Tampilkan postingan dengan label Sanad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sanad. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Desember 2015

Bagaimana Jika Meninggal, Namun Masih Hutang Puasa?

Barang siapa meninggal dunia dan masih memiliki tanggungan kewajiban membayar puasa (qadla) karena adanya udzur syari (misalnya sakit), maka baginya tidak berdosa. Dan bagi ahli waris yang ditinggalkan tidak wajib membayar fidyah.Sedangkan bilamana penangguhan kewajiban membayar puasa (qadha) itu disengaja atau tanpa ada unsur udzur syari, maka kerabat yang ditinggalkannya berkewajiban untuk membayar fidyah bagi si mayit dengan ketentuan satu hari satu mud.

Tetapi menurut qaul qadim Imam Syafii dianjurkan bagi si wali mayit untuk melakukan puasa sebagai pengganti dari kewajiban yang ditingggalkan si mayit. Sebagai mana yang tertera dalam kitab Syarah Muadz-dzab, dan Imam Nawawi membenarkan dalam kitab Raudhah dengan lebih memilih pendapat qaul Qadim tersebut.

Bagaimana Jika Meninggal, Namun Masih Hutang Puasa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Jika Meninggal, Namun Masih Hutang Puasa? (Sumber Gambar : Nu Online)


Bagaimana Jika Meninggal, Namun Masih Hutang Puasa?





Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dari Aisyah r.a; Rasulullah s.a.w, bersabda: siapa meninggal dunia dan ia meninggalkan kewajiban (qada)berpuasa, maka ahli warisnya diwajibkan berpuasa untuk menggantikan kewajiban puasanya. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Dan hadits yang lain menjelaskan hal yang sama dengan hadits yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah r.a tersebut:



Pesantren Al-Amien Purwokerto

: : :

Dari Ibnu Abbas r.a: sesungguhnya ada seorang perempuan telah bertanya kepada Rasulullah s.a.w: ya Rasulullah s.a.w, sesungguhnya ibuku telah meninggal duniam dan ia meninggalkan keajiban puasa nadzar yang belum sempat ia tunaikan, apakah aku boleh berpuasa untuk menggantikannya? rasulullah s.a.w, menjawab;apakah pendapatmu, kalau seandainya ibumu mempunya hutang, dan kamu membayarnya. Apakah hutangnya terbayarkan?. Perempuan tadi, menjawab: ia. Dan Nabi s.a.w, bersabda: berpuasalah untuk ibumu. (Hadits Shahih, riwayat Muslim).

Penulis: KH. Syaifullah Amin/Red: Ulil H.)

Dari (Syariah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45855/bagaimana-jika-meninggal-namun-masih-hutang-puasa

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 01 Desember 2014

NU Taiwan Berkomitmen Kembangkan Ajaran Aswaja An-Nahdliyah

Taichung, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Pengurus PCINU Taiwan menggelar silaturahmi dengan warga NU di Taichung. Bertempat di Masjid resmi pemerintah Provinsi Taichung, Taiwan, Sabtu (12/11) lalu. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara Pelantikan PCINU Taiwan 2016-2018 dan Harlah ke-9 PCINU Taiwan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Wakil Ketua PCINU Taiwan, Ali Sadikin dan jajaran pengurus Ranting Taichung.

NU Taiwan Berkomitmen Kembangkan Ajaran Aswaja An-Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Taiwan Berkomitmen Kembangkan Ajaran Aswaja An-Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)


NU Taiwan Berkomitmen Kembangkan Ajaran Aswaja An-Nahdliyah

Dalam sambutanya, Yogi, Ketua Ranting NU Taichung menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas kehadiran Wakil Rais Aam PBNU.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Kedatangan KH Miftahul Akhyar menjadi spirit bagi kami untuk terus mengembangkan ajaran Ahlusunna wal Jamaah di Taiwan," ujar Yogi.

Menurutnya, kehidupan di Taiwan yang menjunjung tinggi toleransi, memudahkan pihaknya untuk mengamalkan amaliyah-amaliyah NU. Hal ini juga dirasakan oleh sejumlah tenaga kerja asal Indonesia.

Sementara itu, KH Miftakhul Akhyar berpesan, selama di negeri orang, harus bisa mengambil nilai-nilai positif kehidupan warga Taiwan. Seperti tepat waktu, jujur dan toleran terhadap sesama.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Perilaku jujur itu harus dibawah dan ditularkan di kehidupan saat pulang ke Indonesia," ujar Kiai Miftah.

Selain Kiai Miftah, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat KH Agus Ali Masyhuri yang hadir dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan taushiyanya. Dia menyampaikan pentingnya semnagat juang dan pemikiran positif dalam perilaku sehari-hari.

Peringatan Harlah PCINU Taiwan ke-9 diselenggarakan di Taipei Main Station. Acara yang digelar sejak pukul 09.00 hingga pukul 17.00 waktu setempat ini tak membuat para jamaah bergeser.

Acara diawali penampilan hadroh dari Forsmit yang melantunkan puji-pujian melalui shalawat diba/barzanji, dan penampilan sholawat dari pengurus Banom menambah khidmat acara tersebut.

Tak kurang dari 1000 jamaah NU Taiwan memadati halaman Main Station Taipei hingga di luar tenda yang disediakan panitia. Praktis, hari itu menjadi pengobat rindu akan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Hal itu terpancar dari ekspresi mereka ketika melantunkan bacaan shalawat barzanji secara serempak.

Selain pelantikan PCINU, juga dilantik dua lembaga dan empat Badan Otonom NU. Untuk periode 2016-2018, PCINU Taiwan diketuai oleh Arif Wahyudi. (Red: Fathoni)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72923/nu-taiwan-berkomitmen-kembangkan-ajaran-aswaja-an-nahdliyah

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 10 Juli 2014

Mustasyar PCNU Kudus Wafat, Nahdliyin Merasa Kehilangan

Kudus, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Innalillahi wainna ilahi rajiun. Masih terngiang berita wafatnya Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Rembang KH Mizan Asrori Zain, Kamis, kabar duka kembali menimpa warga NU Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Salah seorang Mustasyar PCNU Kudus, H Abdul Hamid, berpulang ke rahmatillah, Jumat petang (16/1), di Rumah Sakit Mardirahayu Kudus.

Menurut keterangan beberapa sumber, almarhum meninggal dunia akibat terkena serangan jantung secara mendadak usai berolah raga tenis di SMA I Bae Kudus. Jenazah Wakil Bupati Kudus ini dimakamkan Sabtu (17/1) ini pukul 14.00 di tempat pemakaman umum Sedio Luhur Bakalan Krapyak Kudus.

Mustasyar PCNU Kudus Wafat, Nahdliyin Merasa Kehilangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PCNU Kudus Wafat, Nahdliyin Merasa Kehilangan (Sumber Gambar : Nu Online)


Mustasyar PCNU Kudus Wafat, Nahdliyin Merasa Kehilangan

Sekretaris PCNU Agus Hari Ageng mengatakan, warga NU merasa kehilangan sosok H Abdul Hamid. Menurutnya, almarhum merupakan tokoh NU yang energik, selalu mengawal kaderisasi anak muda.

"Beliau tak pernah surut menyuarakan dan mengamalkan nilai-nilai ke-NU-an di jajaran birokrasi," katanya kepada Pesantren Al-Amien Purwokerto, Sabtu (17/1).

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kepada warga NU yang tidak bisa membacakan tahlil untuk almarhum di rumah duka Desa Bale Tengahan depan madrasah TBS Kudus), Ageng mengimbau melaksanakan tahlilan secara berjamaah di masjid-mushola kampung atau desa masing-masing.

"Selamat jalan pejuang NU, damailah di sana. Semoga Allah mengampuni semua dosa dan menerima segala amal ibadahnya," kata Ageng mendoakan. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57036/mustasyar-pcnu-kudus-wafat-nahdliyin-merasa-kehilangan

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 25 April 2014

Ansor Tembarak Bantu Taman Pendidikan Al-Quran

Temanggung, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan diantara bulan-bulan yang lain. Dalam bulan tersebut, ada satu hari istimewa yang sangat banyak fadhilah-nya. Yaumil asyuro, sebutan itulah yang cukup akrab di telinga. Santunan anak yatim, besuk orang sakit, memakai celak, dan lain-lain amalan yang sangat berpahala.

Pada Ahad, (9/10) 1000-an santri TPQ dan Madin memadati Desa Banaran Kec Tembarak Kabupaten Temanggung. Persis bertempat di halaman MI Maarif NU Qomarul Huda Banaran Tembarak. Para santri berhelat menyampaikan kreasinya di ajang pawai taaruf yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Tama Pendidikan Al Quran Kec Tembarak.

Ansor Tembarak Bantu Taman Pendidikan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tembarak Bantu Taman Pendidikan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)


Ansor Tembarak Bantu Taman Pendidikan Al-Quran

Tak hanya sendirian, gawe tahunan pada tahun ini bersinergi dengan GP Ansor Tembarak. Selain Pawai taaruf yang dibuka camat Tembarak, kegiatan ini juga diisi dengan pementasan kreasi seni Islam oleh peserta, diakhiri dengan penyerahan bantuan lembaga pendidikan TPQ, Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren oleh GP Ansor Tembarak. Bantuan diserahkan oleh Kiai Machasil, Alf mantan ketua Badko TPQ yang kebetulan juga bertindak sebagai dewan pembina GP Ansor Tembarak.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Hadir dalam kegiatan ini Camat Tembarak, Kapolres Tembarak, Ketua Bakdo TPQ, Kepala KUA Tembarak serta jajaran Pengurus GP Ansor Tembarak.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dalam paparannya Nur Budiman menyampaikan, "Kami sangat berharap kerjasama yang sudah dijalin bertahun-tahun ini akan lestari dan berkelanjutan, sehingga lembaga-lembaga keagamaan akan senantiasa terbantu dengan bantuan dari kami, meskipun tidak seberapa.

Kepala MI Qomarul Huda ini menambahkan "Dengan penyerahan bantuan ini kita berharap bisa menepis stigma masyarakat bahwa NU itu yang ada hanya meminta sumbangan, tanpa pernah memberi, buktinya kita sudah rutin tiap tahun memberikan santunan, kalau tahun yang lalu kita santuni yatim piatu, tahun ini kita coba bantu lembaganya, paparnya sambil tersenyum.

Pada kesempatan yang lain Wawan Setyadi selaku Ketua Badko TPQ Tembarak menyatakan "Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Ansor Tembarak yang selama ini dengan kontinyu membantu dan mendukung program kami, pada tahun yang lalu Ansor memberikan santunan yatim piatu untuk santri TPQ, dan tahun ini sudah membantu lembaga TPQ yang ada, sungguh saya mewakili seluruh teman-teman pengurus Badko sangat berterima kasih dan merasa terbantu, tutur Pengajar MTS Botoputih Tembarak. (Jafar Aula/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71885/ansor-tembarak-bantu-taman-pendidikan-al-quran

Sabtu, 08 Maret 2014

IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos

Tangerang, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Komitmen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) untuk berkonsentrasi pada dunia pendidikan tampaknya bukan omong kosong belaka. Organisasi berbasis pelajar NU ini, Kamis (14/9) malam kemarin memberikan penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (Bang Yos) atas komitmennya terhadap pengembangan dunia pendidikan terutama di propinsi yang ia pimpin.

Sebagaimana diketahui, di bawah kepemimpinan Bang Yos, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta telah merealisasikan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yakni pemenuhan anggaran 20 persen dari APBN/APBD untuk pendidikan. Bahkan di tahun 2006 ini, anggaran pendidikan DKI Jakarta telah mencapai 21 persen. Bang Yos menjadi satu-satunya gubernur di Indonesia yang telah menjalankan amanat UUD tersebut.

Acara bertajuk Malam Anugerah Pejuang Pendidikan yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Pusat IPNU dan IPPNU (Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama) masa khidmat 2006-2009 itu digelar di Pondok Pesantren (ponpes) As-Shiddiqiyah, Batuceper, Tangerang, Banten. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, anggota DPR-RI Taufiqurrahman Saleh dan Abdullah Azwar Anas serta sejumlah mantan aktivis IPNU lainnya.

IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos

Usai menerima penghargaan, Bang Yos mengungkapkan, dirinya benar-benar menyadari pentingnya pendidikan bagi nasib generasi bangsa mendatang. Jumlah rakyat Indonesia yang banyak jika tidak terdidik maka tidak akan produktif. Kemajuan Indonesia ditentukan oleh mutu pendidikan sekarang. Oleh karena itu, kami memberikan prioritas tinggi kepada dunia pendidikan, terangnya.

Tidak hanya itu. Terdapat juga insentif sebesar Rp 2 juta di luar gaji bagi guru PNS di DKI Jakarta. Tahun depan (2007, red) kami mengusulkan tambahan insentif lagi sebesar Rp 1 juta. Mudah-mudahan disetujui oleh DPR. Kalau tidak, ya Rp 500 ribu saja, kata Bang Yos.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Selain Bang Yos, terdapat empat tokoh yang juga turut meraih penghargaan bergengsi tersebut. Antara lain, Prof Dr I Gde Winasa (Bupati Jembrana, Bali), KH Noer Muhammad Iskandar SQ (Pengasuh Ponpes As-Shiddiqiyah, Jakarta), Drs Bahruddin (Direktur SMP Alternatif Qoryah Thayyibah, Salatiga, Jawa Tengah) dan Dr Arief Rahman (Pakar dan Praktisi Pendidikan)

Prof Dr I Gde Winasa menerima penghargaan tersebut karena di bawah kepemimpinannya, sejak tahun 2001, Kabupaten Jembrana telah menerapkan wajib belajar 12 tahun secara gratis bagi anak usia sekolah. Dari sekitar 400 kabupaten dan kota se-Indonesia, Jembrana terbukti lebih progresif dalam pengembangan pendidikan.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sementara itu, KH Noer Muhammad Iskandar SQ dinilai berhasil menggerakkan pendidikan pesantren dan mengawinkannya dengan pendidikan formal. Saat ini, telah berdiri 8 cabang Ponpes As-Shiddiqiyah di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan ribuan santri dari segala penjuru tanah air. Keberhasilannya mengembangkan pesantren di ibukota negara juga menjadi penilaian tersendiri.

Sedikit banyak, berkat beliau (KH Noer Muhammad Iskandar SQ, red) masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata kepada pondok pesantren. Pesantren tidak hanya pendidikan non-formal agama saja, kata Ketua PP IPNU Idy Muzayyad dalam sambutannya.

Drs Bahruddin, pendiri sekaligus pengembang sekolah alternatif yang dekat dengan umat di daerah Salatiga, Jawa Tengah. Penghargaan diberikan kepadanya karena sekolah tersebut menerapkan pola pembebasan dan pencerahan yang unik bagi peserta didik, plus pemanfaatan teknologi komunikasi mutakhir meski berlokasi di pedesaan.

Sedangkan kepada Dr Arief Rahman, PP IPNU menilai, tokoh yang juga Kepala Pengembang Pendidikan Labschool ini merupakan sosok yang konsen dengan dunia pendidikan. Kiprahnya dalam bidang pendidikan di tingkat internasional, yakni menjadi Ketua Harian Nasional Indonesia untuk UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sejak tahun 2001. (rif)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5282/ipnu-beri-penghargaan-kepada-bang-yos

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sabtu, 31 Agustus 2013

SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren

Berbagai kalangan sangat sadar bahwa pendidikan karakter yang sebenarnya ada di pesantren. Itu pula yang dilakukan SMK Unggulan NU Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Sekolah yang berdiri tahun 2009 ini menerapkan model pendidikan layaknya santri dan kelak akan mengganti nama sekolah dengan tambahan pesantren.

"Banyak yang berbicara soal pendidikan karakter namun tidak jujur mengakui bahwa menanamkan karakter anak didik terbaik justru ada di pesantren," kata kepala sekolah SMK Unggulan NU Mojoagung Jombang Jawa Timur, Bapak Zaenal Maarif, SE, SPd, MPdI.

SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren

Ditemui di kantor sekolah, Bapak Zaenal, sapaan akrabnya mengemukakan bahwa istilah full day school atau islamic boarding school yang kini mulai marak adalah meniru model pesantren. "Hanya istilah saja yang berbeda, namun esensinya adalah mencontoh pendidikan ala pesantren," tandas alumnus pascasarjana jurusan Magister Pendidikan Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Bahkan kalau mau diadu, semua model sekolah unggulan dan sejenisnya akan kalah jauh dengan tempaan yang dilakukan di pondok pesantren. "Karena di pesantren, para santri dididik sepanjang hari, sepanjang waktu sejak awal tidur hingga bangun," ungkapnya. Sedangkan kalau di sekolah, hanya sejak jam tujuh pagi hingga jam tiga sore, lanjutnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Berangkat dari keberhasilan pesantren dalam mendidik dan menghasilkan santri yang memiliki karakter, maka sekolah ini kelak akan mengubah namanya menjadi sekolah pesantren. Alumnus Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Kediri ini mengemukakan, apa yang dilakukan di sekolahnya sebagai pembentukan karakter yang dilandasi dengan keagungan ajaran pesantren. "Sebenarnya definisi dan penjabaran pendidikan karakter adalah model yang telah dilakukan pesantren," katanya. Bagaimana mungkin akan lahir manusia yang memiliki karakter luhur tanpa ditempa secara baik seperti layaknya di pesantren. "Kelak, kami akan menamakan sekolah ini dengan SMK Unggulan NU Pesantren," tandas bapak kelahiran Jombang, 13 Oktober 1974 ini.

Pembiasaan dalam Keseharian

Bapak Zaenal tidak memungkiri bahwa citra SMK sebagai sekolah bagi siswa yang sedikit bebas dan "liar". "Sejak awal hal tersebut telah kami sadari," terangnya. Karena itu, yang dilakukan sekolah ini adalah dengan memberikan pembiasaan dalam segala kegiatan keagamaan, bukan sebagai paksaan.

"Kegiatan tahlilan dan pengenalan tradisi keagamaan kami lakukan secara berjamaah," kata alumnus jurusan Pendidikan Akutansi Universitas Negeri Malang ini. Sehingga dengan demikian, para siswa tidak merasa harus menghafal beberapa kebiasaan keagamaan yang menjadi tradisi di masyarakat.

"Aktivitas doa memulai dan menutup pelajaran, asmaul husna, wiridan bakda shalat, doa usai shalat rawatib, ratibul hadad, doa shalat dhuha, doa manaqib, istighatsah maupun tahlil serta menghafal surat pendek dilakukan hampir setiap saat secara bersama," katanya. Dengan demikian para siswa akhirnya secara tidak sengaja telah membiasakan diri bahkan hafal dengan sendirinya sejumlah bacaan tersebut.

Mendidik rasa hormat kepada guru juga dilakukan dengan pembiasaan. "Sebelum proses belajar mengajar dimulai, para pengajar di sekolah kami sudah hadir di sekolah," ungkapnya. Mereka berbaris menunggu para siswa datang, sehingga sebelum masuk kelas terlebih dahulu berjabat tangan dan mengucapkan salam. Dengan demikian, karakter dan pembiasaan seperti inilah yang membedakan siswa SMK ini dengan sekolah lain.

Meskipun berstatus sebagai sekolah SMK, namun soal perilaku keseharian telah terdidik seperti layaknya santri. "Sejak awal masuk yakni saat masa orientasi, para siswa telah dididik dengan disiplin yang sangat tinggi," katanya. Saat Masa Orientasi Peserta Didik yang berlangsung selama satu minggu misalnya, sekolah telah bekerja sama dengan pihak Kodim 0814 Jombang untuk mendidik disiplin tersebut.

Demikian pula kerja sama dengan pihak kepolisian setempat juga dilakukan. "Kami hanya memanfaatkan waktu tiga hari terakhir saat masa orientasi untuk menyampaikan visi dan misi sekolah," katanya.

Pengenalan disiplin dan visi serta misi sekolah merupakan prasyarat utama bagi calon peserta didik. "Dengan demikian para siswa memahami apa yang membedakan sekolah ini dengan SMK lain," kata suami dari Abirotun Najla, SEI, SPd ini.

Seperti kebiasaan shalat berjamaah maupun menyampaikan salam dan berjabatan tangan ketika bertemu guru. Hal tersebut seakan mematahkan anggapan bahwa siswa SMK adalah pelajar yang liar dan susah diatur.

Betah di Lingkungan Sekolah

Sejak awal, sekolah yang berdiri tahun 2009 ini memang berupaya agar para siswa bisa kerasan di sekolah. "Kalau ada hadits yang menyatakan bahwa rumahku adalah surgaku, maka kita berupaya agar para siswa juga merasakan kenyamanan layaknya surga selama berada di sekolah," katanya.

Untuk dapat menjawab kepuasan para siswa ini, sejumlah pembiasaan telah dilakukan. "Para guru sudah berada di lingkungan sekolah sebelum siswa datang," katanya. Demikian juga berbagai permasalahan siswa baik yang menyangkut kesulitan dalam memahami pelajaran dan keterampilan telah disiapkan. "Guru juga hadir untuk menjawab problem perkembangan diri dari para siswa," terangnya. alumnus jurusan Pendidikan Akutansi Universitas Negeri Malang ini.

Untuk dapat menjawab berbagai kebutuhan tersebut, sekolah yang berada di bawah MWC NU Mojoagung ini menerapkan kebijakan bahwa para guru kelas tidak dibebani jam mengajar. "Sehingga saat ada kejadian apapun di kelas, maka segera dapat dideteksi tanpa terkendala jam pelajaran," kata ayah tiga anak ini. Dengan demikian, para guru memang fokus untuk mengajar sesuai mata pelajaran yang menjadi kewajiban. "Sedangkan perkembangan siswa dikontrol dan diawasi oleh para guru kelas," tandasnya.

Hal ini ternyata berbuah manis. Seperti pantauan Pesantren Al-Amien Purwokerto saat berkunjung ke sekolah ini, waktu telah menunjukkan pukul 14.30 WIB dan bersamaan dengan itu bel sekolah berdering. Ini pertanda prosesi belajar mengajar di sekolah ini telah usai. Namun sejumlah siswa enggan beranjak dari bangkunya. Sebagian malah menunggu adzan Shalat Ashar berkumandang untuk melaksanakan shalat berjamaah.

"Para siswa di sini malah betah berlama-lama di lingkungan sekolah, walau jam pelajaran telah berakhir," katanya. Dalam pandangannya, hal itu terjadi lantaran para siswa menemukan lingkungan yang menyenangkan berada di lingkungan sekolah yang berada di sebelah Makam Sayid Sulaiman ini.

Kerja Sama Sejumlah Pihak

Hingga kini, sekolah ini telah membuka sejumlah jurusan sesuai minat dan harapan dunia kerja. Ada akuntansi, teknik komputer dan jaringan, teknik sepeda motor, serta teknik permesinan. Agar lulusan yang ada memiliki standar yang diharapkan, sejumlah kerja sama telah dilakukan.

"Kami bekerja sama dengan Wearnes dan A Note untuk keahlian teknisi komputer, instalasi personal computer atau pc, teknisi perangkat jaringan lokal atau LAN serta desain grafis dan multimedia," ungkapnya.

Demikian pula kerja sama dengan PTPN X untuk keahlian sales accounting, finance administrator, sistem informasi akutansi dan sebagainya.

"Untuk teknik sepeda motor, sekolah bahkan telah bekerja sama dengan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) yang juga distributor tunggal dan terpercaya, penyedia pelayanan purna jual dan suku cadang sepeda motor Honda," katanya.

Sedangkan untuk lembaga pendidikan kampus, sekolah telah membina kerja sama dengan Universitas Terbuka, Universitas Darul Ulum, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dewantara yang semuanya berada di Jombang. "Kami juga bekerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya," terangnya.

Kerja sama dengan sejumlah kampus ini dilakukan agar para siswa kelak dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, disamping juga bekerja di sejumlah perusahaan.

Tidak mengherankan kalau keberadaan sekolah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, khususnya calon siswa. "40 persen siswa kami dari kawasan sekitar," katanya. Sedangkan 40 persen lagi dari luar kota. Bahkan, sisanya adalah dari luar pulau.

Apa yang dilakukan selama ini tidak lain pengejawantahan dari semboyan sekolah sebagai kejuruan berbasis religi. Demikian juga demi menyelaraskan dengan visi sekolah yang anggun dalam budi pekerti, unggul dalam prestasi serta terampil dalam amali.

Mulai Selektif

Kalau sejak awal sekolah tidak memberikan batasan banyaknya jumlah siswa yang diterima saat tahun ajaran baru, hal ini tidak akan dilakukan untuk tahun mendatang. "Karena keterbatasan gedung dan fasilitas serta keinginan untuk memberikan pendampingan yang terbaik, maka kami akan melakukan seleksi yang cukup ketat," katanya. Komitmen ini juga telah mendapatkan persetujuan dari yayasan dan MWC NU setempat agar tidak menimbulkan persepsi beragam.

Dengan pembatasan peserta didik, maka upaya mendampingi mereka dirasa akan lebih optimal. "Dengan demikian, kami akan bisa melakukan seleksi yang lebih ideal, demikian pula rasio antara guru dan pendamping juga akan lebih baik," terangnya.

Dan bila memungkinkan, pihak sekolah juga menyediakan asrama yang memadai bagi peserta didik dari luar kota dan pulau. "Kepercayaan itu sangat besar, sehingga kami harus melakukan pembenahan," katanya.

Seleksi yang cukup ketat juga dilakukan kepada para guru dan tenaga pendamping di sekolah. "Untuk kapasitas dan kapabilitas memang haruis melalui seleksi dari sekolah," katanya. Namun untuk komitmen keNUan dan keislaman serta keindonesiaan dipasrahkan kepada MWC NU dan pimpinan yayasan. "Dari tahapan inilah, para guru dan karyawan serta pendamping kelas diseleksi," terangnya.

Keberadaan sekolah ini juga sebagai jawaban atas keinginan besar warga NU yang demikian bersemangat untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang SMK yang bermutu sekaligus bercirikan Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja.

Pada saat yang sama, sekolah telah menyambut pelaksanaan Kurikulum Satuan Tingkat Sekolah atau KTSP serta sarana dan prasarana yang memadai. Dari mulai laboratorium komputer, laboratorium IPA, internet, serta bengkel kerja. "Hal itu para siswa dapat mempelajari dan menguasai teknologi dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Upaya memberikan layanan dan melakukan seleksi yang demikian panjang ini sebagai tahapan yang harus dilewati agar para alumni sekolah benar-benar tidak mengecewakan. "Inilah yang bisa kami lakukan sebagai jawaban atas kepercayaan masyarakat yang menitipkan anak-anaknya di sekolah kami," pungkasnya. (Ibnu Nawawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63976/smk-unggulan-nu-mojoagung-berkarakter-dengan-pendidikan-ala-pesantren

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sabtu, 24 Agustus 2013

Ketua GP Ansor: Saya Larang Kader Ansor dan Banser Terlibat Demo

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Menyikapi rencana demonstrasi tanggal 4 November 2016 mendatang yang dilakukan beberapa kelompok masyarakat, Pimpinan Pusat GP Ansor memandang bahwa perbedaan pendapat dalam kontestasi politik adalah sebuah kewajaran, dan merupakan pendewasaan demokrasi. Begitu juga ketika ada pihak-pihak yang ingin menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi hal itu merupakan bagian dari demokrasi.

"GP Ansor meminta aparat kepolisian untuk terus memproses secara hukum laporan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama yang menjadi pemantik protes dan kegaduhan di kalangan masyarakat," tegas Gus Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PP GP Ansor di Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Ketua GP Ansor: Saya Larang Kader Ansor dan Banser Terlibat Demo - Pesantren Al-Amien Purwokerto
Ketua GP Ansor: Saya Larang Kader Ansor dan Banser Terlibat Demo - Pesantren Al-Amien Purwokerto


Ketua GP Ansor: Saya Larang Kader Ansor dan Banser Terlibat Demo

Pimpinan Pusat GP Ansor juga mengimbau umat beragama dan seluruh elemen bangsa menghormati proses hukum tersebut. Selanjutnya, umat beragama dan seluruh elemen bangsa menghargai apapun yang nanti menjadi keputusan pihak berwenang terkait dugaan penistaan agama tersebut.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang, GP Ansor meminta agar para elit terutama kepala daerah menghargai kultur Indonesia sebagai bangsa timur yang selalu mengedepankan kesantunan dalam berucap dan bertindak.

Terkait dengan demonstrasi yang dikabarkan akan dilakukan besar-besaran tersebut, kepada kader GP Ansor dan Banser seluruh Indonesia, terutama yang ada di Jakarta dan sekitarnya, Gus Yaqut kembali menegaskan larangannya untuk terlibat.

"Saya larang kader Ansor dan Banser terlibat dalam demonstrasi apapun alasannya. Akan tetapi, untuk urusan pengamanan, kader boleh terlibat. Tetapi itupun hanya boleh dilakukan jika negara memanggil. Meminta melalui aparat keamanan", tutupnya. [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/ketua-gp-ansor-saya-larang-kader-ansor-dan-banser-terlibat-demo.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock