuh Pesantren Muda (FP2M) Jawa Timur mengadakan kunjungan dan Dialog Lintas Iman dengan tema Bersama dalam Keberagaman untuk Membangun Bangsa ke Komunitas Gusdurian Yogyakarta.

Acara tersebut bertempat di Forest Kitchen & Gelato, Kamis (18/8). Hadir dalam acara tersebut antara lain Pengasuh Muda dari Jawa Timur, Gusdurian Jogja, dan Delegasi lintas Iman, Gus, pendeta, dan Pastur Yogyakarta.

Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)


Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman

Tujuan dilaksanakan acara ini yang pertama adalah silaturahim dan menjalin hubungan hati-ke hati antarumat beragama, kata Zahrul Azhar Asad.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Gus Han, sapaan akrabnya menambahkan bahwa komunikasi antarumat beragama yang ada di Indonesia diharapkan menjadi panutan bagi keberagaman dan keberagamaan di seluruh dunia.

Banyak sekali kasus intoleransi antarumat beragama yang terjadi. Bisa jadi yang melakukan malah bukan dari orang yang beragama dan tidak memiliki pengetahuan agama yang dalam. Tetapi memanfaatkan agama untuk kepentingan mereka dan mendapatkan keuntungan, lanjut Gus Han.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Robertus Triwidodo PR, Pastur Gereja Katholik Santrobetus Paulus menjelaskan bahwa di Jogja sendiri yang kita kenal sebagai The City Of Tolerance belakangan ini juga marak laku intoleransi antar umat beragama. Beberapa kasus misalnya penutupan tempat ibadah, pelarangan aktivitas ibadah dan lain sebagainya.

Ini adalah tantangan kita bersama, bagaimana membangun kerukunan di dalam masyarakat di tengah keberagaman ini. Kalau kita kuat dalam membangun kerukunan, seperti rumput kalau akarnya sudah kuat dan rekat meskipun ada provokasi pasti akan kuat juga, tegasnya.

Indrianto Adiatmo selaku pendeta di GKJ Solo Berharap bahwa para pemuda di indonesia memiliki sikap keterbukaan dan toleransi yang sama seperti yang dilakukan oleh Forum Pengasuh Pesantren Muda dan juga Gusdurian.

Satu yang menjadi pedoman agama Islam khususnya NU dan Insyaallah agama lain juga sepakat bahwa mari kita eratkan tali persaudaraan kita dan janganlah kita berpecah belah. Mari kita bersama mengembalikan semangat dan kesadaran untuk menghargai kebhinekaan dan tidak terjebak dalam gerakan-gerakan intoleransi sampai pada perilaku kekerasan, jelas Misbakhul Munir pengasuh Pesantren Pare Kediri. (Muhlisin/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70555/bersama-membangun-bangsa-dalam-keberagaman

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 02 Mei 2016

Menengok Tradisi Lebaran di Maroko

Tanger, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Ketika berbicara lebaran tentunya setiap tempat memilki tradisi masing-masing, mulai dari menjelang hari raya sampai menyambut malam takbiran hingga berakhirnya shalat hari raya Idul Fitri.

Seperti halnya tradisi lebaran di Indonesia dengan Maroko banyak sekali perbedaannya. Namun ada juga sebagian tradisi yang mirip dengan Indonesia.

Menengok Tradisi Lebaran di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Tradisi Lebaran di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)


Menengok Tradisi Lebaran di Maroko

Tradisi Mudik

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Maroko juga memilki tradisi mudik seperti yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Tradisi mudik bisa menjadi moment pengungkapan kemenangan dan kegembiraan setelah sebulan berpuasa.

Mudik lebaran yang setiap tahun menjadi peristiwa (mobilisasi) rutin luar biasa ini terkadang merepotkan untuk mendapatkan tiket keluar kota, jadi jika ingin pergi keluar kota seminggu sebelumnya harus sudah memesan tiket terlebih dahulu. Biasanya tempat tujuan utama bagi warga Indonesia khususnya pelajar Indonesia di Maroko tatkala lebaran tiba yaitu di kota Rabat. Tepatnya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat.

Berburu Baju Baru

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Lebaran erat sekali hubungannya dengan baju baru. Ini yang menarik. Mulai H-7 toko-toko pakaian dipadati pengunjung. Mereka berdesak-desakan untuk memilih-milih busana yang akan mereka beli demi meramaikan tradisi Baju Baru di Hari Lebaran. Mereka berlomba-lomba untuk memperbarui tampilan mereka saat Lebaran. Tradisi semacam ini yang biasa dijumpai di tanah air ternyata tak jauh berbeda dengan Maroko. Masyarakat Maroko khususnya kaum hawa rela berdesak-desakan di tengah teriknya matahari hingga menjelang maghrib, mereka terlihat begitu antusias untuk membeli baju baru demi untuk merayakan hari lebaran. Hampir di semua pasar-pasar di pusat kota selalu di penuhi para pemburu baju baru.

Biasanya para pria membeli pakaian tradisional Maroko yang disebut Djellaba (jubah panjang di sertai penutup kepala) lengkap dengan sandal tradisional. Untuk kaum wanitanya biasanya membeli Takchita atau Kaftan dan juga sandal tradisonal khas Maroko yang sangat cantik untuk dipakai di hari raya.

Malam Takbiran

Tatkala matahari tenggelam di akhir bulan Ramadhan, gema suara takbir dari corong-corong masjid langsung menyambutnya dengan merdu dan membahana. Suara takbir semakin menggema tatkala iringan sepeda motor dan mobil berarakan di jalan raya sambil mengumandangkan takbir dengan serempak. Tak hanya itu, letusan kembang api juga ikut mewarnai kemeriahan di hari kemenangan ini. Maklumlah, hari ini adalah Hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan umat Islam, setelah satu bulan lamanya mereka menjalankan ibadah Ramadhan. Tapi suasana itu bisa dirasakan di Indonesia lain halnya di Maroko yang terkenal dengan sebutan negeri seribu benteng ini. Susana malam takbiran di Maroko laksana kota mati, tak ada suara takbir menggema dari berbagai sudut kota, baik di masjid atau musholla. Tak ada istilah takbir keliling dan kembang api.

Ketika keluar dari rumah jalanan pun terlihat sepi, lalu lalang kendaraan berjalan normal seperti biasanya. Seolah tidak ada moment besar terjadi pada hari ini, Ternyata Maroko menyebut hari raya Idul Fitri sebagai hari raya ashor (kecil) dan hari raya Idul Adha sebagai hari raya kabir (besar) jadi wajar saja kalau masyarakat Maroko lebih suka untuk merayakan hari raya qurban dari pada hari raya Idul Fitri. Tidak hanya itu, Masyarakat Maroko juga mengganggap sebuah aib jika tidak melaksanakan qurban. Jadi bisa dipastikan ketika hari raya qurban tiba semua masyarakat Maroko sudah mempersiapkan hewan kurban.

Untunglah setiap malam takbiran tiba KBRI Rabat selalu mengundang semua warga Indonesia di Maroko untuk mengumandangkan takbir bersama di ruang serba guna sekaligus pemberian zakat bagi semua warga Indonesia yang hadir. Setidaknya pertemuan tersebut bisa mengobati rasa rindu kepada keluarga tercinta di kampung halaman.

Ketupat

Layaknya baju baru, lebaran juga identik dengan ketupat atau sering disebut kupat. Orang Jawa mengartikan istilah kupat dengan ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Biasanya, ketupat disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng. Ini pun ternyata ada makna filosofisnya. Opor ayam menggunakan santan sebagai salah satu bahannya. Santan, dalam bahasa Jawa disebut santen yang mempunyai berkait dengan pangapunten alias memohon maaf. Karena dekatnya kupat dengan santen ini, ada pantun yang sering dipakai pada kata-kata ucapan Idul Fitri: Mangan kupat nganggo santen/ menawi lepat, nyuwun pangapunten. (Makan ketupat pakai santan/bila ada kesalahan mohon dimaafkan). Tapi lagi-lagi ini hanya bisa dirasakan di tanah air yang memilki banyak makanan khas yang kaya akan cita rasanya.

Sementara Maroko punya sajian istimewa tersendiri buat lebaran yaitu pie ayam. Hidangan ayam yang satu ini rasanya gurih dan sedikit asam. Diberi topping almond yang renyah juga dibumbui dengan air jeruk lemon. Gurih-gurih renyah dan asam! Untuk menandai berakhirnya bulan puasa umumnya dilakukan berbagai persiapan. Seperti membuat halawiyat (manisan) atau kue kering dan menyiapkan hidangan lezat dan mewah. Baik untuk dinikmati bersama keluarga atau diberikan sebagai hantaran. Tradisi ini dilakukan warga Maroko menjelang lebaran, biasanya para wanita sibuk di dapur untuk menyuapkan kue-kue. Namun ada juga yang memilih untuk membeli kue jadi di toko terdekat.

Selanjutnya makanan tersebut dihidangkan diatas atas meja ketika hari lebaran tiba. Sebelum menyantapnya warga Maroko terlebih dahulu menyantap Dajaj Muhamar yaitu ayam panggang yang disajikan dalam piring besar dan dimakan bersama-sama anggota keluarga lainnya. Setelah itu, biasanya seluruh keluarga menikmati teh khas Maroko yang disebut Atai.Teh disajikan dalam teko berdesain cantik dan unik yang disebut Barad.

Didalam penuangan Atai ini memilki aturan tersendiri, biasanya setelah dituangkan ke dalam gelas kemudian dimasukan lagi ke dalam teko dan dituangkan lagi hingga tiga kali. Kata warga Maroko disitulah letak kenikmatan cita rasa Atai yang sesungguhnya. Jadi jika tidak melalui proses tersebut bagi mereka kurang sempurna. Untuk menemani minuman Atai, biasanya ada makanan pendamping yang diberi nama Zamita.

Bagi WNI yang merayakan lebaran di negeri seribu benteng ini jangan berharap bisa menemukan restoran yang menjual makanan khas Nusantara, jangankan menu masakannya, untuk mendapatkan bumbunya saja tidak ada pasar atau tempat khusus yang menjual bumbu masakan khas Indonesia. Satu-satunya cara untuk mendapatkan menu lebaran tersebut dengan mendatangi wisma duta Indonesia KBRI Rabat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri yang tiap tahun diadakan di halaman wisma tersebut.

Kegiatan ini merupakan acara rutinan yang diadakan oleh KBRI Rabat untuk mengumpulkan semua warga Indonesia di Maroko. Selesai sholat Ied, semua bersalam-salaman sekaligus halal bihalal di tempat kediaman Dubes RI di Maroko, sekitar setengah jam kemudian dilanjutkan dengan acara makan-makan di tempat kediaman dinasnya yang asri, luas dan rimbun ini. Disinilah segala jenis makanan nusantara bisa ditemui dan dinikmati, mulai dari opor ayam, ketupat, lontong, soto madura, dan lain-lain.

Lebaran di Wisma Duta Indonesia juga merupakan ajang bertemunya seluruh warga Indonesia dari segala penjuru Maroko. Bertemu dengan orang-orang yang senasib dan seperjuangan, membuat rasa sedih dan nelangsa hilang saat itu meski usai acara tersebut rasa kangen rindu terhadap keluarga di rumah kembali menyelimuti.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46430/menengok-tradisi-lebaran-di-maroko

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 04 April 2016

Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Sejumlah menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menghadiri seminar internasional yang diselenggarakan oleh KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al-Hikam II Beji, Depok, Kamis (30/10).

Mereka adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa dan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Mantan menteri luar neger Hasan Wirajuda yang semenjak awal mendukung pelaksanaan acara International Conference of Islamic Scholar (ICIS) bersama KH Hasyim Muzadi juga terlihat hadir dan menyampaikan materi.

Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok (Sumber Gambar : Nu Online)


Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok

Seminar internasional kali ini membahas tema konflik dan transisi demokrasi di Timur Tengah. Secara khusus pembahasan lebih mengarah kepada persoalan ISIS atau kelompok negara Islam d Irak dan Suriah.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Seminar dihadiri sekitar 400 orang yang terdiri dari ulama dan cendekiawan muslim lintas ormas, termasuk para kiai dan pengurus NU dari berbagai daerah yang akan mengikuti Munas dan Konbes di PBNU 1-2 November mendatang.

KH Hasyim Muzadi mengatakan, selama ini informasi mengenai ISIS tidak utuh dan sepotong-potong. Dengan menghadirkan para pakar nasional serta cendekiawan Muslim dari Mesir, Irak dan Suriah diharapkan para kiai khususnya dan umat Islam dapat memperoleh informasi yang utuh mengenai ISIS.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Karena pendirian yang semacam ISIS ini ada di Indonesia. Harus ada pengertian yang utuh mengenai ISIS. Kalau sudah ngerti maka akan waspada. Lebih dari itu diharapkan kita dapat menjelaskan ISIS kepada masyarakat sembari mengembangkan ajaran Islam yang moderat, katanya kepada wartawan usai pembukaan seminar.

Seminar internasional dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan mantan menteri luar negeri Hasan Wirajuda menyampaikan kata pengantar.

Seminar internasional didukung juga oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Sejumlah pejabat penting dijadwalkan akan berbicara antara lain Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman, dan mantan Kepala BNPT Ansyad Mbai. Sementara itu juga terlihat hadir dalam dalam acara pembukaan Ketua DPP PPP Romahurmuzi yang sempat berbincang dengan KH Hasyim Muzadi di kediamannya. (Dwi Niar/ Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55412/sejumah-menteri-hadiri-kegiatan-kh-hasyim-muzadi-di-depok

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 27 Juli 2015

NU, Muhammadiyah participate in securing Christmas celebrations

Semarang, Pesantren Al-Amien Purwokerto. The countrys two largest Islamic organizations, Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU), are ready to deploy volunteers to work alongside police personnel to provide security ahead of and during Christmas and New Years Eve celebrations in Semarang, Central Java.

The Semarang-chapter Muhammadiyah central executive board said it would deploy 30 members of its security taskforce -- the Muhammadiyah Youth Readiness Command (Korkam)-- to help police secure Christmas and New Years Eve festivities in areas across the city.

NU, Muhammadiyah participate in securing Christmas celebrations (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Muhammadiyah participate in securing Christmas celebrations (Sumber Gambar : Nu Online)


NU, Muhammadiyah participate in securing Christmas celebrations

The head of Semarang-chapter Pemuda Muhammadiyah, the youth wing of the countrys second biggest Muslim organization, AM Jumai, said the Korkam personnel would be on guard at security posts they had established in 15 locations across the city.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

We have coordinated with related parties such as the National Police, government officials and religious leaders, Jumai said in Semarang on Monday.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

The security posts have been established at several strategic points, including the Tugu Muda area, Jl. Admodirono, Jl.MT Haryono and Jl.Gajahmada.

Jumai said his organization was also cooperating with Barisan Ansor Serbaguna (Banser), the NU security task force, which routinely deployed its members to participate in the securing of Christmas and New Years Eve celebrations.

Separately, Central Java Police spokesperson Sr.Comr.Liliek Darmanto said the National Police, with support from the Indonesian Military, would hold a security operation codenamed Operasi Lilin 2014 (Operation Candle) to provide security during Christmas and New Years Eve festivities.

The operation is expected to take place for 10 days between Dec.24 and Jan.2. We have carried out preparations, including holding a coordination meeting with parties involved in the operation, said Liliek as quoted by The Jakarta Post.

Thousands of key places such as churches, ports, airports, train stations, banking centers, malls and tourist destinations across the city will be safeguarded.

According to the Central Java Polices Operation Bureau, Central Java has 2,814 churches, comprising 2,337 Protestant churches and 477 Catholic churches, 194 tourist destinations, 232 shopping malls, one seaport, 69 train stations and three airports.

The police said Operation Candle was aimed at ensuring a safe and peaceful situation ahead over the Christmas and New Year period, while at the same time anticipating crime threats that had continued to expand.

From January to October this year, crime was on the increase, especially vehicle theft, robbery and arson.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56512/nu-muhammadiyah-participate-in-securing-christmas-celebrations

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 18 Juni 2015

Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto

Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)


Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati

Ratusan orang memadati kompleks Perguruan Islam Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Jawa Timur, Kamis (21/11) malam. Mereka memeringati haul ke-79 KH Dimyathi Abdulloh yang akrab disapa Embah Guru. Embah Guru yang semasa menjadi pengasuh pondok, pernah mengajar santri asal Malaysia dan Singapura.

Haul ini dihadiri para pengasuh, masyarakat, alumni dan seluruh santri Pondok Tremas. Para alumni datang dari berbagai daerah. Acara diawali dengan sambutan terima kasih keluarga pengasuh pesantren.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selain haul Embah Guru, mereka juga memeringati haul ke-19 KH Harist Dimyathi seperti pers rilis yang dikirim Zainal Faizin.

Peringatan haul diisi tahlilan bersama yang dipimpin seorang ustadz sepuh Pondok Tremas KH Rotal Amin. Namun sebelum itu semua, mereka beramai-ramai menggelar semaan Al-Quran dan ziarah ke makam para syekh di Maqbaroh Gunung Lembu.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Haul yang digelar rutin setiap tahun bertujuan mengenang kiprah, perjuangan, dan meneladani Embah Guru dan KH Harist Dimyathi dalam mendidik para santri.

Embah Guru merupakan pengasuh periode ke-3 Pondok Tremas. Embah Guru bukan lain ialah adik dari ulama yang masyhur di bidang keilmuan, Syekh Mahfud Tremas. Embah Guru ialah kiai alim dan tawadu yang sangat tinggi.

Murid-murid Embah Guru banyak kelak menjadi ulama dan tokoh-tokoh berpengaruh. Mereka antara lain KH Ali Maksum Krapyak, KH Hamid Pasuruan, KH Muntaha Kalibeber, KH Muslih Mranggen Demak, Jendral Sarbini, dan tokoh lainya. (Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48338/haul-embah-guru-yang-ajar-santri-malaysia-dan-singapura-diperingati

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock