Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 April 2017

40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Krapyak, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Sebanyak 40 santriwati Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum tingkat Madrasah Aliyah mengikuti Training and Workshop Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Lentera Foundation bersama Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) dan Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta (US Embassy).

Tema pelatihan ini Journalism Training and Women Leadership Program for Female Students in Islamic Boarding School (pesantren). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada 14-15 September 2015 di gedung pengajian Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta.

40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)


40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Dalam acara pembukaan, Indar, perwakilan dari Kedutaan Amerika menyampaikan sambutan dan rasa senang bisa mengadakaan pelatihan ini di pesantren. "Kami merasa senang, selain bisa mengunjungi pesantren, kami juga berharap potensi-potensi besar yang dimiliki santri khususnya santriwati bisa dikembangkan terutama bidang jurnalistik," katanya.

Dari pihak yayasan pondok pesantren yang diwakili oleh Ibu Ny Hj Maya Fitria sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. "Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara dan kami berharap para santriwati mendapat pemahaman dan pengalaman dalam pelatihan ini," jelasnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pelatihan ini sebelumnya juga dilaksanakan di PPMI Assalaam Solo. Kemudian usai dari pesantren Krapyak, kegiatan ini akan dilanjutkan ke Semesta Boarding School Semarang. (Muyas/Fathoni)

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62180/40-santriwati-ma-ali-maksum-ikuti-pelatihan-jurnalistik

Sabtu, 01 April 2017

Muslimat NU Diajak Perhatikan Kelompok Radikal

Semarang, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Muslimat NU diajak memperhatikan lingkungan sekitarnya. Jika ada kelompok atau perorangan yang mengajarkan radikalisme atau berbuat radikal, terlebih berkedok agama, diminta diperhatikan.

Badan Otonom Nahdlatul Ulama ini dinilai punya peran yang strategis dan mampu melakukan hal itu karena memiliki jaringan luas dan akar yang kuat di masyarakat bawah. Karena anggotanya adalah para ibu-ibu, warga Muslimat NU dipandang bisa melakukan pengawasan itu.

Muslimat NU Diajak Perhatikan Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Diajak Perhatikan Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU Diajak Perhatikan Kelompok Radikal

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dalam acara Sosialisasi Putusan MPR RI di Lingkungan PW Muslimat NU Jawa Tengah di Aula I Kampus I IAIN Walisongo Semarang, kemarin.

Acara dihadiri rektor IAIN Walisongo Dr Muhibbin Nur, Sekretaris Umum PWNU Jateng Arja Imroni, sejumlah pimpinan badan otonom NU tingkat Jawa Tengah, dan para pimpinan PC Muslimat NU se-Jawa Tengah.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jika di lingkungan ibu-ibu ada orang yang berperliku aneh dalam beragama. Cenderung radikal dan membuat keresahan, harap diawasi. Diperhatikan. Syukur bisa dicegah. Karena anak-anak itu adalah anak-anak kita, tutur anggota MPR asal Jawa Timur ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah melantik Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah Periode 2010-2015 dan memberi pengantar sambutan dalam Rapat Kerja yang diadakan usai sosialiasi rampung.

Sementara itu DPR RI Zainut Tauhid Sa`adi selaku badal (pengganti) ketua MPR RI menyampaikan, Indonesia dibangun dengan Empat Pilar Wawasan Kebangsaan. Yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Anggota Badan Legislasi DPR dari Fraksi PPP ini menjelaskan, sosialisasi itu adalah hasil kesepakatan MPR RI dengan Muslimat NU yang digelar dengan tujuan meningkatkan wawasan kebangsaan dalam memperkokoh NKRI. Sosialisasi putusan MPR RI dilaksanakan sebagai pelaksanaan amanat Pasal 8 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Diharapkan dari sosialisasi ini, warga NU semakin cinta dan mengerti Undang-Undang Dasar (UUD). Tidak hanya melaksanakannya saja, tetapi juga dapat memahami dan mampu mengkritisinya, kata anggota Komisi VI DPR asal Jepara ini.

Dalam paparannya, ia menerangkan tentang Tugas dan fungsi MPR RI, pembubaran Dewan Pertimbangan Agung (DPA) serta amandemen TAP MPR yang berisi penegasan bahwa Presiden tidak dapat dijatuhkan dengan alasan politik.

Selain itu, perubahan UUD 1945 dilakukan MPR guna penyempurnakan ketentuan fundamental ketatanegaraan Indonesia sebagai pedoman utama mengisi tuntutan reformasi dan memandu arah perjalanan bangsa dan negara masa kini dan masa datang.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Muhammad Ichwan

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/34323/muslimat-nu-diajak-perhatikan-kelompok-radikal

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Rabu, 28 September 2016

GP Ansor Tasik Dorong Pemkab Berikan Pemuda Ruang Ekspresi

Tasikmalaya, Pesantren Al-Amien Purwokerto. GP Ansor Tasikmalaya menaruh harapan besar atas penataan struktur pemerintahan di bidang kepemudaan di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. GP Ansor berharap pembaruan struktur ini membuka ruang gerak bagi para pemuda secara intensif dan berkelanjutan.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Tasikmalaya melakukan penataan ini dengan memasukan bidang kepemudaan pada dinas pariwisata. Penataan ini direspon positif oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya.

GP Ansor Tasik Dorong Pemkab Berikan Pemuda Ruang Ekspresi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tasik Dorong Pemkab Berikan Pemuda Ruang Ekspresi (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Tasik Dorong Pemkab Berikan Pemuda Ruang Ekspresi

Sekretaris GP Ansor Tasikmalaya Fahmi Siddiq mengatakan, dengan adanya Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru pemerintahan daerah untuk kepemudaan bisa memberikan optimisme bagi pemuda untuk terus mengabdi terhadap masyarakat.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selain itu kami mendorong SOTK baru ini bisa memfasilitasi serta memberikan ruang ekspresi bagi pemuda secara intensif dan berkelanjutan, kata Fahmi di Sekretariat Daerah usai menghadiri sarasehan pembangunan pemuda Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (12/1).

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Menurutnya, ekspresi kreatif tentunya bisa membangun nilai tambah bagi pemuda. Yang sangat penting adalah nilai tambah ekonomi agar daya saing pemuda semakin kuat. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74585/gp-ansor-tasik-dorong-pemkab-berikan-pemuda-ruang-ekspresi

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selasa, 08 September 2015

Tetap Tampilkan Islam Sebagai Agama Keadilan dan Perdamaian

Benin, Afrika, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dakwah Islam yang berlangsung di Cotonou, Benin, Afrika pada tanggal 5 7 Agustus 2005 mengingatkan umat Islam untuk tetap menampilkan Islam sebagai agama keadilan selain agama perdamaian.

KTT Dakwah Islam tersebut juga menghasilkan sejumlah keputusan penting diantaranya perlunya umat Islam sedunia bersatu menghadapi tantangan global dengan menampilkan islam sebagai rahmat bagi semesta.

Sementara, rekomendasi KTT akan disusun strategi peradaban Islam sebagai strategi dakwah masa depan.

Konferensi berlangsung di negara yang terletak di bagian barat benua afrika itu membahas strategi dakwah terhadap tantangan global yang ditandai dengan merajalelanya berbagai bentuk dan jenis kemungkaran.

Tetap Tampilkan Islam Sebagai Agama Keadilan dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Tetap Tampilkan Islam Sebagai Agama Keadilan dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)


Tetap Tampilkan Islam Sebagai Agama Keadilan dan Perdamaian

Konferensi tersebut dihadiri oleh para tokoh Islam dari berbagai negara di dunia serta anggota majelis Tertinggi Dakwah Islam Sedunia yang berpusat di Tripoli, Libya. (kcm/Die)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3378/tetap-tampilkan-islam-sebagai-agama-keadilan-dan-perdamaian

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Minggu, 08 Februari 2015

Pengurus Baru Fatayat Didominasi Kader PPKB

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Pengurus harian hasil kongres ke XIII Fatayat tampaknya didominasi oleh figur dari Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PPKB). Dari enam ketua, tiga diantaranya merupakan pengurus PPKB, yaitu Ida Fauziyah, Yana Latifah, dan Nurhasanah. Maria Ulfa sebelumnya juga menjabat sebagai salah satu ketua PKB, walaupun akhirnya mengundurkan diri.

Demikian juga dengan posisi sekretaris umum, Ummi Chusnul merupakan salah satu anggota dewan syuro PKB. Ia dulu aktif di bidang pengkaderan dan saat ini menduduki jabatan dekan fakultas syarian Institut Ilmu Quran. Posisi bendahara umum yang dipegang oleh Ummu Fatma, istri Saifullah Yusuf yang tentu saja sudah jelas posisinya.

Beberapa mantan pengurus Fatayat mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini karena dengan masuknya orang-orang partai, dikhawatirkan akan membuat Fatayat sekedar sebagai perpanjangan tangan dari Parpol dengan kepentingan praktisnya.

Pengurus baru tersebut dipilih oleh formatur yang terdiri dari sembilan orang. Tujuh mewakili wilayah dan satu orang ketua umum baru dan satu orang mewakili ketua umum lama dan arena ketua lama terpilih lagi, maka digantikan oleh salah satu ketua.

Pengurus Baru Fatayat Didominasi Kader PPKB (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru Fatayat Didominasi Kader PPKB (Sumber Gambar : Nu Online)


Pengurus Baru Fatayat Didominasi Kader PPKB

Partai politik tampaknya ikut bermain dalam kongres ini karena organisasi seperti Fatayat dapat digunakan sebagai mesin politik. Banom NU ini memiliki massa riil dan memiliki jaringan sampai ke bawah tingkat ranting atau di desa-desa. Pertarungan antara Maria Ulfa dan Ulfah Masfufah dikabarkan sebagai pertarungan antara PKB dan PPP.

Perubahan struktur ketua

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Terdapat perubahan struktur ketua yang dulunya hanya empat sekarang menjadi enam. Masing-masing membawahi satu bidang. Pada periode yang lalu terdapat sembilan bidang yang dirangkap oleh beberapa ketua sedangkan saat ini dikurangi menjadi enam, namun masing-masing menjadi lebih terfokus.

Maria Ulfa Ansori menjelaskan bahwa program lima tahun ke depan akan difokuskan tetap pada pemberdayaan perempuan dengan konsentrasi pada konsolidasi dan kaderisasi. Selain itu juga akan dilakukan upaya pengembangan jaringan lokal.

Berikut ini hasil rapat formatur untuk susunan pengurus harian periode 2005-2010:

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Ketua Umum : Dra. Maria Ulfa Anshor M.Hum

Ketua 1 : Dra. Hj. Siti Marhamah Mujib, M.Ag

Ketua 2 : Drg. Ulfah Masfufah

Ketua 3 : Dra. Ida Fauziah

Ketua 4 : Dra. Hj. Nurhasanah Arifin Djunaidi

Ketua 5 : Hj. Siti Haiyinah Sodikin, SE

Ketua 6 : Dra. Yana Lathifah

Sekretaris Umum : Dra. Hj. Ummi Chusnul Khotimah, M.Ag

Sekretaris I : Dra. Siti Masrifah

Sekretaris II : Dra. Muzaenah Zein

Sekretaris III : Dra. Rustini Muhamin Iskandar

Bendahara Umum : Dra. Ummu Fatmah Saifullah Yusuf

Bendahara I : dr. Hj. Erna Yulia Sofihara

Bendahara II : Iklilah Muzayyanah Diri Fajriah, S.Th I

(mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3276/pengurus-baru-fatayat-didominasi-kader-ppkb

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 17 Juni 2013

Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani

Pesantren Al-Amien Purwokerto - KH Arwani Amin Kudus Rahimahullah pernah memberikan wejangan kepada santri-santrinya. Berikut pesan KH. Arwani Amin:

Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani - Pesantren Al-Amien Purwokerto
Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani - Pesantren Al-Amien Purwokerto


Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani

Kuncine Ngaji Al Qur'an iku ono telu: 1. Ojo nyawang sopo gurune (Jangan melihat siapa gurunya)

2. Ora usah isin karo umur (Jangan malu karena umur)

3. Suwe waktune (lama waktu tempuhnya)

------------------ Ora gelem ngaji Al Qur'an mergo pangkat/kedudukan gurune luwih rendah? Gusti Kanjeng Nabi Muhammad Saw iku muride malaikat Jibril As ing babakan Wacan Al Qur'an. Beliau ora isin ngaji Al Qur'an (musyafahah) marang Malaikat Jibril senajan secara pangkat derajat/kedudukan malaikat Jibril as iku luwih rendah.

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji al Qur'an karena kedudukan guru lebih rendah. Nabi Muhammad saw saja tidak malu mengaji alquran kepada malaikat jibril walaupun derajat Rasululloh jauh diatas malaikat Jibril. KH Arwani Amin Kudus (Sarung putih) diapit oleh KH. Rofiq Hadziq alm (kanan)

dan KH. Ahmad Manshur alam (kiri). Dok. Madrasah TBS Kudus

Males ngaji Al Qur'an mergo umur wis Tua? Gusti kanjeng Nabi Muhammad Saw iku mulai ngaji Al Qur'an marang malaikat Jibril as umur 40 tahun.

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji Al Qur'an karena umur sudah tua. Nabi Muhammad saja mulai belajar al Qur'an kepada malaikatJibril pada umur 40 tahun.

Isin ngaji Al Qur'an mergo suwe waktune? Kanjeng Nabi Saw ora pernah ngrasa isin (minder) ngaji Al Qur'an marang malaikat Jibril as awit beliau Saw umur 40 tahun tekane 63 tahun (wafat).

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji al Qur'an karena waktunya lama. Nabi Muhammad saja menerima wahyu al Qur'an 23 tahun lamanya. [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/kunci-ngaji-al-qur-menurut-kyai-arwani.html

Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat

Bangka, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nur Syam menyebut tumbuh pesatnya radikalisme turut ditopang oleh pembiaran yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Oleh karena itu, seluruh kalangan masyarakat, termasuk pada dai diminta untuk ikut menanggulanginya.

Aliran baru dan ajaran agama yang keras biasanya lahir karena adanya pembiaran oleh masyarakat terhadap lingkungan sekitar sehingga paham radikalisme bisa berkembang bebas," ungkap Nur Syam saat menjadi narasumber ahli dalam kegiatan Pelibatan Dai dalam Program Islam Damai untuk Pencegahan Paham Radikal-Terorisme di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, Kamis (29/9).

Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)


Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat

Nur Syam menambahkan, radikalisme bisa semakin berkembang karena adanya pelabelan Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan.

"Di sini pentingnya dai dilibatkan. Dai harus bisa mensyiarkan Islam dengan santun untuk menggerus anggapan Islam mengajarkan kekerasan, untuk menghilangkan stigma Islam sebagai agama mendukung terorisme," tambah Nur Syam.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Masih terkait pelabelan Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan, hal ini disebut Nur Syam banyak ditemukan pada artikel-artikel di dunia maya. Oleh karena itu Kementerian Agama mendorong dai untuk mengubah pola dakwah yang dilakukannya.

"Manfaatkan teknologi. Sekarang banyak artikel yang menyebut Islam seolah-olah mendukung terorisme di website-website. Dai bisa mengcounter itu dengan membuat website juga, memperbanyak artikel-artikel tentang keislaman yang santun di dunia maya," tegas Nur Syam.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pelibatan dai dalam Program Islam Damai untuk Pencegahan Paham Radikal-Terorisme di Kabupaten Bangka dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini juga menghadirkan 3 narasumber lainnya, yaitu Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri Syeikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung Hatamara Rasyid, Tokoh Agama Bangka Belitung H. Nasrin, dan Direktur The Nusa Institute Mulyono Lodji. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71603/radikalisme-tumbuh-karena-pembiaran-masyarakat

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock