Tampilkan postingan dengan label Hadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadis. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Sidoarjo, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggadakan annual check up gratis. Yang unik peserta pengecekan kesehatan itu adalah para kiai, nyai dan warga sekitar rumah sakit. Sedikitnya 150 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis ini.

Koordinator annual check up RSI Siti Hajar Sidoarjo dr Endah Nugrohowati mengatakan, para peserta mendapatkan layanan dari rumah sakit seperti pemeriksaan kesehatan, laboratorium, rekam jantung, dan pemeriksaan berat badan.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)


RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Setelah masing-masing peserta diperiksa, keesokan harinya mereka mendapatkan resep dan obat sesuai penyakitnya masing-masing serta mendapatkan tambahan gizi.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Karena pesertanya para kiai, nyai dan rata-rata sudah berumur, jadi sakitnya bermacam-macam. Ada yang sakit kencing manis, darah tinggi, tulang keropos, dan yang paling banyak adalah penyakit linu," terang Endah, Kamis (18/2).

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan itu berjalan selama tiga hari sejak 16-18 Pebruari. Bagi yang diperiksa tanggal 16 Pebruari, konsultasi kesehatan serta pengambilan obatnya jatuh pada tanggal 17 Pebruari. Demikian juga mereka yang diperiksa pada tanggal 17, pengambilan obat, pemberian gizi, dan konsultasi kesehatannya jatuh pada tanggal 18 Pebruari.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Gelombang pertama, sambung Endah, pesertanya sekitar 100 orang. Sedangkan gelombang kedua sekitar 50 orang. Jadi total pesertanya sekitar 150 orang.

Ia juga berpesan kepada para peserta layanan ini agar menghindari makanan maupun minuman yang bisa mengganggu kesehatan. "Kalau bisa makannya harus diatur, seperti tidak makan melinjo, bebek dan lain sebagainya yang bisa mengakibatkan penyakit. Karena kondisinya sudah lanjut," pesan Kepala Instalasi Laboratorium itu.

Sementara KH Asmuni A Umar (82) warga Dusun Magersari, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo menyatakan senang bisa mengikuti pengobatan dan pemeriksaan yang diadakan oleh RSI Siti Hajar.

Ia menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan itu, dirinya bisa mengetahui kondisi dan kesehatannya. "Alhamdulillah, saya juga rutin setiap tahun mengikuti kegiatan ini," kata Kiai Asmuni. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65862/rsi-siti-hajar-sidoarjo-layani-check-up-gratis

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 03 November 2016

Perwakilan PBNU Besuk Kapolsek Senen di Rumah Sakit

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan terjadinya kerusuhan di sejumlah aksi demosntrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebagai bentuk keprihatinan, perwakilan PBNU membesuk Kelapa Kepolisian Sektor Senen, Jakarta Pusat, Komisaris Imam Zebua, yang merupakan salah satu korban luka akibat kerusuhan.

Setelah sempat dilarikan ke RSCM pascapemukulan oleh demonstran di Jl. Diponegoro, Kamis (29/3) malam lalu, Imam saat ini dipindahkan ke RS Mitra Kemayoran, menempati ruang Edelweis kamar 526. Perwakilan PBNU yang membesuk langsung antara lain Kepala Kantor Sekretariat Prayitno, Staf Kantor Sekretariat Mastur dan sejumlah personil keamanan.

Perwakilan PBNU Besuk Kapolsek Senen di Rumah Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Perwakilan PBNU Besuk Kapolsek Senen di Rumah Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)


Perwakilan PBNU Besuk Kapolsek Senen di Rumah Sakit

"Hasil rontgen dokter di sini, ada pembengkakan di lambung serta dada suami saya, jadi harus menjalani perawatan ulang," ungkap istri Imam, Vita, didampingi anak sulungnya, Sabtu (31/3).

Vita juga mengatakan, saat ini kondisi suaminya sudah lebih baik dan hanya diharuskan lebih banyak istirahat untuk pemulihan. Meski demikian dia meminta agar suaminya didoakan segera diberikan kesembuhan, sehingga bisa kembali bertugas melayani masyarakat. "Minta doanya agar suami saya secepatnya sembuh dan bergabung (di tengah masyarakat)," ujarnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, meminta agar aksi demonstrasi dilakukan dengan santun. Anarkisme dalam aksi demonstrasi yang berujung terjadinya bentrokan dengan aparat keamanan, dinilai justru menjatuhkan martabat bangsa Indonesia yang dikenal santun.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Demonstran dan polisi harus bisa sama-sama menahan diri. Demonstran jangan anarkis, begitu juga polisinya, kalau bisa tangan kosong jangan gunakan pemukul," kata Kiai Said tegas.

Seperti diberitakan, sejumlah aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM oleh mahasiswa, buruh dan kelompok massa lainnya tak jarang berujung kerusuhan. Kejadian ini mengakibatkan jatuhnya korban luka serta material, setelah sejumlah bagian bangunan di lokasi demonstrasi mengalami kerusakan.

Penulis: Emha Nabil Haroen


Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37249/perwakilan-pbnu-besuk-kapolsek-senen-di-rumah-sakit

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 25 Desember 2015

Di Lamongan Utara, Madrasah Lebih Banyak dari SD

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Di Lamongan, khususnya bagian utara, jumlah Madarasah Ibtidaiyah (MI) yang dikelola masyarakat lebih banyak daripada Sekolah Dasar (SD) yang dikelola negara. Sementara di bagian selatan, SD lebih banyak daripada MI.

Menurut Ketua MWC LP Maarif NU Kecamatan Paciran, Misbahul Munir, hal itu disebabkan penetrasi gerakan Walisongo, Sunan Drajat dan dan Sunan Bonang berada di wilayah utara. Kemudian para santrinya melanjutkan perjuangan dalam bentuk banyak madrasah.

Di Lamongan Utara, Madrasah Lebih Banyak dari SD (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Lamongan Utara, Madrasah Lebih Banyak dari SD (Sumber Gambar : Nu Online)


Di Lamongan Utara, Madrasah Lebih Banyak dari SD

Misalnya di Paciran, perbandingan antara MI dan SD itu sekitar 3 : 1, ujarnya pada Pesantren Al-Amien Purwokerto, saat berkunjung ke PBNU yang diterima PP LP Maarif NU, di gedung PBNU, Jakarta, Kamis sore, (03/01).

Misbah yang juga Kepala Madrasah MTs Tarbiyatu Tholabah tersebut menyebutkan, murid-murid di bawah naungan Maarif NU Kecamatan Paciran saja berjumalah 3600 orang. Belum di bawah madrasah-madrasah yang dikelola ormas lain.

Sayangnya, sambung pria 44 tahun tersebut, jumlah madrasah di bawah Maarif, tak seimbang dengan kualitasnya.

SDM-nya masih kurang, katanya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Karena itulah, ia bersama pengurus NU, LP Maarif dan kepala-kepala MI (berjumlah 27 orang) Paciran menemui LP Maarif untuk meminta petunjuka bagaimaa cara mengelola pendidikan yang baik dan profesional.

Redaktur : Hamzah Sahal

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Penulis : Abdullah Alawi

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41609/di-lamongan-utara-madrasah-lebih-banyak-dari-sd

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 10 Oktober 2014

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia

Bandung, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Katib Syuriah PWNU Jawa Barat Prof KH Rachmat Syafei mengatakan perbedaan penentuan Hari Raya Idul Adha sebetulnya bukan hanya terjadi antara NU dan Muhammadiyah saja, bahkan di kalangan NU sendiri juga bisa saja berbeda karena berlainan metode penetapan awal bulan.

Menurut Kiai Rachmat perbedaan pendapat sudah biasa terjadi di kalangan ulama salaf dan di pesantren-pesantren, tinggal bagaimana memahami alasan dan dasar yang dipegang. Jika sudah dipahami, saling menghormati itulah yang harus dikedepankan, terangnya Sabtu pagi (4/10).

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)


Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia

Sikap masyarakat, lanjut dia harus kembali pada pendapat yang diyakini karena persoalan ini adalah masalah ibadah. Supaya tidak tersinggung, Kiai Rachmat mengajak masyarakat supaya saling memahami.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Baginya, toleransi itu sangat penting, yang tidak boleh adalah saling menyalahkan. Ia menjelaskan bahwa toleransi adalah mengajak orang untuk memahami dan bertanya kepada ahlinya. Dianggap penting karena toleransi pengaruhnya sangat besar. Toleransi adalah sesuatu yang menjadi kewajiban bagi seluruh manusia, tegas Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Kiai yang juga menjadi ketua bidang Fatwa MUI Jawa Barat ini berharap kepada masyarakat supaya meningtkatkan kesadaran toleransi dalam beragama. Ujung-ujungnya inti dari agama, kata dia, adalah memberi nasihat, oleh karena itu harus saling menasihati.

Tingkatkan pengetahuan dengan bertanya kepada ahlinya supaya objektivitasnya tinggi, sehingga agama tidak dipengaruhi emosional yang kaku. Agama memang ada sikap emosional tetapi emosional yang tidak berdasarakan syariah, maka akan terjadi pertentangan yang tidak perlu, tambah Kiai Rachmat.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jadi pendekatan utama adalah tidak berdasarkan dalil, tapi bagaimana agama disikapi dengan toleransi dan saling menasehati, pungkas pengasuh pondok Pesantren Al-Wafa, Cibiruhilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Muhammad Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54901/katib-syuriah-pwnu-jabar-toleransi-kewajiban-seluruh-manusia

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Kamis, 27 Februari 2014

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya

Karanganyar, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Para pengurus MWC NU serta banom-banom NU se-kecamatan Mojogedang mengikuti karnaval seni budaya yang digelar pemerintah daerah setempat. Acara tersebut dimulai dengan berjalan kaki dari lapangan Bendo dan berakhir di lapangan Mojogedang, Selasa (19/8).

Sebelumnya telah dilaksanakan koordinasi dengan Ketua Ranting NU dan banom NU yang ada di kecamatan Mojogedang guna mempersiapkan keikutsertaan NU dalam karnaval budaya ini dan inilah pertama kalinya NU terlibat dalam kegiatan tersebut, ungkap Ahmad salah satu pengurus Ranting NU kepada Pesantren Al-Amien Purwokerto, Rabu (20/8).

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)


MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya

Jadi selain pengurus MWC, pengurus Ranting NU masing-masing diminta untuk mengirimkan sepuluh orang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sementara dari Muslimat dan Fatayat sudah dikoordinasi langsung oleh ibu Umi Kultsum selaku ketua PAC Muslimat.

Meskipun dalam kegiatan antara banyak Fatayat yang bergabung ke Muslimat, namun dalam karnaval kali ini dipisahkan agar ada keterwakilan antara keduanya, ungkap Musyarofah salah satu kader Fatayat yang memilih merapa ke Muslimat.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sedangkan Danang selaku Ketua GP Ansor Mojogedang memilih untuk menampilkan group shalawat yang dipimpinnya. Mungkin masyarakat sudah sangat kental dengan beberapa pertunjukkan seni seperti kroncongan, klenengan, dan campursari, namun sedikit diantaranya yang mengenal rebana. Oleh sebab itu ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk memperkenalkan shalawat kepada masyarakat, ungkapnya.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Sementara tujuan keikutsertaan NU dalam karnaval budaya kali ini adalah sebagai salah satu wujud ikut melestarikan seni nusantara yang ada di kecamatan Mojogedang, mendorong kreativitas insan seni, serta sebagai wadah silaturahmi antar warga, sehingga NU semakin dikenal luas oleh masyarakat setempat. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53956/mwcnu-mojogedang-ikuti-karnaval-seni-budaya

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Minggu, 01 September 2013

GP Ansor : Pemerintah Harus Berani Rombak Kabinet

Jakarta, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus berani melakukan perombakan (reshuffle) kabinet untuk meningkatkan kinerja pemerintah yang di beberapa bagian terkesan lamban dan menjadi sorotan publik.

"Presiden Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla harus berani merombak kabinet terutama yang terkait kasus korupsi serta menteri yang terkait langsung dengan kebutuhan masyarakat," kata Sekretaris Jenderal GP Ansor Munawar Fuad Noeh di Jakarta, Kamis (19/5) kemarin.



GP Ansor : Pemerintah Harus Berani Rombak Kabinet (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor : Pemerintah Harus Berani Rombak Kabinet (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor : Pemerintah Harus Berani Rombak Kabinet

Meski tidak eksplisit, menurut Munawar, menteri yang layak dirombak adalah Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin terkait sorotan publik pada kasus dugaan korupsi di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hamid merupakan anggota lembaga itu sebelum diangkat menjadi menteri. "Sebaiknya secara moral menteri yang terindikasi KKN sebaiknya mundur agar tidak mejadi beban bagi pemerintah," katanya.

Selain Menkum dan HAM, menteri lain yang menurut GP Ansor perlu direshuffle adalah jajaran menteri bidang ekonomi, pendidikan serta kesehatan yang kebijakan-kebijakannya banyak dikeluhkan masyarakat karena dinilai membebani rakyat.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Menjawab pertanyaan, Munawar tidak menampik usul yang diajukan GP Ansor tidak jauh berbeda dengan yang disuarakan Partai Golkar, namun ia menegaskan tidak ada hubungan antara usul pihaknya dengan Golkar karena usul tersebut lahir dari realitas di lapangan.

Ditanya tentang keinginan Partai Golkar memperoleh delapan kursi di kabinet, Munawar menyatakan secara politik permintaan itu wajar dan tergantung pada presiden apakah permintaan itu akan dipenuhi atau tidak. Selain perombakan menteri, GP Ansor juga menyatakan perlunya pergantian kepemimpinan dalam tubuh Polri untuk penyegaran organisasi itu mengingat tantangan untuk menciptakan rasa aman ke depan semakin berat.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

"Yang jelas harus ada keberanian politik pemerintah untuk melakukan reshuffle apalagi pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu kemarin menurut kami masih sebatas kontrak politik jangka pendek," kata Munawar.

Pada bagian lain Munawar menyatakan, menjelang peringatan 79 tahun Kebangkitan Bangsa, Indonesia harus merefleksikannya sebagai upaya untuk bangkit dari kasus-kasus yang selama ini membelenggu bangsa ini, seperti kasu korupsi, teror, dan pembantaian.

Terkait itu pula, kata Munawar, GP Ansor sangat mendukung upaya pemberantasan korupsi di semua lembaga negara, termasuk DPR dari pusat hingga daerah. GP Ansor, kata Munawar, juga mendukung langkah pengungkapan kasus kematian pejuang HAM Munir yang kini dilakukan oleh Tim Pencari Fakta (TPF). "TPF jangan ragu memanggil siapapun untuk diperiksa termasuk para perwira tinggi, jenderal dan lainnya untuk mengungkap kematian Munir," katanya. (atr/cih)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3060/gp-ansor--pemerintah-harus-berani-rombak-kabinet

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Jumat, 26 Juli 2013

Kecewa: Demo 212 Bukan Soal Iman Tapi Kebencian

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Alhamdillah kita bersyukur aksi sholat Jumat bersama berjalan lancar. Sejujurnya, mungkin saya satu-satunya orang yang tidak bahagia dengan aksi demo oleh jutaan masa itu. Anda boleh menyayangkan pernyataan saya, boleh menyesalkan atau menganggap saya munafiq sekalipun.

Kawan-kawan, aksi 1-3 itu bukan soal Islam yang menyatukan, tapi soal berhasilnya upaya dan kucuran dana untuk pendangkalan ajaran dan pemahaman.

Aksi 1-3 itu bukan soal girah Islam yang tergugah tapi soal pemahaman agama yang salah arah dan salah kaprah.

Kecewa: Demo 212 Bukan Soal Iman Tapi Kebencian - Pesantren Al-Amien Purwokerto
Kecewa: Demo 212 Bukan Soal Iman Tapi Kebencian - Pesantren Al-Amien Purwokerto


Kecewa: Demo 212 Bukan Soal Iman Tapi Kebencian

Aksi 1-3 itu bukan soal aksi damai dan berjalan tertib tapi semata-mata kabinet yang solid dan presiden yang smart yang membuat pimpinan aksi tidak bisa berkutik.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Aksi 1-3 bukan soal jihad tapi soal ambisi dan kebencian yang terakumulasi.

Aksi 1-3 bukan soal membela ayat suci tapi soal umat yang sudah semakin jauh dari sentuhan dan keteladanan para kiai. Akhirnya mereka belajar Islam dari dai produk Saudi.

Aksi 1-3 akibat polarisasi Pendidikan Umum dan Islami, saat tumbuh interest terhadap Islam mereka sudah diapit dimbimbing wahabi.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Aksi 1-3 bukan soal aksi damai atau anarki tapi soal wahabi takfiri yang masih lemah di hadapan kuatnya NKRI.

Aksi 1-3 bukan soal kebangkitan mayoritas tapi hasil publisitas dengan dana tak terbatas, tv, radio, majalah, rohis-rohis kampus, terus menerus sampai mengikis habis identitas. Tak lagi jelas, demarkasi antara NU, Muhammadiyah, Persis, FUI, dan lain-lain ormas.

Aksi 1-3 ini kebangkitan kembali masyumi yang pernah terlibat makar permesta, dan menajamnya kembali simpul-simpul pembeda antar ormas agama dengan bahan-bahan perdebatan yang tak ada habisnya sebenarnya hampir saja di era kita itu semua mereda.

Aksi 1-3 adalah gambaran bagaimana ajaran yang benci negara, anti bhineka tunggal ika yang dahulu kita hawatirkan bersama, dan kita anggap musuh negara, kita lihat telah diturunkan, diwariskan, diajarkan pada putra-putri, murid kita dan pengikut mereka.

Aksi 1-3 adalah kuatnya hegemoni tirani ustadz minoritas yang membungkam para Kiai yang berintegritas, dahulu kita mintai fatwa kita ikuti perkataannya, kini entah karena apa diam membisu tanpa kata. Seolah Gus Mus, Mbah Moen, Buya Syafii, Habib Luthfi, Sanusi Baco, Mbah Yai Din - Mbah Yai da dan ratusan nama lainnya seolah sudah tiada dari kehidupan kita.

Aksi 1-3 adalah wajah dimana otoritas kalah dengan publisitas. Kiai kita yang dianggap tidak menaikan rating, tidak mampu membeli slot acara televisi, jikapun ada seperti Prof Quraish karena tidak sejalan dengan mereka para dai oportunis dengan paham agama minimalis pak Quraish tidak mereka gubris.

Aksi 1-3 adalah menunjukan semakin banyak kesadaran untuk menjalankan ajaran, cucu, anak, mantu, ayah, kakek nenek terbukti satu keluarga dengan beberapa wajah generasi turun ke jalan namun sayang apa tidak keterlaluan jika saya ngomong mereka salah jalan karena mereka salah mengambil sumber pengajaran.

Aksi 1-3 ini mengabarkan memang benar sejak "khalifah", raja-raja, sultan-sultan mereka bisa naik dan turun jabatan karena demonstran yang disulut oleh sentimen keagamaan.

Jika kini barat mengalami aneka fase peradaban dengan berbagai pencapaian yang mengagumkan, maka umat Islam dari dulu hingga kini masih sama, mereka bisa bangkit karena sentiman keagamaan dan sedikit saja hasutan.

Misalnya Ahok melakukan kekejian Al-Quran telah dinistakan Ayo, mari kita penjarakan atau kita bunuh supaya agama tidak terkalahkan. Pak, bu kalau begini bukan soal iman tapi soal kebencian yang dibalut ratapan dan doa kepada Tuhan.

Ada ribuan kata yang ingin saya tuliskan, tapi mungkin Anda tak akan membacanya, karena Anda lelah setelah terobsesi menonton berjam-jam siaran langsung para demonstran.

Saya akhiri saja dengan seruan, ayo tata organisasi kita dari PB hingga ranting. Biar urusan proyek dan bancaan sumbangan kita pikirkan belakangan.

Hidupkan pengajian dirumah dan di madrasah, kita ajarkan Islam ramah dengan datang ke persatu-satu tiap rumah. Buka wawasan, bangkitkan kewaspadaan jangan sampai, kampung, dusun, kecamatan, kota bahkan negara jangan sampai terjamah paham yang salah.

Ya Rasulallah tunjukan pada kami Islam ramat, Islam yang menyatukan kami, suku-suku bangsa, agama dan kepercayaan rakyat, sesuai wasiat para pendiri bangsa, agar kami teguh memegang amanat. [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kecewa-demo-212-bukan-soal-iman-tapi-kebencian.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock