Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2017

Keutamaan Hari Arafah

Ketika Allah s.w.t memerintkah Nabi Ibrahim a.s. untuk menyeru kepada manusia untuk mengerjakan haji, maka beliau bergegas berseru : "Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membangun rumah (Ka'bah) maka berhajilah ke sana". Semua manusia telah menjawab seruan itu bahkan calon embrio yang masih berada dalam sperma lelaki dan sel telur perempuan.

Keutamaan Hari Arafah
Keutamaan Hari Arafah


Allah s.w.t. berfirman:

{ وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَميِقٍ } [الحج:27]

Artinya : "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan dating kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka akan dating dari segenap penjuru yang jauh". [QS. Al-Hajj : 27]

Pada hari-hari semacam ini (permulaan Dzul Hijjah) jama'ah haji saling bertemu di rumah Allah dengan mengumandangkan Talbiyah untuk memenuhi seruan Nabi Ibrahim a.s. seraya mengharapkan ridho dari Allah s.w.t. dan membentangkan diri untuk mendapatkan curahan rahmat yang Allah turunkan di hari-hari seperti ini yang pada puncaknya adalah pada hari Arafah.

Hari Arafah merupakan hari pembebasan dari Neraka bagi mereka yang menjaga pendengarannya dari hal yang buruk, bagi mereka yang turut berpuasa di hari tersebut dengan mengharapkan keridhoan dari Tuhannya. Hal ini tak lain karena Allah s.w.t. telah menjamin pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa di hari Arafah.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"من صام يوم عرفة غفر له سنة أمامه وسنة خلفه, ومن صام عاشوراء غفر له سنة". رواه الطبراني في الأوسط

Artinya : "Barang siapa yang berpuasa di hari Arafah, maka dia diampuni (dari dosanya) setahun setelah dan sebelumnya. (Sedangkan) barang siapa yang berpuasa pada hari Asyura', maka ia diampuni (dari dosa) setahun". HR. Thabrani dalam Al-Ausath

Hari Arafah adalah puncak dari harapan para jama'ah haji, sebab pada hari itulah mereka bias memperoleh segala pengharapan. Begituhalnya Tuhan menatap mereka dengan pandangan keridhoan.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"إِنَّ اللَّهَ - تعالى - تطوَّل – أي تفضل - عَلَى أَهْلِ عَرَفَاتٍ يُبَاهِي بهم الْمَلاَئِكَةَ يَقُولُ : يَا مَلاَئِكَتِي ، انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْثًا ، غُبْرًا أَقْبَلُوا يَضْرِبُونَ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ، فأشهدكم أَنِّي قَدْ أَجَبْتُ دَعَاءهُمْ ، وَشَفَعْتُ رَغْبَتَهُمْ ، وَوَهَبْتُ مُسِيئَهُمْ لِمُحْسِنِهِمْ ، وَأَعْطَيْتُ مُحْسِنيهُمْ جَمِيعَ مَا سَأَلُونِي غَيْرَ التَّبِعَاتِ الَّتِي بَيْنَهُمْ ". رواه أبو يعلى

Artinya: "Sesungguhnya Allah s.w.t. memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para Malaikat dan berfirman : "Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan do'a mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka". (HR. Abu Ya'la)

Lebih dari itu, Hari Arafah adalah hari paling agung di mana Allah mengampuni dosa-dosa Kaum Mukminin di segala penjuru dunia mana kala mereka membentangkan diri untuk mendapatkan anugerah Allah yang dicurahkan pada hari tersebut dengan do'a yang sungguh-sungguh.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"إذا كان يوم عرفة لم يبق أحد في قلبه ذرة من إيمان إلا غفر له. فقيل : يا رسول الله المعروف خاصة؟ أي – لمن وقف في عرفة خاصة – أم للناس عامة؟ قال : بل للناس عامة". رواه أبو داود

Artinya : "Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya : Ya Rasulallah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia?, Rasulullah menjawab : Untuk semua manusia". HR. Abu Daud

Pada hari ini (Arafah) adalah hari pembebasan dari Api Neraka dan Allah s.w.t. sangat bermurah hati dan penuh dengan kasih sayang. Diriwayatkan dari Jabir r.a., beliau berkata:

"ما من يوم أفضل عند الله من يوم عرفة ينزل الله تعالى إلى سماء الدنيا فيباهي بأهل الأرض أهل السماء فيقول انظروا إلى عبادي جاؤوني شعثا غبرا ضاجين جاؤوا من كل فج عميق يرجون رحمتي ولم يروا عقابي فلم ير يوما أكثر عتقا من النار من يوم عرفة". رواه البيهقي

"Tidak ada hari yang lebih utama di hadapan Allah melebihi Hari Arafah. (Urusan) Allah s.w.t. turun ke langit dunia, Allah pun membanggakan penduduk bumi kepada penduduk langit seraya berfirman : "Lihatlah kepada hamba-hambaku yang datang kepadaku dengan tubuh lusuh penuh debu menggaduh. Mereka datang dari segala penjuru yang jauh dengan mengharapkan rahmatKu sedangkan mereka tidaklah melihat siksaanku". Maka tidaklah ada hari di mana pembebasan dari Neraka itu melebihi di Hari Arafah". (HR. Baihaqi)

Paling utamanya do'a pada Hari Arafah baik bagi jama'ah haji ataupun yang lainnya adalah :

"لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ"

Rasulullah s.a.w. bersabda :

"خير الدعاء دعاء يوم عرفة, وأفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي : لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ". رواه الإمام مالك

Artinya : "Sebaik-baik do'a adalah do'a pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga Para Nabi sebelumku adalah : Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syai'in Qodiir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya)". HR. Imam Malik

Adapun do'a yang sering dipanjatkan Nabi s.a.w. pada Hari Arafah adalah :

"اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ نَقُوْلُ, وَخَيْراً مِمَّا نَقُوْلُ, اَللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ, وَإِلَيْكَ مَآبِيْ وَلَكَ رَبِّيْ تُرَاثِيْ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَّاتِ الْأَمْرِ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَهِبُّ بِهِ الرِّيْحُ".

Artinya : "Ya Allah segala puji hanyalah milikMu sebagaimana kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari pada apa yang kami ucapkan. Ya Allah, hanyalah untukMu Shalat, hidup dan matiku. Hanyalah kepadaMu tempat kembaliku. Hanyalaha milikmu segala peninggalanku. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari siksa kubur, gangguan dalam hati dan terpecahnya segala urusan. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari keburukan yang tertiup bersama angin".

Di antara kedermawanan Allah s.w.t. dengan segala kemurahan dan anugerah yang Dia limpahkan serta pengampunan atas segala dosa kepada para hambanya serta pembebasan mereka dari Api Neraka di segala penjuru dunia pada Hari Arafah itu membuat Setan merasa sakit yang sangat serta merasakan kerugian yang sangat besar (sebab telah lama ia menjerumuskan manusia, malah diampuni dosa mereka). Rasulullah s.a.w. bersabda:

"ما رؤى الشيطان يوما هو فيه أصغر ولا ادحر ولا أحقر ولا أغيظ منه في يوم عرفة وما ذاك الا لما رأى من تنزل الرحمة وتجاوز الله عن الذنوب العظام". رواه الإمام مالك

Artinya : "Tidak ada hari di mana Setan Nampak lebih kerdil, terusir dan marah melebihi di Hari Arafah. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena dia melihat limpahan rahmat dan pengampunan Allah dari dosa-dosa besar". (HR. Imam Malik). [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Imam Abdullah El-Rashied, mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College, Mukalla, Hadramaut, Yaman.

Catatan:

Artikel ini disarikan dari Khutbah yang disampaikan oleh Dr. Salim Abu Bakar Al-Haddar, Wakil Dekan Fakultas Syariah di Imam Shafie College pada hari Jum'at 7 Dzul Qo'dah 1437 H / 8 September 2016 di Masjid Imam Syafi'I, Mukalla, Hadramaut, Yaman.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/keutamaan-hari-arafah.html

Senin, 27 Januari 2014

Habib Luthfi: Abdullah bin Saba Pernah Dihukum Imam Ali Karena Mensyiahkan Diri

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan menyerukan kepada semua kader Mahasiswa ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (MATAN) agar tetap menjaga ideologi aswaja dari rongrongan kelompok yang ingin memecah belah Nahdlatul Ulama (NU).

"Salah satu pelemahan dan pemecahan Nahdlatul ulama ialah adu domba antara murid dan ulama, adu domba antara ulama dan ulama, ulama dan habaib, isu Syi'ah," terang Abah Luthfi saat menghadiri pelantikan pengurus komisariat MATAN se-Surabaya dan Sidoarjo di Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya, Ahad (19/02/2017).

Habib Luthfi: Abdullah bin Saba Pernah Dihukum Imam Ali Karena Mensyiahkan Diri - Pesantren Al-Amien Purwokerto
Habib Luthfi: Abdullah bin Saba Pernah Dihukum Imam Ali Karena Mensyiahkan Diri - Pesantren Al-Amien Purwokerto


Habib Luthfi: Abdullah bin Saba Pernah Dihukum Imam Ali Karena Mensyiahkan Diri

Beliau mengingatkan, tujuan berdirinya MATAN adalah menyelamatkan mahasiswa NU secara ideologi dan organisasi dan menarik diri dari politik praktis. "Waspada kepada perpecahan Nahdlatul ulama, yang berakhir pada perpecahan Indonesia," kata Maulana.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Karena itulah, lanjut beliau, kader MATAN harus paham ilmu ulama (ilmal ulama), hikmah laku para ulama (hikmal hukama'), sebelum melangkah kepada politik kekuasaan (syasatal mulk). "Ini satu kesatuan," terang Abah Luthfi kepada 150 an kader dalam acara yang dibungkus dengan Maulid Nabi Muhammad Saw dan Harlah MATAN ke-5 itu.

Jika salah dalam memahami langkah pemimpin, lalu dengan mudah menuduh kafir, syiah, liberal dan lainnya, maka itu akan mudah memecah belah anak bangsa. "Langkah pemimpin harusnya minimal 1000 km, tidak layak anak buah mengukur langkah pemimpin," tanda Maulana.

Soal Syiah, sudah berkali-kali jadi perhatian Abah Luthfi, utamanya kader MATAN. Di beberapa forum pengajian, isu penyesatan Syiah disebut beliau sebagai bagian dari langkah orang-orang yang ingin memecah belah anak bangsa. Orang akhirnya takut bicara sejarah kanabian karena khawatir ditusuh dan dicap syiah.

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Syi'ah, kata Maulana, bermakna dua, pertama pendukung Imam Ali dan kedua sebagai madzhab. Walaupun mendukung Sayyidina Ali, namun, sejarah membuktikan, Imam Ali juga pernah menghukum Abdullah bin Saba' karena mensyi'ahkan diri (menyatakan Syiah). Artinya, Syiah itu bukan buatan menantu Nabi Muhammad Saw itu.

Membenci Syiah akan melahirkan kebencian selanjutnya kepada dzurriyah Nabi. Ini persis yang diinginkan oleh kalangan wahabi ekstrim. Padahal, Imam Ja'far Shodiq, yang disebut sebagai Imam Syiah itu, adalah ulama yang menelurkan imam-imam thoriqah besar.

Komisariat MATAN yang dilantik langsung oleh Agus Sulaiman Farih saat itu dari Kampus Uinsa, STAI Taruna, Unsuri, Taswirul Afkar, Unesa, Unair, Unusida dan Komisariat Istimewa Pondok Pesantren Al-Isma'iliyah Ngelom-Sepanjang.

Hadir dalam acara tersebut KH. Sholeh Qosim (Dewan Ifta' Jatman Wustho Jatim dan Pengasuh PP. Al-Ismailiyah Ngelom Sepanjang), KH. Kholil Arpapi (Wakil Katib Jatman Wustho Jatim), KH. Masduqi, Pengasuh Pesantren Tahsinul Ahlaq Bahrul Ulum Rangkah Surabaya dan Agus Azmi, Nadzir Masjid Agung Sunan Ampel. [Pesantren Al-Amien Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/habib-luthfi-abdullah-bin-saba-pernah-dihukum-imam-ali-karena-mensyiahkan-diri.html

Senin, 30 Desember 2013

Hal-Hal yang Tidak Disadari oleh Habib Rizieq Ketika Mengendarai FPI

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Pertama kali saya tahu nama beliau pada tahun 1996 di salah satu Masjid di Kawasan Roxy. Beberapa kali saya melihat nama beliau terpasang di spanduk acara-acara keislaman di Kawasan Petojo dan Roxy. Pada waktu itu, nama beliau belumlah setenar sekarang. Ceramah-ceramah beliau masih kalah pamor dibandingkan ceramah da'i sejuta umat, alm KH Zainuddin MZ, yang memang mendominasi di mana-mana.

Hal-Hal yang Tidak Disadari oleh Habib Rizieq Ketika Mengendarai FPI
Hal-Hal yang Tidak Disadari oleh Habib Rizieq Ketika Mengendarai FPI


Saya sering bertanya kepada kawan yang tinggal di Kawasan Petojo perihal nama Habib Rizieq, siapa beliau dan bagaimana penyampaian ceramah beliau. Beberapa kawan yang berlatar belakang Persis menganggap bahwa ceramah Habib Rizieq agak berbeda dengan kebanyakan habib di Jakarta, yang lebih suka mengangkat persoalan fadhoil (keutamaan ibadah) dibandingkan persoalan umat.

Sementara itu, beberapa lagi berpendapat bahwa isi ceramah Habib Rizieq tidak berbeda dengan Habib Alwi Jamalullail atau puteranya Habib Idrus Jamalul Lail.

Memang pada masa-masa itu nama Habib Rizieq belum dikenal luas, di samping karena beliau juga baru kembali dari menuntut ilmu di Riyadh Saudi Arabia. Pasca lengsernya Soeharto dari kekuasaan, tepatnya pada tahun 1998, nama Habib Rizieq mulai muncul ke permukaan.

Naiknya nama beliau menyertai beberapa isu, di antaranya adalah dibentuknya organisasi milisi oleh salah seorang petinggi ABRI ketika itu, yang diberi nama PAM SWAKARSA, isu Rusuh AMBON dan terakhir berdirinya FPI yang menjadi "kendaraan politik"--jika boleh dikatakan begitu--Habib Rizieq.

Ingatan ini masih menyimpan informasi bahwa kemunculan nama beliau terkait dengan peristiwa pembunuhan di Cawang dan bentrokan massa di Tugu Proklamasi berkaitan dengan akan diadakannya Sidang Istimewa MPR 1998.

Momentum-momentum itu yang "memaksa" Habib Rizieq tampil ke gelanggang politik massa untuk pertama kalinya. Bisa dikatakan bahwa Habib Rizieq ketika itu "dipaksa matang" untuk berpolitik. Tanpa bekal pengalaman politik yang mapan, Habib Rizieq seakan harus muncul untuk memperjuangkan kepentingan politik yang dihubungkan dengan kepentingan umat Islam.

Pada saat yang bersamaan, di sisi lain Poros Tengah yang dikomando oleh Amien Rais, Akbar Tanjung, dan Hamzah Haz juga sedang memainkan nama yang sama untuk menjegal Megawati dan kawan-kawan menempati kursi kekuasaan.

Saya bukan pakar politik atau pengamat politik, tapi secara pribadi saya merasakan betapa panasnya situasi saat itu, sehingga berita bentrokan massa hampir setiap hari menghiasi headline media cetak atau elektronik.

Tanpa bekal jam terbang yang cukup, publik bertanya-tanya atas dukungan siapa Habib Rizieq tampil ke gelanggang politik pada waktu itu? Apakah ada korelasi antara manuver yang dilakukan Habib Rizieq dengan manuver yang dilakukan poros tengah di parlemen? Banyak spekulasi bermunculan.

Tapi, yang pasti ketika Poros Tengah berhasil menjegal Megawati dan kawan-kawan untuk menduduki kursi kekuasaan, padahal PDIP adalah pemenang PEMILU 1999, Habib Rizieq tidak mendapatkan bagian apapun dari manuver yang pernah dilakukannya.

Pasca perhelatan Sidang Istimewa MPR yang menghantarkan Gus Dur sebagai Presiden RI, nama Habib Rizieq mulai jarang muncul. Namun gosip tentang beliau pun terus beredar di tengah masyarakat. Ada yang mengatakan bahwa Habib Rizieq memberi support kepada Ust. Ja'far Umar Thalib yang membentuk Laskar Ahlussunnah wal Jama'ah, untuk "berjihad" di Ambon dan sekitarnya.

Ada pula yang mengatakan bahwa Habib Rizieq kembali ke aktivitas sebelumnya, yaitu berdakwah dan menyampaikan ta'lim di masjid-masjid. Bisa dikatakan, dalam kurun waktu satu atau dua tahun (1999-2000) nama Habib Rizieq jarang tampil di media.

Namun demikian, spanduk, baliho dan plang bertuliskan FPI menjamur di beberapa kantong jamaah para habib di kota Jakarta. Agaknya, media tidak begitu tertarik untuk memberitakan konsolidasi internal Habib Rizieq di beberapa tempat di ibu kota. Karena memang pada saat itu, fokus pemberitaan media lebih banyak menyoroti persoalan komposisi kabinet dan peta politik yang riuh oleh manuver Gus Dur sebagai Presiden RI yang keempat.

Setelah Era Gus Dur Sempat luput dari pemberitaan media, nama Habib Rizieq dan FPI kembali muncul. Kali ini bukan karena isu politik, tapi karena persoalan sosial, yaitu razia miras dan pelacuran. Media massa memberitakan kegiatan laskar FPI yang memburu peredaran miras di beberapa titik di Ibu Kota dan daerah penyangga, mulai dari Mangga Besar dan Depok.

Dari berbagai liputan media yang memberitakan bentrok antara FPI dengan beberapa preman diskotik, berita penyerangan FPI di Kemang pada tahun 2001, mungkin yang paling heboh. Apa pasal? Selama masa Orde Baru Kemang dianggap sebagai daerah elit yang "untouchable". Bukan rahasia lagi, jika peredaran narkoba dan miras di Kemang berlangsung aman-aman saja tanpa ada aparat yang berani menghentikannya. Kedatangan laskar FPI melabrak kawasan Kemang tentu mengagetkan banyak orang.

Berbagai spekulasi pun bermunculan. Habib Rizieq dianggap sedang melakukan testing the water dengan membidik Kemang sebagai garapan gerakan Nahyu Munkar-nya. Di sinilah kemudian, Habib Rizieq mulai berhadap-hadapan dengan kalangan elit, yang menganggapnya sebagai ancaman.

Cukup banyak pemberitaan yang disajikan tentang Habib Rizieq. Dan bisa dikatakan semua pemberitaan tentang beliau berwarna kontraproduktif. Secara pribadi saya pun terbawa oleh atmosfer yang dibangun oleh media massa ketika itu.

Beberapa pertanyaan muncul di benak ini, untuk apa FPI melakukan tindakan-tindakan extra law seperti itu? Kenapa Habib Rizieq dan FPI tidak berkoordinasi dengan pihak kepolisian sekiranya memang ingin membantu aparat di dalam melaksanakan penegakkan hukum? Kenapa pula FPI memainkan peran seperti FBI yang memang bekerja sebagai penegak hukum? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul di benak ini, sebagai usaha saya untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di belakang Habib Rizieq.

Secara jujur saya sempat surprised dengan Habib Rizieq. Secara nasabiah, beliau memang keturunan Sayyidina Husain, yang berarti juga keturunan Baginda Rasulullah, Nabi yang diimani oleh semua umat Islam.

Dalam sebuah obrolan dengan seorang teman, saya pernah ditanya kenapa tidak ada seorang Habib yang berpikiran revolusioner seperti datuk mereka Rasulullah? Kenapa para Habib lebih suka memainkan posisi safety player, padahal dahulu datuk mereka Rasulullah adalah pribadi yang berani menghadapi risiko dan tidak risih berada di stretch zone (zona tegang). Ketika pertama kali melihat Habib Rizieq ceramah, saya berpikir mungkin ini dzurriyyah yang ditanyakan oleh teman saya tempo hari.

Namun, dengan tidak mengurangi sikap hormat kepada beliau, sebagai dzurriyatur rasul, perkenankan saya ingin memberi catatan terhadap Habib Rizieq:

1. Beliau bertolak dari garis start yang keliru ketika mengusung ide-ide revolusionernya. Berbeda dengan Rasulullah yang selalu menolak afiliasi politik sejak awal membangun gerakan dakwahnya, Habib Rizieq justru memulai gerakan dakwahnya dengan dibalut oleh pertanyaan-pertanyaan politis.

Sebagai contoh, hingga saat ini Sang Habib tidak pernah menjawab dengan tuntas pertanyaan tentang kedekatan beliau dengan beberapa bintang ABRI pada masa awal reformasi, yang dianggap menjadi preseden berdirinya FPI. Pertanyaan ini semakin carut marut setelah Habib Husein al-Habsyi pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin Indonesia pernah menyebut kedekatan Habib Rizieq dengan salah satu elit tentara.

2. Jika Rasulullah berdakwah melawan totalitarianisme dengan menumbuhkan semangat egalitarianisme, semangat ini agak sulit untuk dijumpai dari isi pidato yang sering disampaikan oleh Habib Rizieq. Saya tidak mengatakan bahwa Habib Rizieq adalah pribadi yang "kasar". Beliau adalah pribadi yang tegas. Bahwa kualitas ketegasan tiap orang itu berbeda-beda karena perbedaan gen dan lingkungan tempat dibesarkan, itu adalah sesuatu yang sifatnya alamiah (nature).

Namun, ketika persoalan kasar dan halus itu dibawa ke ranah ide atau isu, saya kira di sini kita semua bisa membaca dari gesture penyampaiannya. Barangkali ini disebabkan oleh dorongan politik yang memang dipaksakan di bagian awal. Seperti sangat mudah terbaca bahwa FPI berdiri tanpa kesiapan dan kematangan ideologi. Seakan persoalan ideologi bisa dibenahi sambil organisasi ini berjalan.

3. Saya agak tidak sepakat jika dikatakan bahwa Habib Rizieq mengikuti pola Umar ibnu al-Khatthab atau seputar sahabat agung tersebut, hanya karena ketegasan dan keberanian beliau berbicara di hadapan para penguasa. Ketidaksepakatan saya itu didasarkan kepada hal-hal berikut:

a. Bahwa karakter keras Umar ibnu al-Khatthab adalah karakter bawaan orang Arab yang memang "dipaksa" keras oleh situasi dan kondisi di mana mereka tinggal.

b. Bahwa sikap keras Umar ibnu al-Khatthab selalu dikaitkan dengan kewenangan yang beliau miliki sebagai utusan Rasulullah dan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi pemerintahan.

c. Bahwa Umar ibnu al-Khatthab di dalam memperjuangkan cita-cita politik mengutamakan pendekatan ilmu, dibandingkan pendekatan kekuasaan. Ini misalnya bisa kita baca dari pernyataan beliau:

"Dalamilah dulu pemahaman (ilmu) sebelum kalian memimpin."

juga pernyataan yang lain:

"Tidak ada Islam kecuali dengan berjamaah dan tidak ada jamaah kecuali dengan kepemimpinan."

Dari pernyataan-pernyataan yang disampaikannya, dapat terbaca bahwa Umar bukan semata-mata orang yang katakanlah "keras" tanpa konsep. Ucapannya tentang relasi Islam dan jama'ah serta kepemimpinan, menunjukkan bahwa Umar adalah seorang perencana yang sangat matang dan cermat di dalam melihat masalah. Seakan Sayyidina Umar ingin mengatakan bahwa perjuangan Islam ini tidak akan menghasilkan apa-apa jika tidak diawali dengan penguatan kohesi sosial di antara umat Islam itu sendiri

Tanpa kohesi di antara sesama umat Islam, perjuangan politik hanya akan berujung kepada perebutan kekuasaan politik di antara elemen-elemen pendukungnya. Saya tidak mengerti apakah ini disadari atau tidak oleh Habib Rizieq.

Setidaknya Habib Rizieq telah membuang kesempatan emas yang pernah ada dihadapannya untuk membangun kohesi di antara umat Islam, yaitu ketika memperjuangkan Gus Dur sebagai presiden untuk menjegal Megawati dan ketika umat Islam mau berkumpul dalam jumlah yang sangat fantastis--meskipun ini diragukan oleh beberapa media--pada bulan Desember yang lalu.

Mungkin akan berbeda ceritanya, ketika di dalam aksi 212 kemarin, Habib Rizieq mengakui kekhilafannya bertahan di Istana Merdeka hingga melewati batas jam malam yang ditentukan Kapolri pada aksi 411 beberapa waktu yang lalu. Jika opini saya ini dianggap sebagai bentuk ketakutan terhadap rezim berkuasa, saya hanya ingin bertanya pula apakah kepatuhan Rasulullah terhadap Perjanjian Hudaibiyyah yang melarangnya masuk ke Makkah itu, juga merupakan bentuk ketakutan Rasulullah terhadap penguasa Makkah?

4. Siapa yang tidak setuju dengan perjuangan mempertahankan kemuliaan ajaran Islam? Saya kira semua umat Islam setuju. Namun, dalam kaitannya dengan perjuangan tersebut, perlu pula diperhatikan beberapa irisan yang sangat sensitif dan berpotensi merusak elan perjuangan politik itu sendiri. Perjuangan mempertahankan kemuliaan ajaran Islam, khususnya di Indonesia, beririsan dengan isu nasionalisme, demokrasi, dan cita kestabilan politik yang kini tampaknya tengah diupayakan untuk mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi.

Menyikapi irisan-irisan tersebut, dibutuhkan kecermatan, ketelitian dan kehati-hatian. Secara teoritis, saya mengakui setiap perjuangan politik mempunyai cita, manuver dan gestur gerakan yang sifat khas dan membedakan satu gerakan politik dengan gerakan politik lainnya. Namun, yang menjadi pertanyaan bagaimana ketika itu dinisbahkan kepada perjuangan politik Islam? Jawabannya tidak mudah.

Penggunaan nama Islam pada masa sekarang, berbeda dengan penggunaan nama Islam pada masa Nabi atau pada masa sahabat. Pada masa keemasan itu, penggunaan nama Islam bersifat tunggal. Dalam arti, yang dinamakan Islam itu adalah kelompok yang mengikuti Nabi Muhammad dan para sahabatnya secara definitif yang tinggal di Madinah--sebagai pusat kekuasaan--, Makkah, Yaman, Mesir, Syam, dan Irak.

Di luar wilayah-wilayah itu, agak sulit--bukan tidak ada--menjumpai komunitas Islam sebagaimana yang dimaksud di atas. Sehingga dengan begitu, penggunaan nama Islam berikut derivaat-nya tidak akan menimbulkan masalah dan pertanyaan sebagaimana terjadi hari ini.

Dalam konteks sekarang, penggunaan nama Islam tidak lagi bersifat monolitik. Pasca perang antara Ali ibnu Abu Thalib dan Mu'awiyah penggunaan nama Islam menjadi bersifat pluralistik. Artinya setiap faksi umat Islam merasa mempunyai hak untuk menggunakan klaim Islam untuk menamakan pemikiran atau perjuangan politiknya. Kondisi seperti itu yang kini sedang dan mungkin akan terus berlangsung di Indonesia.

Masalah penggunaan nama Islam akan semakin meruncing ketika tiap-tiap faksi umat Islam merasa tidak terwakili oleh perjuangan politik yang mengatasnamakan Islam oleh kelompok lain. Sebagai contoh, ketika PKS memposisikan diri sebagai Partai Dakwah, tidak semua umat Islam merasa menjadi bagian dari perjuangan dakwah PKS.

Pun begitu juga ketika PKB dan NU mengangkat tema Islam Nusantara sebagai identitas keislaman di Indonesia, semua simpatisan PKS, warga Muhammadiyah, apalagi jamaah Wahabi merasa tidak terwakili dengan identitas Islam yang diusung NU tersebut.

Masalah fragmentasi di tubuh umat Islam, sebagai konsekuensi dari tumbuh berkembangnya ragam penafsiran ini, yang sepertinya tidak begitu dicermati oleh Habib Rizieq. Seruan-seruan Habib Rizieq tentang perjuangan politik Islam, seperti menisbikan fenomena fragmentasi dan menafikan realitas multitafsir tentang Islam yang sudah ada di tengah-tengah umat Islam tersebut.

Ditambah lagi dengan belum terlihatnya di hadapan publik, usaha Habib Rizieq membangun komunikasi dengan ormas-ormas Islam, terutama NU dalam rangka membangun saling pemahaman terhadap tafsir yang digunakan di masing-masing organisasi.

Kondisi seperti itu diperparah lagi dengan sikap Habib Rizieq yang seperti "memusuhi" Ketua Tanfidziyah NU, yang merupakan simbol kehormatan warga NU. Bisa jadi, Habib Rizieq lupa bahwa kultur Islam tradisional lebih bercorak patronisme dibandingkan dengan kultur Islam moderen yang cenderung egaliter dan bebas. Padahal, jika kita lihat dari dekat kultur seperti NU pun juga berkembang di lingkungan FPI.

Tulisan ini saya coba sajikan secara obyektif, dengan tidak bermaksud men-diskredit-kan al-Mukarram Habib Rizieq Shihab. Terlepas dari kontroversi yang muncul dari manuver politik beliau, saya tetap menaruh hormat kepada beliau. Doa saya yang terbaik semoga Allah selalu menjaga dan melindungi beliau. Semoga Allah membuka pintu kebaikan bagi umat ini. [Pesantren Al-Amien Purwokerto] َ KH. Abdi Kurnia Djohan, MA, Pengurus LD NU Pusat, Pengasuh Ponpes Al-Hikam Depok dan Dosen Pasca Sarjana UI.

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/hal-hal-yang-tidak-disadari-oleh-habib-rizieq-ketika-mengendarai-fpi.html

Rabu, 04 Desember 2013

Fakta Seputar Pemakaman Gus Dur

Oleh M Zainal A Khosyi’in Pesantren Al-Amien Purwokerto - Acapkali mendapat undangan ceramah di Malang, Prof DR KH Ali Maschan Moesa, M.Si (Wakil Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur) singgah dan menghampiri untuk mengajak penulis mendampingi beliau. Setiap masuk rumah sebelum duduk beliau selalu saja tertegun memandangi demikian dalam foto yang menggambarkan jasad mulia KH Abdurrohman Wahid (Gus Dur) berjalan dari tangan ke tangan sejak diturunkan dari mobil ambulans hingga memasuki Masjid Ulul Albab Pesantren Tebuireng untuk disholatkan sambil bergumam, “sungguh karunia luar biasa mendapat amanah tidak sengaja mengimami sholat jenazah Gus Dur”.

Fakta Seputar Pemakaman Gus Dur - Pesantren Al-Amien Purwokerto
Fakta Seputar Pemakaman Gus Dur - Pesantren Al-Amien Purwokerto


Fakta Seputar Pemakaman Gus Dur

Kiai Ali—demikian biasa penulis menyapa beliau—lantas bercerita—sesuatu yang telah berkali-kali beliau tuturkan tetapi tetap saja penulis dengan semangat mendengarkannya seolah baru pertama kali beliau menceritakan—bahwa setelah wafat pada Rabu tanggal 30 Desember 2009 pukul 18.40 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, pihak keluarga—menuruti permintaan Gus Dur sendiri—memutuskan untuk memakamkan Gus Dur di Maqbarah Tebuireng yang berada dalam komplek Pesantren Tebuireng Jombang tempat dimana jasad mulia Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari (kakek), Nyai Nafiqoh (nenek), KH A Wahid Hasyim (ayah), Nyai Sholihah Bisri (ibu) dan kerabat Tebuireng lainnya diistirahatkan dari kepayahan dunia.

Sejurus setelah itu komplek Pesantren Tebuireng Jombang telah sesak dengan peziarah dari berbagai penjuru dan Kiai Ali—yang ketika itu seperti biasa setiap hari sabtu, ahad dan hari libur berada di Surabaya karena libur tidak ada aktifitas kelegislatifan dalam kapasitasnya sebagai Anggota Komisi 8 DPR RI 2009-2014—pagi-pagi sudah berada di Tebuireng sekalian menjenguk salah satu putrinya yang sedang ngangsu kaweruh di Pesantren Putri Tebuireng. Karena Masjid Ulul Albab—tempat dimana jenazah Gus Dur telah ditunggu ratusan ribu takziyin untuk disholati—berada satu komplek dengan pesantren putri tentu saja Kiai Ali merupakan sedikit kiai dari ribuan kiai pentakziyah yang dengan mudah mencapai masjid.

Maka ketika keranda berbalut merah putih yang membawa jenazah Gus Dur yang diusung dan dikawal sepasukan TNI berhasil mencapai mihrob masjid setelah sejaman lebih susah paya menyibak ratusan ribu pentakziyah yang terus berusaha berada paling dekat dengan jasad mulia Gus Dur tetapi sholat jenazah tidak kunjung dimulai dikarenakan menunggu sang imam sholat jenazah yang telah ditunjuk pihak Pesantren Tebuireng terblokade tidak bisa masuk masjid. Melalui telepon seluler KH Shalahuddin Wahid lantas menanyakan kepada petugas tentang siapa saja kiai yang berada didalam masjid, petugas menyebut KH Ahmad Mustofa Bisri—yang memang sejak berangkat dari kediaman Gus Dur di kawasan Warung Silah Ciganjur Jakarta terus berada mendampingi pihak keluarga—dan KH Ali Maschan Moesa. Karena KH Ahmad Mustofa Bisri sudah bersholat jenazah di Ciganjur dan sedang batal wudlu’ maka amanah itupun jatuh kepada KH Ali Maschan Moesa

Pentakziyah yang terus menangis dan tidak jarang histeris itu sudah berkali-kali dikomando melalui pengeras suara untuk tenang karena sholat segera dimulai. Pihak keluarga Tebuireng, pengurus masjid,  Banser dan bahkan TNI bergantian berusaha menenangkan gemuruh umat, sampai akhirnya KH Ali Maschan Moesa berteriak lantang ; “Allohumma sholli alaa Muhammad! Monggo sholat jenazah dimulai nggee...?!!”. Pentakziyahpun secara kuur menyahut ; “Nggggeeee...!!!”

Siapapun yang dikaruniai kesempatan bisa hadir untuk mengikuti sholat jenazah di Masjid Ulul Albab pada saat itu pasti merasakan atmospir kesedihan dan duka teramat sangat dalam karena kepergian Gus Dur. Penulis yang saat itu berada dilantai II Masjid Ulul Albab dapat menyaksikan betapa untuk memasuki masjid saja dibutuhkan kekuatan himmah untuk semata memberikan penghormatan terakhir kepada Gus Dur. Dan pasti untuk menenangkan ratusan ribu pentakziyah yang sangat larut dalam duka mendalam itu dibutuhkan kekuatan supranatural yang hebat.

Kiai Ali setiap habis menceritakan hal tersebut senantiasa mengijazahkan suatu amalan yang bisa membantu setiap kita dalam kondisi terjepit dan kepepet seolah Kiai Ali tahu

bahwa penulis tidak pernah sanggup menyelesaikan ijab qobul ijazah dengan mengatakan qobiltu. Ya bagaimana penulis sanggup menjawab qobiltu, sementara jiwa dan perasaan penulis setiap mendengar cerita itu terbawa pada situasi sangat syakral dan khidmad di pagi Kamis 31 Desember 2009 itu.

Tidak itu saja, memori penulis langsung saja tersambung dengan situasi di saat kapundutnya guru ayah penulis, H.M.Nashiruddin Kholil, seorang wali besar abad 20 yang adalah keponakan Rois Aam PBNU almaghfurlah KH Achmad Shiddiq yaitu KH Abdul Hamid bin Abdullah bin Umar Pasuruan pada Sabtu dinihari, tanggal 9 Robiul Awal 1403 H bertepatan dengan 25 Desember 1982, dalam usia 70 tahun menurut hitungan hijriyah atau 69 tahun menurut hitungan miladiyah.

Sebagaimana dituturkan secara apik oleh Hamid Ahmad dalam buku “Percik-Percik Keteladanan Kiai Hamid Pasuruan” : Kabar (kewafatan Kiai Hamid) pun segera menyebar, lewat radio, dari mulut kemulut dan dari telpon ke telpon. Umat datang berbondong-bondong untuk melayat ke rumah duka sejak pagi. Mereka berasal dari berbagai penjuru. Umumnya seperti tak percaya Kiai Hamid meninggal. Mereka menangis, mereka histeris. Melihat begitu banyaknya pelayat, pihak keluarga tidak mau ambil resiko. Khawatir rusak jadi rebutan, kerandanya diikat kuat-kuat

Menjelang Ashar, keranda dibawa ke masjid. Keranda itu berjalan dari satu tangan ketangan lain karena orang tak bisa berjalan, saking padatnya. Terjadi tarik menarik di antara mereka. Misalnya, ketika hendak keluar dari komplek pondok, sebagian orang hendak membawanya keluar dari gerbang barat, sebagian lainnya ke arah gerbang timur. Sampai di masjid pun begitu. Terjadi tarik menarik sehingga beberapa kali orang melanggar(?) jendela masjid. Konon, dari rumah ke masjid dibutuhkan waktu hingga dua jam (padahal jarak kediaman Kiai Hamid di komplek Pondok Salafiyah dengan Masjid Agung Al Anwar hanya sekitar

setengah kilo saja, pen.)

Dilaporkan, jamaah yang menyalati meluber. Tidak hanya ke alun-alun depan masjid, tapi terus ke timur hingga perempatan PLN (sekitar 100 meter), dan memenuhi Jalan Niaga hingga ke ujung utara dan ruas-ruas Jalan Nusantara hingga ke ujung selatan (dua jalan ini merentang dari utara ke selatan sepanjang 1 km). Diperkirakan jumlah mereka mencapai ratusan ribu orang. KH Ali Maksum (Rois Aam PBNU yang adalah karib Kiai Hamid, pen.) bertindak sebagai imam sholat.

Setelah sholat Ashar, jasad beliau disemayamkan di kompleks makam sebelah barat masjid Agung Al Anwar Pasuruan. Kompleks ini memang diperuntukkan bagi para kiai dan habaib. Di sana antara lain ada makam Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf (guru beliau), Kiai Achmad Qusyairi (paman sekaligus mertua beliau) dan Kiai Achmad bin Sahal (ipar beliau).

Waba’du. Mensejajarkan dan menyebut KH A Hamid Abdulloh dan KH Abdurrohman Wahid dalam satu tariakan nafas rasanya tidak berlebihan. Sekalipun dengan citra yang berbeda, kebanyakan orang

utamanya yang mengenal dekat beliau berdua, sama-sama meyakini jika keduanya adalah wali Allah. Sekalipun Gus Dur tidak ada kedekatan personal dengan Kiai Hamid, tapi orang-orang terdekat Gus Dur semisal KH Achmad Shiddiq (Rois Aam PBNU seperiode dengan Gus Dur ketika menjadi Ketua Umum PBNU), KH Ali Maksum (guru Gus Dur) dan KH Hamim Jazuli (Gus Mik Kediri) adalah kerabat dan teman dekat Kiai Hamid.

Jika ditelusuri lebih jauh, Kiai Hamid dan Gus Dur mempunyai kebiasaan yang sama: suka berziarah ke makam ulama dan terutama wali. Konon saking terbiasanya Gus Dur ziarah makam Sunan Ampel, sampai-sampai KH Nawawi (dzurriyah Sunan Ampel dan imam besar Masjid Agung Sunan Ampel sebelum tahun 2000-an) hafal betul kapan Gus Dur mesti datang berziarah sehingga Kiai Nawawi mesti

tidak diberitahu sebelumnya sudah menunggu kedatangan Gus Dur di pusara makam Sunan Ampel.

Gus Dur pula—ketika menjabat Presiden RI—yang memasyhurkan makam Sayyid Ibrohim as-Samarqondi (orang Jawa menyebutnya Maulana Ibrohim Asmorokondi) di Palang, Tuban. Pun Komplek Pemakaman

Troloyo di mana Sayyid Jamaluddin Husein (lebih karib dengan Syekh Jumadil Kubro) di Mojokerta dimasyhurkan Gus Dur dengan menyebut bahwa moyangnya yang berasal dari China yang bernama Tan Kim Han (didefinisikan orang sebagai Syekh Abdul Qodir as-Shiniy), dimakamkan di Troloyo juga.

Adapun perihal kebiasaan Kiai Hamid berziarah makam ulama, ada fakta menarik—sebagaimana disebutkan dalam buku Percik-Percik Keteladanan Kiai Hamid dan cerita ayah penulis—bahwa setiap

berziarah, Kiai Hamid senantiasa mengutamakan akhlaq. Sebagaimana ketika biasa mendawamkan ziarah makam gurunya—Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaff—dan mertua sekaligus pamannya—KH Achmad Qusyairi Shiddiq—di pemakaman barat Masjid Agung Al-Anwar Pasuruan, Kiai Hamid selalu masuk dari arah yang menunjukkan posisi kaki dan duduk agak menjauh dari kijing makam. Ini sangat berbeda dengan kebanyakan orang dalam berziarah makam ulama atau wali selalu berebut posisi paling dekat dengan kepala.

Demikianlah, biar sangat terlambat tapi penulis bersyukur pada akhirnya dikaruniai kemampuan untuk mengungkap salah satu fakta kecil diseputar peristiwa besar mangkatnya orang besar yang mantan ketua umum pengurus besar organisasi besar. Semoga hal ini tercatat sebagai termasuk mengingat ulama dan orang-orang besar yang akan mendatangkan rahmat, idz bidzikrihim tatanazzalur rahamat. Amin. Pesantren Al-Amien Purwokerto

M Zainal A Khosyi’in, penulis buku Perintah

Perang Suci (2015)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/fakta-seputar-pemakaman-gus-dur.html

Sabtu, 10 Agustus 2013

Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki

Istambul, Pesantren Al-Amien Purwokerto. Berbeda dengan tradisi di Indonesia, malam Lailatul Qadar di Turki diperingati pada malam 27 Ramadhan. Tahun ini malam 27 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 1 Juli. Umat Muslim Turki secara serentak menyambut datangnya malam Lailatul Qadar. Seluruh jamaah berbondong-bondong memadati masjid di kawasan mereka masing masing.

Tradisi Kadir Gecesi juga dirayakan oleh umat Muslim di Konya. Di kota Sufi Maulana Jalaluddin Rumi ini, para jamaah setelah shalat Magrib mulai memadati halaman masjid Selimiye yang terletak di komplek makam dan museum Rumi. Perayaan Lailatul Qadar di Konya dihadiri sekitar 100 ribu jamaah. Mereka melaksanakan shalat Tarawih 20 rakaat dan shalat Witir 3 rakaat. Di luar itu ada jeda untuk mengambil atau memperbarui wudhu bagi yang batal. Ibadah selanjutnya shalat Lailatul Qadar sebanyak 4 rakaat. Pada rekaat pertama dan ketiga mereka membaca surat Al-Fatihah dan Al-Qodar. Pada rekaat kedua dan keempat mereka membaca surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.

Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)


Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki

Di luar komando para imam dan mufti tersebut, jamaah bebas melaksanakan shalat sunnah lainnya seperti Tahajud.

Salah satu hal unik yang bisa ditemui di Masjid Selimiye, Konya adalah diantara dua menara masjid terdapat lampu bernama mahya yang memijarkan kalimat kadir gecesi bin aydan daha hayrldr (malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan). Perayaan malam Lailatul Qadar ini berlangsung hingga waktu sahur. Para jemaah setelah melakukan ibadah disediakan makan sahur oleh panitia acara. (Heri Pabriantok/Mukafi Niam)

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69536/kadir-gecesi-tradisi-berburu-lailatul-qadar-di-turki

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Pesantren Al-Amien Purwokerto

Senin, 25 Maret 2013

9 Alasan Mengapa Harus Fanatik Kepada NU

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Saya sering menerima kritikan supaya jangan terlalu fanatik atau fanatik buta dengan NU (Nadlatul Ulama) dan dengan berbagai alasan dikemukakan. Intinya kebanyakan yang saya tangkap dari semua kritikan dan alasan itu adalah supaya saya tidak lagi berada di jalur NU yang menurut mereka NU itu sudah melenceng, sudah bengkok dan sebutan lainnya.

9 Alasan Mengapa Harus Fanatik Kepada NU - Pesantren Al-Amien Purwokerto
9 Alasan Mengapa Harus Fanatik Kepada NU - Pesantren Al-Amien Purwokerto


9 Alasan Mengapa Harus Fanatik Kepada NU

Dan, sekarang saya mau menanggapi atau mengklarifikasi kenapa saya sangat fanatik terhadap NU:

1. Karena NU dianugerahkan oleh Allah untuk Indonesia lewat para wali Allah.

2. Kontribusi NU terhadap kemerdekaan sangat besar bagi Indonesia dan tetap konsisten menjaga kedamaian, menjaga persatuan dan kesatuan seluruh ummat tidak hanya untuk ummat Islam saja, tapi semua umat di Indonesia (catatan penting).

3. Fanatik terhadap NU itu tidak merugikan orang lain, kelompok, golongan, ajaran atau firqah yang lain. Karena NU tidak mudah untuk menyesat-nyesatkan atau mengkafir-kafirkan kelompok atau ajaran yang lain.

4. Kenapa saya fanatik terhadap NU karena NU tidak hanya menjunjung tinggi ukhuwah islamiyyah tapi juga ukhuwah basyariyyah (persaudaraan seluruh umat).

5. NU itu sebagai mayoritas umat Islam (as-sawadul a'dham) yang menganut ajaran ahlussunah wal jama'ah.

6. Selalu konsisten menjaga tradisi dan amaliyah ulama salaf yang sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW.

7. NU adalah organisasi Islam yang lahir dari bumi pertiwi. Jadi NU akan selalu bersama negara. "Hubbul wathan minal iman". NKRI Harga Mati.

8. NU mempunyai konsep pendidikan Islam yang mengedepankan adab menerapkan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin sehingga tidak ada lulusan pesantren NU yang menjadi teroris.

9. Ini yang paling penting kenapa saya fanatik terhadap NU karena "NU saklawase".

Dan masih banyak alasan yang lain kenapa saya sekarang sangat fanatik terhadap NU (Nahdlatul Ulama) tapi saya rasa ini sudah lebih dari cukup. Sekarang saran saya untuk mereka, silakan pilih jalannya sendiri. Toh itu akan dipertanggungjawabkan masing-masing nanti. Yang penting tidak merugikan orang lain itu sudah baik. Tapi saya menyarankan untuk kondisi sekarang, ikutilah NU. [Pesantren Al-Amien Purwokerto/ab]

Ditulis oleh Panembahan Mlangi, Pecinta NU

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/9-alasan-mengapa-harus-fanatik-kepada-nu.html

Rabu, 11 Juli 2012

Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah

Pesantren Al-Amien Purwokerto - Zaman modern saat ini semua pondok pesantren sedang gencar-gencarnya menyebarkan syiar islam ke dunia maya, pasti dibutuhkan Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah di daerah anda. Untuk itu silahkan simak video shooting yang memberikan pelayanan paling bagus.

Mungkin anda sering menyaksikan acara bersholawat bersama habib syech, atau sholawat bersama gus ali gondrong mafiasholawat, atau ulama besar lainnya di internet atau langsung hadir di tempat. Pasti di acara tersebut ada layar besar yang menayangkan VT atau siaran langsung di acara pengajian bersholawat tersebut. Berapa biaya untuk sewa video shooting?

Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah - Pesantren Al-Amien Purwokerto
Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah - Pesantren Al-Amien Purwokerto


Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah

Pertanyaan umum yang ditanyakan setiap orang yang akan mengadakan sebuah acara (pengajian akbar, khaul, promosi, ziareah, dll) yaitu berapa biaya untuk sewa video shooting? Sebelum kita masuk membahas harga, perlu anda ketahui bahwa Pasti.In Video Shooting memberikan Jasa Fotografi dan Video Shooting Tegal Semua Moment dengan harga paling murah se Tegal.

Jangan langsung berfikiran bahwa murah tapi tidak berkualitas, karena itu salah besar.

Dalam kenyataannya, Video Shooting Tegal ini mampu bersaing dengan shootingan yang ada di semarang atau jakarta. Karena tim dari Pasti.In sudah berpengalaman dalam mengelola acara dan sangat baik dalam Teknik dan Peralatan Studio Shooting. Jadi [Namamedia] bisa pastikan bahwa Pasti.In Video Shooting itu Murah Berkualitas.

Arif Lukman Hakim Pasti.In Video Shooting

Arif Lukman Hakim Pasti.In Video Shooting


Cakupan wilayah Pastiin Shooting tidak hanya di dalam kota Tegal, tapi juga ke berbagai kota, diantaranya Brebes, Pemalang, Pekalongan dan sekitarnya. Dan produk hasil dari shootingan tegal ini juga tidak sedikit, sudah banyak yang menggunakan jasa video shooting slawi ini, tinggal anda yang belum menggunakan pelayanan jasa rekam acara ini.

Video Shooting Tegal

Seputar info tegal mengenai jasa video dan fotografi tegal murah sudah bukan rahasia lagi, karena peralatan editing video dan live streaming lengkap harga murah cuma pastiin saja. Komputer video live streaming atau siaran langsung menggunakan V-mix seri terbaru dengan lisensi legal alias bukan bajakan, dan juga anda dapat mengadakan siaran langsung live melalui internet dan bisa tayang di Youtube, Facebook, dll.

Anda dapat mengunjungi website resmi Pasti.in di www.pasti.in

Memang sangat aneh dan sangat tidak familiar sekali nama website dengan akhiran .in karena domain tersebut berasal dari india. Namun menurut Arif, itu sengaja untuk memudahkan dan sebagai brand Pasti.In itu sendiri.

Studio Pasti.In Video Shooting

Studio Pasti.In Video Shooting


Pastiin video shooting sangat dipercaya untuk handle acara seperti pengajian pondok pesantren, acara ngaji rutin, pertemuan di gedung, birthday party, wedding / pernikahan, sholawat dan masih banyak lagi.

Tunggu apa lagi, cari :

Video Shooting Tegal Murah Berkualitas? Pasti.In Dulu

Jasa Fotografi Tegal Murah Professional? Pasti.In Dulu

Informasi lebih lanjut, kunjungi website WWW.PASTI.IN

Facebook : https://www.facebook.com/ariepsetoe

No HP : 0878-3000-1575

Arif Lukman Hakim

Dari : http://bangroyhan.pasti.in

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren Al-Amien Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren Al-Amien Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren Al-Amien Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock