Tampilkan postingan dengan label Dalil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dalil. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Sidoarjo, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggadakan annual check up gratis. Yang unik peserta pengecekan kesehatan itu adalah para kiai, nyai dan warga sekitar rumah sakit. Sedikitnya 150 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis ini.

Koordinator annual check up RSI Siti Hajar Sidoarjo dr Endah Nugrohowati mengatakan, para peserta mendapatkan layanan dari rumah sakit seperti pemeriksaan kesehatan, laboratorium, rekam jantung, dan pemeriksaan berat badan.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)


RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Setelah masing-masing peserta diperiksa, keesokan harinya mereka mendapatkan resep dan obat sesuai penyakitnya masing-masing serta mendapatkan tambahan gizi.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Karena pesertanya para kiai, nyai dan rata-rata sudah berumur, jadi sakitnya bermacam-macam. Ada yang sakit kencing manis, darah tinggi, tulang keropos, dan yang paling banyak adalah penyakit linu," terang Endah, Kamis (18/2).

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan itu berjalan selama tiga hari sejak 16-18 Pebruari. Bagi yang diperiksa tanggal 16 Pebruari, konsultasi kesehatan serta pengambilan obatnya jatuh pada tanggal 17 Pebruari. Demikian juga mereka yang diperiksa pada tanggal 17, pengambilan obat, pemberian gizi, dan konsultasi kesehatannya jatuh pada tanggal 18 Pebruari.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Gelombang pertama, sambung Endah, pesertanya sekitar 100 orang. Sedangkan gelombang kedua sekitar 50 orang. Jadi total pesertanya sekitar 150 orang.

Ia juga berpesan kepada para peserta layanan ini agar menghindari makanan maupun minuman yang bisa mengganggu kesehatan. "Kalau bisa makannya harus diatur, seperti tidak makan melinjo, bebek dan lain sebagainya yang bisa mengakibatkan penyakit. Karena kondisinya sudah lanjut," pesan Kepala Instalasi Laboratorium itu.

Sementara KH Asmuni A Umar (82) warga Dusun Magersari, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo menyatakan senang bisa mengikuti pengobatan dan pemeriksaan yang diadakan oleh RSI Siti Hajar.

Ia menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan itu, dirinya bisa mengetahui kondisi dan kesehatannya. "Alhamdulillah, saya juga rutin setiap tahun mengikuti kegiatan ini," kata Kiai Asmuni. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65862/rsi-siti-hajar-sidoarjo-layani-check-up-gratis

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 09 Mei 2016

KH Sobri: Masuk Surga Bukan Karena Amal, Tapi Rahmat Allah

Pringsewu, Pesantren Al-Amien Purwokerto. KH Sobri Dinal Mustofa semua amal yang dilakukan di dunia jangan hanya fokus kepada kuantitas namun kualitaslah yang perlu diutamakan. Meki demikian, jika seseorang yang masuk sorga sebetulnya bukan karena amalnya, melainkan rahmat Allah.

Rahmat dari Allah lah yang akan menentukannya. Jangan pula merasa sudah banyak simpanan amal dan pahala, kita tidak beramal lagi," ingatnya pada Jihad Pagi ( Ngaji Ahad Pagi) di Gedung NU Pringsewu, Ahad (5/4).

KH Sobri: Masuk Surga Bukan Karena Amal, Tapi Rahmat Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sobri: Masuk Surga Bukan Karena Amal, Tapi Rahmat Allah (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Sobri: Masuk Surga Bukan Karena Amal, Tapi Rahmat Allah

Kiai yang Mustasyar PCNU Pringsewu menyampaikan juga bahwa semua amal tergantung kepada niatnya. Sementara niat itu lebih baik dari amal itu sendiri.

Oleh karena itu, ia mengajak para jamaah untuk benar-benar menata niat dalam melakukan segala hal. "Walaupun itu nampaknya bentuk amal dunia, namun jika diniati dengan benar, amal tersebut bisa termasuk amal akhirat."

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kaitan dengan keistiqomahan amal, Kiai Sobri juga mengharapkan kegiatan Jihad Pagi harus terus dengan istiqomah dilaksanakan. Hal ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dalam menambah ilmu pengetahuan dan memperdalam pemahaman Islam rahmatan lil alamin.

Kiai Sobri sangat menyambut antusias kegiatan Jihad Pagi ini. Menurut dia, pola pengajian tersebut perlu dicontoh di lingkungan Nahdliyyin. "Jamaah rela datang tepat jam 6 pagi, tidak ada minum kue, pemateri tidak diberi bisyaroh perlu dipertahankan" tegasnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Ia menambahkan, bukan cuma pencari ilmu saja yang perlu berkorban. Dalam menyampaikan ilmu pun, seperti para kiai, dai dan ustadz, perlu berkorban dalam menyampaikan dakwah-dakwahnya.

Kegiatan jihad pagi tersebut dipandu langsung Bupati Pringsewu H Sujadi dan disiarkan langsung melalui Radio Pemerintah Daerah Rapemda Pringsewu 107,2 FM. Tampak hadir Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali, Ketua LBM Provinsi Lampung Ust. Munawir dan para santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Pagelaran. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58669/kh-sobri-masuk-surga-bukan-karena-amal-tapi-rahmat-allah

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 23 Juli 2015

Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah

Pati, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Pengurus GP Ansor Kabupaten Pati menyambut Hari Bumi yang jatuh pada 22 April ini. Mereka mengampanyekan gerakan olah sampah sebagai bentuk kontribusi pemuda NU demi terciptanya lingkungan yang bersih, indah, dan sehat.

Sampah Apik Resik menjadi salah satu label yang diusung dalam pembuatan profil hari Bumi kali ini. Bank Sampah besutan PAC GP Ansor Trangkil merupakan satu-satunya bank sampah yang lahir dari Ansor di Kabupaten Pati. Berkat keseriusan dan ketelatenan pengurus beserta anggota Bank Sampah Apik Resik menjadikannya label pilihan GP Ansor Pati untuk dijadikan profil dalam menyemarakkan Hari Bumi.

Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)


Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah

"Bank Sampah Apik Resik menjadi pilihan kami karena mereka sudah dulu bergerak dalam menyikapi kebersihan lingkungan serta bisa memanfaatkan sampah menjadi bernilai," kata Wakil Ketua GP Ansor Pati A Itqonul Hakim, Jumat (22/4) siang.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sekretaris GP Ansor Pati Irham Shodiq memberikan instruksi kepada seluruh anggota Ansor Pati untuk ikut meramaikan peringatan Hari Bumi (22/4). Caranya cukup dengan mengganti profil di medsos masing-masing dengan gambar profil yang telah ditetapkan.

Gambar profil yang dipakai berasal gambar profil dari LPBINU untuk kemudian dimodif oleh anggota GP Ansor Pati tanpa mengurangi sedikitpun gambar aslinya, cuma ditambah sedikit agar menjadi identitas GP Ansor Pati.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pemasangan profil Hari Bumi di akun anggota di medsos adalah untuk memberikan kontribusi anggota Ansor Pati dalam menyikapi Hari Bumi ini. Harapannya agar orang-orang di dunia maya mengetahui Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Penggantian profil berlaku hanya untuk sehari, mulai dari pagi pukul 00.00 WIB s/d pukul 24.00 WIB nanti malam.

"Peringatan kali ini seluruh anggota kami yang aktif di media sosial akan mengganti profil akunnya sebagai bentuk rasa peduli Ansor Pati demi lingkungan," kata Irham kepada Pesantren Al-Amien Purwokerto. (Hasannudin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67519/hari-bumi-gp-ansor-pati-kampanyekan-olah-sampah

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Minggu, 06 Oktober 2013

STAI Imam Sayfii Cianjur Adopsi Kurikulum Universitas Al-Azhar Mesir

Cianjur, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Untuk kali pertama, STAI Imam Syafii Cianjur mewisuda mahasiswa strata satu (S1) angkatan pertamanya, Selasa (1/11). Bertempat di auditorium kampus, wisuda ini diikuti oleh 38 wisudawan dan wisudawati.

Wisuda perdana sekolah tinggi yang didirikan oleh Syaikh Hasan Hitou, ulama asal Suriah ini, dihadiri oleh ratusan alim ulama lokal dan mancanegara dan keluarga wisudawan-wisudawati.

STAI Imam Sayfii Cianjur Adopsi Kurikulum Universitas Al-Azhar Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
STAI Imam Sayfii Cianjur Adopsi Kurikulum Universitas Al-Azhar Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)


STAI Imam Sayfii Cianjur Adopsi Kurikulum Universitas Al-Azhar Mesir

Dari mancanegara di antaranya adalah hadir guru besar Universitas Kuwait, Prof. Dr. Abdusyafi dan Prof. Dr. Muhalhil al-Mudif. Dan dari dalam negeri hadir di antaranya Rais Syuriyah PBNU, KH. Idris Abdul Hamid Pasuruan, dan jajaran pengurus Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami).

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Syaikh Hasan Hitou, selaku Ketua STAI Imam Syafii Cianjur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi yang dibangunnya ini adalah bentuk pengabdian terhadap ilmu pengetahuan, akhlak, dan pendidikan. Institusi ini juga non-profit.

Tidak ada kepentingan ekonomi dan politik di dalamnya, tegasnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Para mahasiswa yang berkuliah disini memang hampir tidak dikenakan iuran sama sekali. Ia menambahkan bahwa, pembangunannya yang dilakukan di Indonesia adalah dalam rangka menjaga khazanah keilmuan Islam yang tengah menghadapi tantangan besar di Timur Tengah. Ia memilih Indonesia karena dinilainya mempunyai peradaban keislaman yang baik dan kondusif.

Dalam pembelajarannya sehari-hari, STAI Imam Syafii menerapkan kurikulum Universitas al-Azhar Mesir, dimana para santri diajar untuk menghafal berbagai materi-materi berbahasa Arab, baik dalam bentuk nazam maupun natsar.

Metode ini terbukti telah mampu mencetak ulama-ulama besar Ahlussunnah wa al-Jamaah. Kampus yang dalam pendiriannya dibantu Ikatan Alumni Syam Indonesia ini juga menggunakan banyak tenaga pendidik moderat, yang didatangkan dari Damaskus dan berbagai institusi pendidikan ternama di Timur Tengah, dengan harapan dapat melahirkan kiai-kiai yang akan menjaga tawasutiyah (moderatisme) beragama dan bernegara di Indonesia, bahkan dunia. (Njh/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72608/stai-imam-sayfii-cianjur-adopsi-kurikulum-universitas-al-azhar-mesir

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sabtu, 31 Agustus 2013

SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren

Berbagai kalangan sangat sadar bahwa pendidikan karakter yang sebenarnya ada di pesantren. Itu pula yang dilakukan SMK Unggulan NU Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Sekolah yang berdiri tahun 2009 ini menerapkan model pendidikan layaknya santri dan kelak akan mengganti nama sekolah dengan tambahan pesantren.

"Banyak yang berbicara soal pendidikan karakter namun tidak jujur mengakui bahwa menanamkan karakter anak didik terbaik justru ada di pesantren," kata kepala sekolah SMK Unggulan NU Mojoagung Jombang Jawa Timur, Bapak Zaenal Maarif, SE, SPd, MPdI.

SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren

Ditemui di kantor sekolah, Bapak Zaenal, sapaan akrabnya mengemukakan bahwa istilah full day school atau islamic boarding school yang kini mulai marak adalah meniru model pesantren. "Hanya istilah saja yang berbeda, namun esensinya adalah mencontoh pendidikan ala pesantren," tandas alumnus pascasarjana jurusan Magister Pendidikan Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Bahkan kalau mau diadu, semua model sekolah unggulan dan sejenisnya akan kalah jauh dengan tempaan yang dilakukan di pondok pesantren. "Karena di pesantren, para santri dididik sepanjang hari, sepanjang waktu sejak awal tidur hingga bangun," ungkapnya. Sedangkan kalau di sekolah, hanya sejak jam tujuh pagi hingga jam tiga sore, lanjutnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Berangkat dari keberhasilan pesantren dalam mendidik dan menghasilkan santri yang memiliki karakter, maka sekolah ini kelak akan mengubah namanya menjadi sekolah pesantren. Alumnus Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Kediri ini mengemukakan, apa yang dilakukan di sekolahnya sebagai pembentukan karakter yang dilandasi dengan keagungan ajaran pesantren. "Sebenarnya definisi dan penjabaran pendidikan karakter adalah model yang telah dilakukan pesantren," katanya. Bagaimana mungkin akan lahir manusia yang memiliki karakter luhur tanpa ditempa secara baik seperti layaknya di pesantren. "Kelak, kami akan menamakan sekolah ini dengan SMK Unggulan NU Pesantren," tandas bapak kelahiran Jombang, 13 Oktober 1974 ini.

Pembiasaan dalam Keseharian

Bapak Zaenal tidak memungkiri bahwa citra SMK sebagai sekolah bagi siswa yang sedikit bebas dan "liar". "Sejak awal hal tersebut telah kami sadari," terangnya. Karena itu, yang dilakukan sekolah ini adalah dengan memberikan pembiasaan dalam segala kegiatan keagamaan, bukan sebagai paksaan.

"Kegiatan tahlilan dan pengenalan tradisi keagamaan kami lakukan secara berjamaah," kata alumnus jurusan Pendidikan Akutansi Universitas Negeri Malang ini. Sehingga dengan demikian, para siswa tidak merasa harus menghafal beberapa kebiasaan keagamaan yang menjadi tradisi di masyarakat.

"Aktivitas doa memulai dan menutup pelajaran, asmaul husna, wiridan bakda shalat, doa usai shalat rawatib, ratibul hadad, doa shalat dhuha, doa manaqib, istighatsah maupun tahlil serta menghafal surat pendek dilakukan hampir setiap saat secara bersama," katanya. Dengan demikian para siswa akhirnya secara tidak sengaja telah membiasakan diri bahkan hafal dengan sendirinya sejumlah bacaan tersebut.

Mendidik rasa hormat kepada guru juga dilakukan dengan pembiasaan. "Sebelum proses belajar mengajar dimulai, para pengajar di sekolah kami sudah hadir di sekolah," ungkapnya. Mereka berbaris menunggu para siswa datang, sehingga sebelum masuk kelas terlebih dahulu berjabat tangan dan mengucapkan salam. Dengan demikian, karakter dan pembiasaan seperti inilah yang membedakan siswa SMK ini dengan sekolah lain.

Meskipun berstatus sebagai sekolah SMK, namun soal perilaku keseharian telah terdidik seperti layaknya santri. "Sejak awal masuk yakni saat masa orientasi, para siswa telah dididik dengan disiplin yang sangat tinggi," katanya. Saat Masa Orientasi Peserta Didik yang berlangsung selama satu minggu misalnya, sekolah telah bekerja sama dengan pihak Kodim 0814 Jombang untuk mendidik disiplin tersebut.

Demikian pula kerja sama dengan pihak kepolisian setempat juga dilakukan. "Kami hanya memanfaatkan waktu tiga hari terakhir saat masa orientasi untuk menyampaikan visi dan misi sekolah," katanya.

Pengenalan disiplin dan visi serta misi sekolah merupakan prasyarat utama bagi calon peserta didik. "Dengan demikian para siswa memahami apa yang membedakan sekolah ini dengan SMK lain," kata suami dari Abirotun Najla, SEI, SPd ini.

Seperti kebiasaan shalat berjamaah maupun menyampaikan salam dan berjabatan tangan ketika bertemu guru. Hal tersebut seakan mematahkan anggapan bahwa siswa SMK adalah pelajar yang liar dan susah diatur.

Betah di Lingkungan Sekolah

Sejak awal, sekolah yang berdiri tahun 2009 ini memang berupaya agar para siswa bisa kerasan di sekolah. "Kalau ada hadits yang menyatakan bahwa rumahku adalah surgaku, maka kita berupaya agar para siswa juga merasakan kenyamanan layaknya surga selama berada di sekolah," katanya.

Untuk dapat menjawab kepuasan para siswa ini, sejumlah pembiasaan telah dilakukan. "Para guru sudah berada di lingkungan sekolah sebelum siswa datang," katanya. Demikian juga berbagai permasalahan siswa baik yang menyangkut kesulitan dalam memahami pelajaran dan keterampilan telah disiapkan. "Guru juga hadir untuk menjawab problem perkembangan diri dari para siswa," terangnya. alumnus jurusan Pendidikan Akutansi Universitas Negeri Malang ini.

Untuk dapat menjawab berbagai kebutuhan tersebut, sekolah yang berada di bawah MWC NU Mojoagung ini menerapkan kebijakan bahwa para guru kelas tidak dibebani jam mengajar. "Sehingga saat ada kejadian apapun di kelas, maka segera dapat dideteksi tanpa terkendala jam pelajaran," kata ayah tiga anak ini. Dengan demikian, para guru memang fokus untuk mengajar sesuai mata pelajaran yang menjadi kewajiban. "Sedangkan perkembangan siswa dikontrol dan diawasi oleh para guru kelas," tandasnya.

Hal ini ternyata berbuah manis. Seperti pantauan Pesantren Al-Amien Purwokerto saat berkunjung ke sekolah ini, waktu telah menunjukkan pukul 14.30 WIB dan bersamaan dengan itu bel sekolah berdering. Ini pertanda prosesi belajar mengajar di sekolah ini telah usai. Namun sejumlah siswa enggan beranjak dari bangkunya. Sebagian malah menunggu adzan Shalat Ashar berkumandang untuk melaksanakan shalat berjamaah.

"Para siswa di sini malah betah berlama-lama di lingkungan sekolah, walau jam pelajaran telah berakhir," katanya. Dalam pandangannya, hal itu terjadi lantaran para siswa menemukan lingkungan yang menyenangkan berada di lingkungan sekolah yang berada di sebelah Makam Sayid Sulaiman ini.

Kerja Sama Sejumlah Pihak

Hingga kini, sekolah ini telah membuka sejumlah jurusan sesuai minat dan harapan dunia kerja. Ada akuntansi, teknik komputer dan jaringan, teknik sepeda motor, serta teknik permesinan. Agar lulusan yang ada memiliki standar yang diharapkan, sejumlah kerja sama telah dilakukan.

"Kami bekerja sama dengan Wearnes dan A Note untuk keahlian teknisi komputer, instalasi personal computer atau pc, teknisi perangkat jaringan lokal atau LAN serta desain grafis dan multimedia," ungkapnya.

Demikian pula kerja sama dengan PTPN X untuk keahlian sales accounting, finance administrator, sistem informasi akutansi dan sebagainya.

"Untuk teknik sepeda motor, sekolah bahkan telah bekerja sama dengan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) yang juga distributor tunggal dan terpercaya, penyedia pelayanan purna jual dan suku cadang sepeda motor Honda," katanya.

Sedangkan untuk lembaga pendidikan kampus, sekolah telah membina kerja sama dengan Universitas Terbuka, Universitas Darul Ulum, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dewantara yang semuanya berada di Jombang. "Kami juga bekerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya," terangnya.

Kerja sama dengan sejumlah kampus ini dilakukan agar para siswa kelak dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, disamping juga bekerja di sejumlah perusahaan.

Tidak mengherankan kalau keberadaan sekolah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, khususnya calon siswa. "40 persen siswa kami dari kawasan sekitar," katanya. Sedangkan 40 persen lagi dari luar kota. Bahkan, sisanya adalah dari luar pulau.

Apa yang dilakukan selama ini tidak lain pengejawantahan dari semboyan sekolah sebagai kejuruan berbasis religi. Demikian juga demi menyelaraskan dengan visi sekolah yang anggun dalam budi pekerti, unggul dalam prestasi serta terampil dalam amali.

Mulai Selektif

Kalau sejak awal sekolah tidak memberikan batasan banyaknya jumlah siswa yang diterima saat tahun ajaran baru, hal ini tidak akan dilakukan untuk tahun mendatang. "Karena keterbatasan gedung dan fasilitas serta keinginan untuk memberikan pendampingan yang terbaik, maka kami akan melakukan seleksi yang cukup ketat," katanya. Komitmen ini juga telah mendapatkan persetujuan dari yayasan dan MWC NU setempat agar tidak menimbulkan persepsi beragam.

Dengan pembatasan peserta didik, maka upaya mendampingi mereka dirasa akan lebih optimal. "Dengan demikian, kami akan bisa melakukan seleksi yang lebih ideal, demikian pula rasio antara guru dan pendamping juga akan lebih baik," terangnya.

Dan bila memungkinkan, pihak sekolah juga menyediakan asrama yang memadai bagi peserta didik dari luar kota dan pulau. "Kepercayaan itu sangat besar, sehingga kami harus melakukan pembenahan," katanya.

Seleksi yang cukup ketat juga dilakukan kepada para guru dan tenaga pendamping di sekolah. "Untuk kapasitas dan kapabilitas memang haruis melalui seleksi dari sekolah," katanya. Namun untuk komitmen keNUan dan keislaman serta keindonesiaan dipasrahkan kepada MWC NU dan pimpinan yayasan. "Dari tahapan inilah, para guru dan karyawan serta pendamping kelas diseleksi," terangnya.

Keberadaan sekolah ini juga sebagai jawaban atas keinginan besar warga NU yang demikian bersemangat untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang SMK yang bermutu sekaligus bercirikan Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja.

Pada saat yang sama, sekolah telah menyambut pelaksanaan Kurikulum Satuan Tingkat Sekolah atau KTSP serta sarana dan prasarana yang memadai. Dari mulai laboratorium komputer, laboratorium IPA, internet, serta bengkel kerja. "Hal itu para siswa dapat mempelajari dan menguasai teknologi dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Upaya memberikan layanan dan melakukan seleksi yang demikian panjang ini sebagai tahapan yang harus dilewati agar para alumni sekolah benar-benar tidak mengecewakan. "Inilah yang bisa kami lakukan sebagai jawaban atas kepercayaan masyarakat yang menitipkan anak-anaknya di sekolah kami," pungkasnya. (Ibnu Nawawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63976/smk-unggulan-nu-mojoagung-berkarakter-dengan-pendidikan-ala-pesantren

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Rabu, 09 Juni 2010

Ansor dan Banser Pringsewu Rekrut Anggota Baru

Pringsewu, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Dalam rangka kaderisasi anggota Banser (Barisan Ansor Serba Guna) sekaligus memupuk militansi dalam berorganisasi serta penanaman nilai nilai aqidah Ahlussunnah wal Jamaah pada seluruh kader baru, Satkorcab Banser VII-12 Kabupaten Pringsewu melakukan penerimaan anggota baru.

Rekrutmen anggota baru ini dikemas dalam bentuk Pendidikan Latihan Dasar Banser angkatan I Tahun 2015 berbarengan dengan Pelatihan Kepemimpinan Dasar Ansor Kabupaten Pringsewu.

Ansor dan Banser Pringsewu Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan Banser Pringsewu Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)


Ansor dan Banser Pringsewu Rekrut Anggota Baru

Dihubungi via telepon, Jumat 08/05/15, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pringsewu, M Sofyan mengatakan bahwa pelaksanaan pendidikan akan dilaksanakan mulai 31 Mei sampai dengan 3 Juni 2015 di Gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Sofyan menambahkan bahwa para anggota baru akan mendapatkan materi materi yang meliputi ke-NU-an dan keaswajaan, keansoran, kebanseran, Peraturan Militer Dasar (Permildas), bela diri Banser, wawasan kebangsaan dan kewirausahaan.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Lebih lanjut, Sofyan mengajak kepada segenap pemuda NU untuk bergabung bersama Ansor dan Banser dalam rangka berkhidmah menjunjung agama Islam melalui organisasi. Beberapa hal yang harus dipenuhi sebagai syarat keikutsertaan dalam kegiatan ini meliputi Beragama Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah, sehat jasmani dan rohani, berumur minimal 18 tahun maksimal 40 tahun, tinggi 160 cm dan mendapat persetujuan orang tua. Proses pendaftaran akan ditutup paling lambat 25 Mei 2015.

"Setelah mengikuti diklat ini para anggota baru yang dinyatakan lulus dalam pendidikan harus siap berkhidmah di organisasi," kata Sofyan menjelaskan bahwa anggota Ansor dan Banser harus mengetahui bahwa Ansor dan Banser merupakan pemuda Nahdlatul Ulama yang memiliki fungsi dan tanggung jawab untuk menjaga, memelihara, dan menjamin kelangsungan hidup serta kejayaan Gerakan Pemuda Ansor dan jamiyah Nahdlatul Ulama.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selain itu Ansor dan Banser juga bertanggungjawab dalam melakukan pengamanan dan ketertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Banser, Gerakan Pemuda Ansor, Jamiyah Nahdlatul Ulama serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya yang tidak bertentangan dengan perjuangan Nahdlatul Ulama.

Dan yang tidak kalah penting menurutnya, Ansor dan Banser harus bersama dengan kekuatan bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dalam ikut menciptakan keutuhan NKRI. (m faizin/mukafi niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59385/ansor-dan-banser-pringsewu-rekrut-anggota-baru

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Rabu, 06 Februari 2008

MWCNU Palasah Serahkan Hadiah Musabaqah di Harlah ke-89 NU

Majalengka, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Ratusan nahdliyin Palasah yang menghadiri harlah ke-89 NU, menyaksikan penyerahan hadiah perlombaan Barzanjian dan sholawatan sepekan lalu kepada para pemenang. Mereka lalu menyaksikan pelantikan ranting NU sekecamatan Palasah di Balai Desa Cisambeng, Palasah, Majalengka, Ahad (1/2).

Ketua MWCNU Palasah Kiai Eros Suryadiningrat mengatakan, acara puncak peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, Harlah NU, pelantinkan pengurus ranting NU sekecamatan Palasah, pelantikan pengurus Muslimat dan Fatayat Palasah.

MWCNU Palasah Serahkan Hadiah Musabaqah di Harlah ke-89 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Palasah Serahkan Hadiah Musabaqah di Harlah ke-89 NU (Sumber Gambar : Nu Online)


MWCNU Palasah Serahkan Hadiah Musabaqah di Harlah ke-89 NU

Menurut Kiai Eros, orang NU harus bangkit dan percaya diri pada tampilan juga labelisasi NU. Karena, NU adalah organisasi resmi yang diakui keberadaanya sejak lama oleh Pemerintah RI bahkan dunia.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sementara Ketua PCNU Majalengka KH Harun Bajuri menyatakan apresiasinya atas semangat ke-NUan warga Palasah. Ia berharap nahdliyin Palasah senantiasa istiqomah mensyiarkan NU di tengah warga.

Kegiatan yang memasyarakat secara tidak langsung sudah meng-NU-kan warga Palasah, kata Kiai Harun.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sementara itu Rais Syuriyah MWCNU Palasah KH E Hasyim melantik pengurus ranting semua desa yang ada di wilayah kecamatan Palasah. Pelantikan ini dihadiri antara lain Kabag Kesra Majalengka, Camat Palasah Andik Sujarwo, dan unsur muspika lainnya. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57366/mwcnu-palasah-serahkan-hadiah-musabaqah-di-harlah-ke-89-nu

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock