Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2017

Kader IPNU-IPPNU Harus Berani Katakan Kebenaran

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. PC IPNU-IPPNU Jakarta Timur menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) angkatan ke-3 dengan tema Membentuk Karakter Pelajar NU yang Kompetitif dan Inspiratif.

Acara yang dilaksanakan Ahad 27 Januari di Yayasan Islam Nurul Huda, Lubang Buaya Jakarta timur, diharapkan menambah kader-kader NU yang memahami ihwal organisasi, berani mengatakan kebenaran dan punya keberpihakan pada kaum lemah.

Kader IPNU-IPPNU Harus Berani Katakan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU-IPPNU Harus Berani Katakan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)


Kader IPNU-IPPNU Harus Berani Katakan Kebenaran

Kita memang masih butuh banyak kader penerus perjuangan IPNU-IPPNU yang pro aktif dan memiliki kompetensi yang kuat guna menjawab tantangan zaman saat ini, dan melalui makesta ini kami berjarap IPNU-IPPNU khususnya di Jakarta Timur mampu menjawab tantangan itu. papar ketua IPNU Jakarta Timur, rekan Maulana Hamzah.

"Dan yang lebih penting lagi, kader IPNU-IPPNU harus berani katakan kebenaran," lanjutnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Acara yang berlangsung satu hari penuh dan dihadiri puluhan kader IPNU-IPPNU baru dari beberapa sekolah ini dibuka oleh rekan Ahmad Murodi Mursyid selaku tuan rumah sekaligus senior IPNU tingkat nasional.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Acara ini dihadiri pula oleh Sekjen PW IPNU DKI Jakarta Abdul Majid, dan juga ketua PW IPPNU DKI Jakarta Nurlaela.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Yudhi Permana

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42139/kader-ipnu-ippnu-harus-berani-katakan-kebenaran

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 16 Januari 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Sidoarjo, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggadakan annual check up gratis. Yang unik peserta pengecekan kesehatan itu adalah para kiai, nyai dan warga sekitar rumah sakit. Sedikitnya 150 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis ini.

Koordinator annual check up RSI Siti Hajar Sidoarjo dr Endah Nugrohowati mengatakan, para peserta mendapatkan layanan dari rumah sakit seperti pemeriksaan kesehatan, laboratorium, rekam jantung, dan pemeriksaan berat badan.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)


RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Setelah masing-masing peserta diperiksa, keesokan harinya mereka mendapatkan resep dan obat sesuai penyakitnya masing-masing serta mendapatkan tambahan gizi.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Karena pesertanya para kiai, nyai dan rata-rata sudah berumur, jadi sakitnya bermacam-macam. Ada yang sakit kencing manis, darah tinggi, tulang keropos, dan yang paling banyak adalah penyakit linu," terang Endah, Kamis (18/2).

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan itu berjalan selama tiga hari sejak 16-18 Pebruari. Bagi yang diperiksa tanggal 16 Pebruari, konsultasi kesehatan serta pengambilan obatnya jatuh pada tanggal 17 Pebruari. Demikian juga mereka yang diperiksa pada tanggal 17, pengambilan obat, pemberian gizi, dan konsultasi kesehatannya jatuh pada tanggal 18 Pebruari.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Gelombang pertama, sambung Endah, pesertanya sekitar 100 orang. Sedangkan gelombang kedua sekitar 50 orang. Jadi total pesertanya sekitar 150 orang.

Ia juga berpesan kepada para peserta layanan ini agar menghindari makanan maupun minuman yang bisa mengganggu kesehatan. "Kalau bisa makannya harus diatur, seperti tidak makan melinjo, bebek dan lain sebagainya yang bisa mengakibatkan penyakit. Karena kondisinya sudah lanjut," pesan Kepala Instalasi Laboratorium itu.

Sementara KH Asmuni A Umar (82) warga Dusun Magersari, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo menyatakan senang bisa mengikuti pengobatan dan pemeriksaan yang diadakan oleh RSI Siti Hajar.

Ia menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan itu, dirinya bisa mengetahui kondisi dan kesehatannya. "Alhamdulillah, saya juga rutin setiap tahun mengikuti kegiatan ini," kata Kiai Asmuni. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65862/rsi-siti-hajar-sidoarjo-layani-check-up-gratis

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selasa, 27 September 2016

Kiai Said: Pendirian Masjid Istiqlal Digagas KH Wahid Hasyim

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Masjid Istiqlal sebagai masjid nasional kerap menjadi destinasi warga Indonesia bahkan tamu kenegaraan dari luar negeri. Tercatat, Presiden AS 2004-2016 Barack Obama dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud menyempatkan diri menyambangi masjid yang terletak berdampingan dengan Gereja Katedral ini saat mengadakan kunjungan diplomatik.

Di balik kemegahannya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkap sejarah pendirian Masjid Istiqlal. Hal ini ia jelaskan saat memberikan pidato dalam peringatan Harlah ke-71 sekaligus pelantikan Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU periode 2016-2021, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal.

Kiai Said: Pendirian Masjid Istiqlal Digagas KH Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Pendirian Masjid Istiqlal Digagas KH Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Said: Pendirian Masjid Istiqlal Digagas KH Wahid Hasyim

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini menerangkan bahwa pendirian Masjid Istiqlal berkat gagasan putra Hadltraussyekh KH Hasyim Asyari, yaitu KH Abdul Wahid Hasyim pada tahun 1950.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Istiqlal dibangun atas idenya KH Wahid Hasyim tahun 1950. Ia usul kepada Presiden Soekarno, dinamakan Al-Istiqlal, masjid kemerdekaan, ungkap Kiai Said di hadapan sekitar 23.000 anggota Muslimat NU dari sejumlah daerah yang membanjiri Istiqlal.

Atas ide KH Wahid Hasyim saat itu, kata Kiai Said, Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunannya di Bundaran HI, lalu Bung Karno punya usul di tempat sekarang ini. Akhirnya dibuat dan tahun 1978 diresmikan. Pembangunanannya menghabiskan biaya Rp 7 miliar.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Tantangan Muslimat

Usai melantik PP Muslimat NU, Kiai Said menekankan pentingnya perjuangan Muslimat yang harus senantiasa dijaga dengan melakukan berbagai inovasi dan gagasan. Kiai asal Kempek, Cirebon ini menegaskan bahwa khidmah Muslimat bukan hanya dalam keagamaan, tetapi juga harus membangun peradaban.

Tantangan Ibu Khofifah tidak mudah. Bukan hanya berupaya menjaga akidah dan syariat, tetapi tsaqafah dan hadharah, ujar Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Ia menjelaskan, Tsaqafah adalah perjuangan yang mencakup kemajuan intelektual dan ilmu pengetahuan, sedangkan hadharah bermakan menjalankan perkara dunia dengan sebaik-baiknya. Dua-duanya harus dipadukan agar dapat mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

"Jika dua-duanya maju, dinamakan tamaddun, orangnya muttamaddin. Cita-cita kita adalah membangun masyarakat yang maju di bidang tsaqafah dan hadharah," jelas Kiai Said.

Lebih rinci ia menerangkan, Tsaqafah harus cerdas, pandai, dan berpendidikan. Tanpa semua itu, tidak mungkin maju. Ia menegaskan bahwa Nahdliyin harus mencapai target menjadi NU yang intelek sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad dan berperan di segala bidang.

Muslimat NU harus cerdas dan pinter. Selain harus mengedepankan sikap tasamuh (toleran). Mengapa kita dihormati orang lain? Karena warga NU selalu mengedepankan sikap tasamuh, tegasnya. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76515/kiai-said-pendirian-masjid-istiqlal-digagas-kh-wahid-hasyim

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 03 Juni 2016

Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan

Padang, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Pelaksanaan badal (pengganti) haji boleh dilakukan baik untuk orang yang sudah meninggal dunia maupun yang masih hidup namun tak mampu lagi melaksanakan haji ke Mekkah. Ketidakmampuan tersebut terutama disebabkan faktor usia yang sudah lanjut dan kesehatan yang tidak lagi memungkinkan.

Demikian antara lain terungkap pada acara Bahtsul Masail Diniyyah atau pembahasan masalah keagamaan oleh Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PW LBMNU) Sumatera Barat, Rabu (8/8) di aula PWNU Sumbar jalan Ciliwung No. 10 Padang.

Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan (Sumber Gambar : Nu Online)


Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan

Tampil sebagai narasumber Wakil Ketua PWNU Sumbar DR. Syafruddin, dengan moderator Sekretaris PW LBMNU DR. Firdaus, M.Ag. Hadir Rais Syuriah PW NU Sumbar Prof. DR. Asasriwarni,MH, Ketua Tanfidziyah Ir.H.A.Khusnun Aziz, MM, Ketua LBMNU Sumbar Prof.DR. Makmur Syarif, pengurus PWNU Sumbar lainnya, Muslimat NU, IPPNU dan lembaga di lingkungan PWNU Sumbar.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Menurut Syafruddin, pelaksanaan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima memang tak banyak menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama. Karena ibadah haji memiliki nash yang jelas.

Yang dimaksud sebagai badal haji, adalah pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan seseorang, tidak untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang lain. Apakah dalam kategori menggantikan atau menghadiahkan pahala ibadah haji kepada orang lain selain dirinya, kata Syafruddin yang juga Pembantu Rektor I IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sementara itu, Ketua LBMNU Sumbar Makmur Syarif menambahkan, syarat badal haji haruslah orang yang sudah menunaikan ibadah haji. Soal beda jenis kelamin yang membadalkan haji dengan yang dibadalkan haji tidak masalah. Karena tidak ada dalil yang ditemukan, bahwa laki-laki harus membadalkan haji laki-laki dan perempuan harus pula membadalkan haji perempuan.

Dengan demikian, seorang anak laki-laki boleh saja membadalkan haji ibunya atau anak perempuan membadalkan haji ayahnya, kata Makmur Syarif yang juga Rektor IAIN Imam Bonjol Padang.

Menanggapi pertanyaan siapa urutan yang utama membadalkan haji seorang ibu/ayah, menurut Makmur Syarif, tidak ada dalil yang tegas mengatakan urutannya. Apakah anak tertua, laki-laki, perempuan, atau siapa. Yang jelas, mereka yang membadalkan haji harus terlebih dahulu sudah haji pula.

Bahtsul Masail yang berlangsung jelang berbuka tersebut, dilanjutkan berbuka bersama yang dihadiri kurang lebih 75 orang. Kegiatan bahtsul masail ini rutin dilaksanakan setiap bulan dengan membahas berbagai topik yang berkaitan dengan pemahaman ajaran Islam. Terutama ditinjau dari pemahaman Islam Ahlussunnah Waljamaah sebagai rujukan keyakinan beribadah, tambah Firdaus.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39204/bahtsul-masail-nu-sumbar-badal-haji-dibolehkan

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 08 April 2016

Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik

Probolinggo, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Pimpinan Cabang Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Kota Kraksaan, Senin (9/5) malam resmi dilantik di halaman Masjid Bin KH Aminuddin area Pondok Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Para pengurus ISHARI ini dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah ISHARI Jawa Timur H. Yusuf Arif Anwar.

Pelantikan yang digelar dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 NU ini dihadiri Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin, Kasdim 0820 Probolinggo Mayor Inf. Winarso, Kapolsek Kraksaan Kompol Faroek Mahmud, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan serta lembaga dan badan otonom PCNU Kota Kraksaan.

Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)


Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik

Dalam sambutannya Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin mengungkapkan para pengurus harus berkhidmat dengan ikhlas hanya semata-mata untuk Allah. Jangan pernah mengharapkan bayaran di NU, karena NU tidak bisa memberikan bayaran.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pengurus MWCNU yang sudah mampu membangun kantor dengan swadaya. Sebab kantor ini merupakan simbol organisasi dan perjuangan para ulama NU. Meskipun tidak ada dukungan biaya, namun kantor ini bisa selesai karena bermodalkan semangat dan berkhidmat untuk masyarakat, katanya.

Menurut Hasan, selama ini PCNU Kota Kraksaan belum mampu memberikan bantuan penuh kepada semua pengurus MWCNU. Walaupun demikian, diharapkan para pengurus NU ini bisa memberikan warna dalam mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dengan berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), berarti masyarakat memiliki benteng yang kuat. Sehingga organisasi di luar NU tidak mampu mengembangkan sayapnya, jelasnya.

Lebih lanjut Hasan menyampaikan rasa bangganya karena pengurus ISHARI Kota Kraksaan banyak diisi oleh generasi muda. Dengan demikian para generasi muda akan memiliki kejadian positif di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Saya bangga karena banyak anak muda yang mau bergabung dengan ISHARI. Sampaikan kepada generasi muda yang lain agar senantiasa tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Para generasi muda harus bisa belajar terhadap sejarah berdirinya NKRI yang tidak bisa dipisahkan dengan NU, pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan beragam hadiah dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang diadakan dalam rangka memeriahkan Harlah ke-93 NU. Baik yang diadakan oleh PCNU Kota Kraksaan sendiri maupun lembaga dan badan otonomnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68078/peringati-harlah-nu-kepengurusan-ishari-kraksaan-dilantik

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sabtu, 19 Juli 2014

LAZIS NU Gelar Sahur Bersama 5000 Dhuafa

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Berbagi Sahur Tanda Syukur. Itulah salah satu program yang dilaksanakan Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama. Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan semangat berbagi kepada sesama, selama bulan Ramadhan 1432 H, Lazisnu bekerja sama dengan beberapa yayasan, komunitas dan lembaga sosial mengadakan sahur bersama.

Rabu, 24 Agustus 2011. Waktu masih menunjukkan pukul 03.00 WIB. Namun suasana di pemukiman kumuh kawasan Taman Surya, Poris Pelawad, Kalijodoh, Jakarta Utara, dini hari cukup ramai. Seratusan orang tua dan muda terlihat cukup antusias untuk mendatangi salah satu pos yang ada di kawasan padat penduduk itu. Di pagi dini hari itulah, Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) mengadakan salah satu program khususnya di bulan Ramadhan, Berbagi Sahur Tanda Syukur, Sahur Bersama dengan 50.000 Dhuafa.

LAZIS NU Gelar Sahur Bersama 5000 Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS NU Gelar Sahur Bersama 5000 Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)


LAZIS NU Gelar Sahur Bersama 5000 Dhuafa

Di kawasan yang banyak dihuni oleh para pengemis, pemulung dan para wanita mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) ini, Lazisnu bekerja sama dengan Persatuan Antar Radio Komunitas (PARADITAS) menggelar acara sahur bersama. Tahyudin Aditya, Ketua PARADITAS yang menjadi panitia pelaksana acara ini mengaku senang dan bahagia. Dengan bantuan paket sahur yang diberikan oleh lazisnu, dia bersama kawan-kawan komunitas radio bisa berbagi dan melihat keceriaan di wajah para kaum dhuafa yang termarginalkan. Dia juga bersyukur bisa berpartisipasi dalam acara yang bermanfaat ini.

Ada lagi cerita sahur bersama yang diadakan Lazisnu di bawah jembatan flyover di kawasan Pasar Slipi, Jakarta Barat, (22/8). Di bawah jembatan yang banyak dihuni oleh para kuli panggul pasar ini, acara sahur terbilang sukses. Sekitar 150-an orang yang sebagian besar adalah kuli panggul dan tukang parkir ini ikut menyemarakkan acara sahur bersama Lazisnu.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Saya bersyukur sekali Lazisnu mengadakan sahur bersama kami di sini. Sebagai kuli panggul yang penghasilannya tidak seberapa, paket sahur ini sangat berarti buat kami. Jangankan makan untuk sahur, untuk makan berbuka saja kami kesulitan. Terima kasih banyak Lazisnu, lirih Madi, salah satu kuli panggul di Pasar Slipi yang merasa senang dengan acara sahur ini.

Sahur bersama juga diadakan Lazisnu di pemukiman para nelayan dan kuli pasar ikan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan Muara Kamal, Jakarta Utara. Antusiasme para penerima paket sahur di tempat ini juga tidak kalah ramai dengan beberapa tempat lainnya. Ada sekitar 150-an kaum dhuafa yang sebagian besar kuli pasar yang mengikuti acara ini. Para kaum ibu di pemukiman padat penduduk ini rata-rata mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lazisnu atas kesediaannya berkunjung dan membagikan paket sahur kepada mereka.

Joko Krismiyanto, ketua panitia pelaksana sahur bersama Lazisnu di sela-sela kesibukannya mengatur acara sahur bersama di puluhan titik itu mengatakan bahwa acara sahur ini adalah yang pertama kali diadakan oleh Lazisnu dan terbilang cukup sukses. Rasa capek dan letih mengurus beragam persiapan sahur terasa hilang begitu melihat wajah-wajah ceria nan bahagia para kaum dhuafa ketika mendapatkan paket untuk makan sahur mereka.

Acara sahur bersama Lazisnu ini memang tidak hanya diadakan di satu wilayah saja. Ada puluhan titik yang dilaksanakan selama bulan ramadhan. Selain di tiga tempat tadi, secara keseluruhan Lazisnu telah menyalurkan sekitar 5.000 paket sahur di 25 titik komunitas pengemis, pemulung, anak-anak yatim, fakir-miskin dan kaum dhuafa di Tangerang, Sukabumi, Bogor, Depok, Bekasi, Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Dengan menjalin kerjasama dengan beberapa organisasi masyarakat, komunitas, masjid dan lembaga sosial, acara sahur bersama ini terbilang cukup sukses dan lancar.

KH. Masyhuri Malik, Ketua PP Lazisnu di sela-sela kesibukannya menyatakan bahwa acara Sahur Bersama ini diadakan atas dasar semangat berbagi dan memberi. Karena di bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan dan kemuliaan serta bulan yang sarat dengan semangat-semangat berbuat kebajikan, masih saja terdapat sudut berbeda dengan realita yang cukup miris dan menyedihkan. Ramadhan rupanya hanya bisa dirasakan dan dinikmati oleh kaum berpunya saja. Tapi bagi keluarga miskin, ternyata Ramadhan masih dirasakan sebagai bulan yang biasa, di mana mereka harus tetap bekerja banting tulang untuk mendapatkan sesuap nasi.

Karena itulah, menurut KH. Masyhuri Malik, melalui program Ramadhan, Lazisnu berusaha mengadakan beragam kegiatan kepedulian bagi kaum dhuafa agar keberkahan yang Allah berikan di bulan yang penuh berkah ini dapat dirasakan oleh semua pihak. Tidak hanya untuk para muzakki namun juga untuk para mustahiq, agar mereka dapat merasakanya bahwa Ramadhan tahun ini menjadi ramadhan milik semua.

Di kesempatan yang berbeda, Amir Maruf, Direktur Eksekutif Lazisnu menyatakan bahwa program kegiatan Ramadhan yang diadakan Lazisnu tahun ini cukup padat. Ada beragam kegiatan yang dikemas cukup menarik dan bermanfaat. Selain Sahur bersama, Lazisnu juga mengadakan kegiatan Buka Puasa Bersama Para Pemulung, penyaluran bingkisan lebaran kepada 15.000 fakir miskin dan dhuafa, Road Show Motivasi Zakat, dan Pesantren Ramadhan bersama 1.000 Anak Jalanan di Masjid At-Tin.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/33678/lazis-nu-gelar-sahur-bersama-5000-dhuafa

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 01 Mei 2014

Kajian Rutin Kitab Hidayaturrahman di Masjid KH Sholeh Darat

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Kopisoda) menggelar ngaji perdana kitab Hidayaturrahman karya KH. Muhammad Sholeh bin Umar al-Shamarani, di masjid Sholeh Darat, Ahad (20/03/2013). Kitab ini merupakan tafsir surat al-Fatihah dan al-Baqarah. Hadir sebagai penelaah, H. Anashom (Ketua PCNU kota Semarang), H. In’amuzzahidin (Koordinator Kopisoda), Hj. Sri Suhanjati Sukri (tokoh Aisyiyah).

Kajian Rutin Kitab Hidayaturrahman di Masjid KH Sholeh Darat
Kajian Rutin Kitab Hidayaturrahman di Masjid KH Sholeh Darat


Menurut rencana, kajian kitab tersebut akan digelar tiap Ahad minggu ketiga. Kitab Hidayaturrahman yang merupakan ringkasan dari Faidurrahhman karangan KH Sholeh Darat. Kitab Faidurrahman ini konon pernah dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai kado pernikahan.

Agus Taufik, dzurriyah KH Sholeh Darat mengapresiasi pembentukan Kopisoda untuk nguri-nguri dan mengkaji kitab-kitab KH Sholeh Darat. Ia yakin, masih banyak keilmuan KH Sholeh Darat yang masih terpendam bersamaan dengan kitab-kitabnya yang belum ditemukan. “Ikhtiar kami bagian dari keluarga dan jamaah ingin melestarikan perjuangan Mbah Sholeh Darat,” katanya.

Taufiq menambahkan kegiatan seperti ini perlu dikembangkan dan yang penting bisa istiqomah. Acara dimulai dengan pembacaan tahlil dipimpin K. Mukri selaku sesepuh takmir masjid. “Tidak ada sekat diantara kita, mbah Sholeh Darat milik kita semua,” jelas Taufiq.

Dalam pemaparan sesi materi kitab, Hj. Sri Suhanjati Sukri mengakui bahwa penelitiannya mengenai Mbah Sholeh Darat terinsiprasi dari penelitian Abdullah Salim. Hal menarik menurut Hj. Sri adalah katuranggan yang ada dalam kitab majmua’at yang berbasis kitab fikih. Ia berharap, ke depan kajian kitab tidak hanya terbatas diikuti oleh Kopisoda belaka. "Harus ada Mbah Sholeh Darat Center untuk menampung dan mengambangkan pemikiran dan hasil karya Mbah Sholeh Darat," ujarnya.

Tesis Anashom tentang gerakan dakwah di Semarang juga memasukkan Mbah Sholeh Darat sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam penyeberan Islam di Nusantara. Murid yang terlacak antara lain: KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah), KH. Mahfudz Termas, KH. R Dahlan Termas (pencipta kalender abadi), KH. Munawir Krapyak Yogyakarta, K. Amir Pekalongan, K. Idris (Jamsaren, Solo), K. Abdullah (Bandungrejo, Mranggen), K. Abdullah Sajad (Sendangguwo), K. Abdul Hamid (Kendal), K. Dimyati (Termas), K. Abdus Shomad, K. Penghulu Tafsir Anom. (penulis Tafsir Jawan), K. Yasir (Bareng, Kudus), M. Salim (Banyuwangi), K. Abdurrahman (Mranggen).

Menurut Anashom, jaringan ulama Mbah Sholeh Darat perlu kita lacak hingga ke Singapura dan Bombay (India) karena kitab-kitab beliau dicetak di sana. Tercatat 13 kitab yang telah ditemukan Kopisoda. Agus Taufiq menambahkan lagi penemuan kitab Mbah Sholeh Darat lainnya, namanya Aqiqatut Tajwid dan Fil Biladil Mukarromah al-Musyarrofah.

Tampak hadir H. Imam Taufiq (MUI Jateng), M. Rikza Chamami (MUI kota Semarang) dan pecinta kajian Mbah Sholeh Darat. Rencana, Kopisoda akan touring ke berbagai masjid dan lintas organisasi untuk mengembangkan kecintaan kepada Mbah Sholeh Darat. Pertemuan mendatang jatuh pada 17 April 2016, bertempat di masjid Kauman Agung Semarang. (Mukhamad Zulfa/abd)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/03/kajian-rutin-kitab-hidayaturrahman-di-masjid-kh-sholeh-darat.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock