Tampilkan postingan dengan label Pustaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pustaka. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2017

Kader IPNU-IPPNU Harus Berani Katakan Kebenaran

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. PC IPNU-IPPNU Jakarta Timur menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) angkatan ke-3 dengan tema Membentuk Karakter Pelajar NU yang Kompetitif dan Inspiratif.

Acara yang dilaksanakan Ahad 27 Januari di Yayasan Islam Nurul Huda, Lubang Buaya Jakarta timur, diharapkan menambah kader-kader NU yang memahami ihwal organisasi, berani mengatakan kebenaran dan punya keberpihakan pada kaum lemah.

Kader IPNU-IPPNU Harus Berani Katakan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU-IPPNU Harus Berani Katakan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)


Kader IPNU-IPPNU Harus Berani Katakan Kebenaran

Kita memang masih butuh banyak kader penerus perjuangan IPNU-IPPNU yang pro aktif dan memiliki kompetensi yang kuat guna menjawab tantangan zaman saat ini, dan melalui makesta ini kami berjarap IPNU-IPPNU khususnya di Jakarta Timur mampu menjawab tantangan itu. papar ketua IPNU Jakarta Timur, rekan Maulana Hamzah.

"Dan yang lebih penting lagi, kader IPNU-IPPNU harus berani katakan kebenaran," lanjutnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Acara yang berlangsung satu hari penuh dan dihadiri puluhan kader IPNU-IPPNU baru dari beberapa sekolah ini dibuka oleh rekan Ahmad Murodi Mursyid selaku tuan rumah sekaligus senior IPNU tingkat nasional.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Acara ini dihadiri pula oleh Sekjen PW IPNU DKI Jakarta Abdul Majid, dan juga ketua PW IPPNU DKI Jakarta Nurlaela.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Yudhi Permana

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42139/kader-ipnu-ippnu-harus-berani-katakan-kebenaran

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selasa, 17 Januari 2017

Keutamaan Hari Arafah

Ketika Allah s.w.t memerintkah Nabi Ibrahim a.s. untuk menyeru kepada manusia untuk mengerjakan haji, maka beliau bergegas berseru : "Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membangun rumah (Ka'bah) maka berhajilah ke sana". Semua manusia telah menjawab seruan itu bahkan calon embrio yang masih berada dalam sperma lelaki dan sel telur perempuan.

Keutamaan Hari Arafah
Keutamaan Hari Arafah


Allah s.w.t. berfirman:

{ وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَميِقٍ } [الحج:27]

Artinya : "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan dating kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka akan dating dari segenap penjuru yang jauh". [QS. Al-Hajj : 27]

Pada hari-hari semacam ini (permulaan Dzul Hijjah) jama'ah haji saling bertemu di rumah Allah dengan mengumandangkan Talbiyah untuk memenuhi seruan Nabi Ibrahim a.s. seraya mengharapkan ridho dari Allah s.w.t. dan membentangkan diri untuk mendapatkan curahan rahmat yang Allah turunkan di hari-hari seperti ini yang pada puncaknya adalah pada hari Arafah.

Hari Arafah merupakan hari pembebasan dari Neraka bagi mereka yang menjaga pendengarannya dari hal yang buruk, bagi mereka yang turut berpuasa di hari tersebut dengan mengharapkan keridhoan dari Tuhannya. Hal ini tak lain karena Allah s.w.t. telah menjamin pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa di hari Arafah.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"من صام يوم عرفة غفر له سنة أمامه وسنة خلفه, ومن صام عاشوراء غفر له سنة". رواه الطبراني في الأوسط

Artinya : "Barang siapa yang berpuasa di hari Arafah, maka dia diampuni (dari dosanya) setahun setelah dan sebelumnya. (Sedangkan) barang siapa yang berpuasa pada hari Asyura', maka ia diampuni (dari dosa) setahun". HR. Thabrani dalam Al-Ausath

Hari Arafah adalah puncak dari harapan para jama'ah haji, sebab pada hari itulah mereka bias memperoleh segala pengharapan. Begituhalnya Tuhan menatap mereka dengan pandangan keridhoan.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"إِنَّ اللَّهَ - تعالى - تطوَّل – أي تفضل - عَلَى أَهْلِ عَرَفَاتٍ يُبَاهِي بهم الْمَلاَئِكَةَ يَقُولُ : يَا مَلاَئِكَتِي ، انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْثًا ، غُبْرًا أَقْبَلُوا يَضْرِبُونَ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ، فأشهدكم أَنِّي قَدْ أَجَبْتُ دَعَاءهُمْ ، وَشَفَعْتُ رَغْبَتَهُمْ ، وَوَهَبْتُ مُسِيئَهُمْ لِمُحْسِنِهِمْ ، وَأَعْطَيْتُ مُحْسِنيهُمْ جَمِيعَ مَا سَأَلُونِي غَيْرَ التَّبِعَاتِ الَّتِي بَيْنَهُمْ ". رواه أبو يعلى

Artinya: "Sesungguhnya Allah s.w.t. memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para Malaikat dan berfirman : "Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan do'a mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka". (HR. Abu Ya'la)

Lebih dari itu, Hari Arafah adalah hari paling agung di mana Allah mengampuni dosa-dosa Kaum Mukminin di segala penjuru dunia mana kala mereka membentangkan diri untuk mendapatkan anugerah Allah yang dicurahkan pada hari tersebut dengan do'a yang sungguh-sungguh.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"إذا كان يوم عرفة لم يبق أحد في قلبه ذرة من إيمان إلا غفر له. فقيل : يا رسول الله المعروف خاصة؟ أي – لمن وقف في عرفة خاصة – أم للناس عامة؟ قال : بل للناس عامة". رواه أبو داود

Artinya : "Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya : Ya Rasulallah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia?, Rasulullah menjawab : Untuk semua manusia". HR. Abu Daud

Pada hari ini (Arafah) adalah hari pembebasan dari Api Neraka dan Allah s.w.t. sangat bermurah hati dan penuh dengan kasih sayang. Diriwayatkan dari Jabir r.a., beliau berkata:

"ما من يوم أفضل عند الله من يوم عرفة ينزل الله تعالى إلى سماء الدنيا فيباهي بأهل الأرض أهل السماء فيقول انظروا إلى عبادي جاؤوني شعثا غبرا ضاجين جاؤوا من كل فج عميق يرجون رحمتي ولم يروا عقابي فلم ير يوما أكثر عتقا من النار من يوم عرفة". رواه البيهقي

"Tidak ada hari yang lebih utama di hadapan Allah melebihi Hari Arafah. (Urusan) Allah s.w.t. turun ke langit dunia, Allah pun membanggakan penduduk bumi kepada penduduk langit seraya berfirman : "Lihatlah kepada hamba-hambaku yang datang kepadaku dengan tubuh lusuh penuh debu menggaduh. Mereka datang dari segala penjuru yang jauh dengan mengharapkan rahmatKu sedangkan mereka tidaklah melihat siksaanku". Maka tidaklah ada hari di mana pembebasan dari Neraka itu melebihi di Hari Arafah". (HR. Baihaqi)

Paling utamanya do'a pada Hari Arafah baik bagi jama'ah haji ataupun yang lainnya adalah :

"لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ"

Rasulullah s.a.w. bersabda :

"خير الدعاء دعاء يوم عرفة, وأفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي : لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ". رواه الإمام مالك

Artinya : "Sebaik-baik do'a adalah do'a pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga Para Nabi sebelumku adalah : Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syai'in Qodiir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya)". HR. Imam Malik

Adapun do'a yang sering dipanjatkan Nabi s.a.w. pada Hari Arafah adalah :

"اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ نَقُوْلُ, وَخَيْراً مِمَّا نَقُوْلُ, اَللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ, وَإِلَيْكَ مَآبِيْ وَلَكَ رَبِّيْ تُرَاثِيْ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَّاتِ الْأَمْرِ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَهِبُّ بِهِ الرِّيْحُ".

Artinya : "Ya Allah segala puji hanyalah milikMu sebagaimana kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari pada apa yang kami ucapkan. Ya Allah, hanyalah untukMu Shalat, hidup dan matiku. Hanyalah kepadaMu tempat kembaliku. Hanyalaha milikmu segala peninggalanku. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari siksa kubur, gangguan dalam hati dan terpecahnya segala urusan. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari keburukan yang tertiup bersama angin".

Di antara kedermawanan Allah s.w.t. dengan segala kemurahan dan anugerah yang Dia limpahkan serta pengampunan atas segala dosa kepada para hambanya serta pembebasan mereka dari Api Neraka di segala penjuru dunia pada Hari Arafah itu membuat Setan merasa sakit yang sangat serta merasakan kerugian yang sangat besar (sebab telah lama ia menjerumuskan manusia, malah diampuni dosa mereka). Rasulullah s.a.w. bersabda:

"ما رؤى الشيطان يوما هو فيه أصغر ولا ادحر ولا أحقر ولا أغيظ منه في يوم عرفة وما ذاك الا لما رأى من تنزل الرحمة وتجاوز الله عن الذنوب العظام". رواه الإمام مالك

Artinya : "Tidak ada hari di mana Setan Nampak lebih kerdil, terusir dan marah melebihi di Hari Arafah. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena dia melihat limpahan rahmat dan pengampunan Allah dari dosa-dosa besar". (HR. Imam Malik). [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Imam Abdullah El-Rashied, mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College, Mukalla, Hadramaut, Yaman.

Catatan:

Artikel ini disarikan dari Khutbah yang disampaikan oleh Dr. Salim Abu Bakar Al-Haddar, Wakil Dekan Fakultas Syariah di Imam Shafie College pada hari Jum'at 7 Dzul Qo'dah 1437 H / 8 September 2016 di Masjid Imam Syafi'I, Mukalla, Hadramaut, Yaman.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/keutamaan-hari-arafah.html

Minggu, 14 Agustus 2016

Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon

Jombang, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Pondok pesantren Ar-Rahmah Nglawan Senden, Peterongan, Jombang, mendapatkan bantuan ratusan bibit dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Jombang. Bantuan bibit seperti pohon jati, sengon, trembesi, nangka, dan sirsak, akhirnya ditanam pada peringatan maulid Rasulullah SAW.

"Bersamaan dengan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, acara penanaman ratusan bibit pohon kami mulai Ahad lalu," kata Kepala Sekolah SMK Ar-Rahmah Affandi kepada Pesantren Al-Amien Purwokerto, Senin (12/1). Kegiatan penanaman pohon dilakukan bersama ratusan siswa dan siswi sekolah SMK Ar-Rahmah dan sejumlah santri.

Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)


Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon

"Masing-masing bibit kami tanam di area sekitar pesantren dan sekolah," kata Affandi.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Mereka terpanggil untuk menanam pohon karena kondisi iklim yang semakin tidak menentu. "Bagaimana mungkin saat musim penghujan ternyata hujan tidak lagi turun," kata alumnus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang ini.

Demikian juga kala musim kemarau, ternyata tidak jarang turun juga hujan dengan intensitas tinggi, lanjutnya.

Belum lagi musibah tanah longsor dan kekeringan yang menimpa sebagian daerah. "Dalam pandangan kami, hal tersebut bukan murni sebagai musibah namun memang ada faktor kelalaian manusia dalam menjaga ekosistem," kata Affandi.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Oleh karena hal yang perlu untuk dilakukan adalah menyelamatkan lingkungan dengan menanam sebanyak mungkin pohon yang bisa menjaga ekosistem yang ada.

"Paling tidak kita bisa mengingatkan mereka bahwa tugas menjaga kelestarian alam harus menjadi tanggungjawab bersama," katanya. Dan mengenalkan budaya menanam pohon adalah langkah positif bagi persepsi mereka terhadap alam di masa mendatang.

Sebelum penanaman pohon, para siswa siswi serta santri mengawali dengan pembacaan sholawat. Para pimpinan pesantren, sekolah dan guru berbaur dengan para santri dan murid melantunkan sholawat Nabi. Usai kegiatan shalawat dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon yang telah disiapkan. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56991/peringati-maulid-nabi-pesantren-ar-rahmah-jombang-tanam-pohon

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Minggu, 07 Februari 2016

Habib Jadzab (Antik) Waliyullah Kudus Insyaallah Hadir di Haul Gus Dur ke 7

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Sepanjang hidupnya, Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang malnjutkan tradisi para ulama pendahulunya menghadirkan Islam yang ramah dan damai, membela kepentingan kaum yang lemah, dan dapat beradaptasi dan menerima budaya lokal.

Habib Jadzab (Antik) Waliyullah Kudus Insyaallah Hadir di Haul Gus Dur ke 7
Habib Jadzab (Antik) Waliyullah Kudus Insyaallah Hadir di Haul Gus Dur ke 7


Nilai keislaman yang Gus Dur perjuangkan berusaha untuk menyapa dan merangkul semua kelompok. Beliau meyakinkan bahwa keislaman dapat bersanding dengan nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi, menjunjung tinggi penghormatan hak asasi, menghargai perbedaan, serta mengutamakan persatuan dan persaudaraan. Nilai dan prinsip itu pula yang terus diperjuangkan saat beliau menjadi Presiden RI keempat.

Menghadapi tantangan meningkatnya kebencian antar sesama muslim maupun terhadap kelompok lain akhir-akhir ini, nilai keislaman yang diperjuangkan KH Abdurrahman semakin relevan untuk digemakan kembali. Karena itu peringatan ke-7 tahun wafatnya KH. Abdurrahman Wahid, Jumat 23 Desember ini mengambil tema ‘Mengaji Gus Dur; Menebar Damai Menuai Rahmat’.

"Situasi ini dapat menganggu citra Islam, terutama bagi Indonesia yang menjadi model keislaman yang damai dan ramah di mata dunia. Apalagi masyarakat di negara-negara Barat saat ini mengalami Islamphobia, ketakutan daan kecurigaan terhadap Islam yang meningkat akibat maraknya kekerasan dan terorisme," tandas Alissa Wahid, ketua Panitia Peringatan yang juga puteri sulung Gus Dur, (Selasa, 20/12).

Menurut Alissa, ketegangan yang tak jarang berakhir dengan konflik kekerasan biasanya dipicu sikap merasa benar sendiri dan mudah menyalahkan yang lain. Sikap ini makin mengeras dan berdampak negatif jika dipengaruhi faktor politik, ekonomi, dan sosial. Situasi ini sangat mudah dijumpai di media-media sosial akhir-akhir ini. Padahal nilai-nilai keislaman jelas sekali mewajibkan pada perdamaian dan tak mudah berburuk sangka.

Pada saat bersamaan, orang juga makin merindukan Gus Dur di saat tak sedikit para pejabat publik bertindak melawan rakyat atas nama pembangunan. "Di sejumlah daerah kita masih menyaksikan rakyat kecil ditinggalkan bahkan dirampas haknya dan kelompok minoritas ditekan. Di saat itu orang-orang rindu Gus Dur," tandas Alissa.

Peringatan haul Gus Dur ke-7 tahun ini diisi kegiatan tahlil, maulid Nabi Besar Muhammad SAW, taushiah, doa bersama, deklarasi damai, dan pembacaan puisi. .

Sejumlah tokoh agama, tokoh pemerintah, tokoh masyarakat, dan budayawan yang akan hadir, antara lain sahabat dan budayawan KH. Mustofa Bisri (Rembang), Habib Ja’far Alkaff (Kudus), Habib Umar Muthohar (Semarang), KH. Said Aqil Siradj (Ketum PBNU), Lukman Hakim Saifuddin (Menag), Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida (Budayawan). Acara ini akan dimeriahkan pula oleh penampilan band musik tradisi Kunokini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini akan diikuti ribuan orang yang datang dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Mereka terdiri atas anggota majelis taklim, komunitas, hingga kalangan umum. Di pagi hari, mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, ada kegiatan Khotmil Qur’an (membaca tuntas 30 juz al-Qur’an). [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/habib-jadzab-waliyullah-kudus-hadir-di-haul-gus-dur-ke-7.html

Kamis, 18 Juni 2015

Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto

Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)


Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati

Ratusan orang memadati kompleks Perguruan Islam Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Jawa Timur, Kamis (21/11) malam. Mereka memeringati haul ke-79 KH Dimyathi Abdulloh yang akrab disapa Embah Guru. Embah Guru yang semasa menjadi pengasuh pondok, pernah mengajar santri asal Malaysia dan Singapura.

Haul ini dihadiri para pengasuh, masyarakat, alumni dan seluruh santri Pondok Tremas. Para alumni datang dari berbagai daerah. Acara diawali dengan sambutan terima kasih keluarga pengasuh pesantren.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selain haul Embah Guru, mereka juga memeringati haul ke-19 KH Harist Dimyathi seperti pers rilis yang dikirim Zainal Faizin.

Peringatan haul diisi tahlilan bersama yang dipimpin seorang ustadz sepuh Pondok Tremas KH Rotal Amin. Namun sebelum itu semua, mereka beramai-ramai menggelar semaan Al-Quran dan ziarah ke makam para syekh di Maqbaroh Gunung Lembu.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Haul yang digelar rutin setiap tahun bertujuan mengenang kiprah, perjuangan, dan meneladani Embah Guru dan KH Harist Dimyathi dalam mendidik para santri.

Embah Guru merupakan pengasuh periode ke-3 Pondok Tremas. Embah Guru bukan lain ialah adik dari ulama yang masyhur di bidang keilmuan, Syekh Mahfud Tremas. Embah Guru ialah kiai alim dan tawadu yang sangat tinggi.

Murid-murid Embah Guru banyak kelak menjadi ulama dan tokoh-tokoh berpengaruh. Mereka antara lain KH Ali Maksum Krapyak, KH Hamid Pasuruan, KH Muntaha Kalibeber, KH Muslih Mranggen Demak, Jendral Sarbini, dan tokoh lainya. (Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48338/haul-embah-guru-yang-ajar-santri-malaysia-dan-singapura-diperingati

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 16 Maret 2015

Bangun Keuangan Inklusif, Muslimat NU Gandeng OJK

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. PP Muslimat NU mendatangani nota kesepakatan (MoU) bersama OJK (Otoritas Jasa Keuangan) disela-sela Kongres XVII Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur (26/11). Penandatanganan dilakukan oleh Muliaman D Hadad Ketua Dewan Komisioner OJK dan Hj Khofifah Indar Parawansa Ketum PP Muslimat NU.

Muliaman mengatakan, akses keuangan dijadikan program pengentasan kemiskinan secara aktif. Membuka akses keuangan inklusif, yang belum lancar menjadi lancar. "OJK berusaha mendekatkan masyarakat pada uang, kalau masyarakat sudah dekat dengan uang maka kemiskinan akan teratasi," kata Muliaman, memberikan penjelasan kepada peserta kongres.

Bangun Keuangan Inklusif, Muslimat NU Gandeng OJK (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Keuangan Inklusif, Muslimat NU Gandeng OJK (Sumber Gambar : Nu Online)


Bangun Keuangan Inklusif, Muslimat NU Gandeng OJK

Maka dari itu, pemerintah melalui OJK mengatur regulasi bagaimana layanan keuangan bisa lebih dekat dengan masyarakat. "Semoga dengan adanya MoU ini pengetahuan tentang keuangan ibu-ibu muslimat semakin baik," ujarnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Tahun ini OJK fokus pada masyarakat melek akan keuangan. Ibu-ibu itu bagaimanakan bendahara keluarga yang mempunyai kewenangan menggunakan uang keluarga. Tentunya ibu juga sebagai tiang negara. "Soalnya ibu berperan penting dalam urusan mengelola uang," tegas Muliaman.

Kerja sama ini baru pertama kali dilakukan oleh organisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia. Muslimat memiliki 34 Wilayah, 525 cabang dan ribuan pengurus anak cabang se-Indonesia.

"Ini langkah awal, nanti kita akan melakukan pilot project di beberapa daerah, saya serahkan kepada Muslimat. Tadi ibu Ketum Muslimat mengatakan telah melakukan pembinaan koperasi dan jasa keuangan di Jember dan di Jawa Barat. Kita akan optimalkan di beberapa desa," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73283/bangun-keuangan-inklusif-muslimat-nu-gandeng-ojk

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 01 Mei 2014

Kajian Rutin Kitab Hidayaturrahman di Masjid KH Sholeh Darat

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Kopisoda) menggelar ngaji perdana kitab Hidayaturrahman karya KH. Muhammad Sholeh bin Umar al-Shamarani, di masjid Sholeh Darat, Ahad (20/03/2013). Kitab ini merupakan tafsir surat al-Fatihah dan al-Baqarah. Hadir sebagai penelaah, H. Anashom (Ketua PCNU kota Semarang), H. In’amuzzahidin (Koordinator Kopisoda), Hj. Sri Suhanjati Sukri (tokoh Aisyiyah).

Kajian Rutin Kitab Hidayaturrahman di Masjid KH Sholeh Darat
Kajian Rutin Kitab Hidayaturrahman di Masjid KH Sholeh Darat


Menurut rencana, kajian kitab tersebut akan digelar tiap Ahad minggu ketiga. Kitab Hidayaturrahman yang merupakan ringkasan dari Faidurrahhman karangan KH Sholeh Darat. Kitab Faidurrahman ini konon pernah dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai kado pernikahan.

Agus Taufik, dzurriyah KH Sholeh Darat mengapresiasi pembentukan Kopisoda untuk nguri-nguri dan mengkaji kitab-kitab KH Sholeh Darat. Ia yakin, masih banyak keilmuan KH Sholeh Darat yang masih terpendam bersamaan dengan kitab-kitabnya yang belum ditemukan. “Ikhtiar kami bagian dari keluarga dan jamaah ingin melestarikan perjuangan Mbah Sholeh Darat,” katanya.

Taufiq menambahkan kegiatan seperti ini perlu dikembangkan dan yang penting bisa istiqomah. Acara dimulai dengan pembacaan tahlil dipimpin K. Mukri selaku sesepuh takmir masjid. “Tidak ada sekat diantara kita, mbah Sholeh Darat milik kita semua,” jelas Taufiq.

Dalam pemaparan sesi materi kitab, Hj. Sri Suhanjati Sukri mengakui bahwa penelitiannya mengenai Mbah Sholeh Darat terinsiprasi dari penelitian Abdullah Salim. Hal menarik menurut Hj. Sri adalah katuranggan yang ada dalam kitab majmua’at yang berbasis kitab fikih. Ia berharap, ke depan kajian kitab tidak hanya terbatas diikuti oleh Kopisoda belaka. "Harus ada Mbah Sholeh Darat Center untuk menampung dan mengambangkan pemikiran dan hasil karya Mbah Sholeh Darat," ujarnya.

Tesis Anashom tentang gerakan dakwah di Semarang juga memasukkan Mbah Sholeh Darat sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam penyeberan Islam di Nusantara. Murid yang terlacak antara lain: KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah), KH. Mahfudz Termas, KH. R Dahlan Termas (pencipta kalender abadi), KH. Munawir Krapyak Yogyakarta, K. Amir Pekalongan, K. Idris (Jamsaren, Solo), K. Abdullah (Bandungrejo, Mranggen), K. Abdullah Sajad (Sendangguwo), K. Abdul Hamid (Kendal), K. Dimyati (Termas), K. Abdus Shomad, K. Penghulu Tafsir Anom. (penulis Tafsir Jawan), K. Yasir (Bareng, Kudus), M. Salim (Banyuwangi), K. Abdurrahman (Mranggen).

Menurut Anashom, jaringan ulama Mbah Sholeh Darat perlu kita lacak hingga ke Singapura dan Bombay (India) karena kitab-kitab beliau dicetak di sana. Tercatat 13 kitab yang telah ditemukan Kopisoda. Agus Taufiq menambahkan lagi penemuan kitab Mbah Sholeh Darat lainnya, namanya Aqiqatut Tajwid dan Fil Biladil Mukarromah al-Musyarrofah.

Tampak hadir H. Imam Taufiq (MUI Jateng), M. Rikza Chamami (MUI kota Semarang) dan pecinta kajian Mbah Sholeh Darat. Rencana, Kopisoda akan touring ke berbagai masjid dan lintas organisasi untuk mengembangkan kecintaan kepada Mbah Sholeh Darat. Pertemuan mendatang jatuh pada 17 April 2016, bertempat di masjid Kauman Agung Semarang. (Mukhamad Zulfa/abd)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/03/kajian-rutin-kitab-hidayaturrahman-di-masjid-kh-sholeh-darat.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock